Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Hancur .


__ADS_3

" Ibu - ibu lagi pada bicarain tentang apa kelihatannya seru ?" Tanya Astri .


Sedangkan ibu - ibu yang berada di bawah pohon mangga ini saling berpandangan satu sama lain seakan tak enak dengan Astri .


Begitulah Kadang tetangga menceritakan kita atau keluarga kita dibelakang jarang mereka berani ngomong didepan .


" Eh ,Astri ini lagi ngomongin enaknya ngrujak apa hari ini gitu ?" Ujar Bu Haya .


" Oh ,mau acara rujak.an Bu ,mari kalau gitu dirumah saya punya stok belimbing ,ada timun sama mangga kalau mau saya ambilkan tapi sayangnya gula merahnya gak ada ?"


" Dirumahku ada gula merah tri " Bu sum ikut menimpali .


" Wah cocok tuh ,ya udah ayok kita bikin aja sekarang kayaknya enak tuh ,saya bagian iris - iris aja " Bu Nani menimpali.


" Ya nanti saya bagian makan hehe " Ucap Bu Haya .


" Ok !" Jawab serempak.


Mereka pun semua membagi tugas masing - masing Astri dan Bu sum menyiapkan bahan dan alat untuk membuat rujak. Sedangkan Bu Haya dan Bu Nani membersihkan tempat duduk dibawah pohon mangga ini dengan bersih.


Setelah beberapa menit kemudian mereka pun bersiap untuk meng eksekusi bahan untuk membuat rujak .


Dan mereka diam ,tanpa ada yang berani bicara soal gosip baru mengenai keluarga Hesti .

__ADS_1


***


Lagi - lagi kaca mobil diketuk dari luar oleh seseorang ini sudah ketiga kalinya om Wawan dan Hesti harus mendapat gangguan dari luar .


Ada rasa tak nyaman dan merasa terganggu karna om Wawan dan Hesti baru setengah permainan .


Dengan terpaksa om Wawan kali ini turun menghadapi lelaki yang sudah berdiri didepan mobilnya.


" Ada apa ya pak ?"


" Saya mau tanya pak alamat ini dimana ya pak ?" Seorang pemuda memperlihatkan kertas kecil yang bertuliskan alamat ke om Wawan .


" Aduh saya kurang tahu ? karna saya bukan orang sini saya hanya berhenti untuk istirahat" Jawab om Wawan.


Kini Hesti tak pedulikan lagi dengan Priyan apalagi Enggar , Hesti selalu beralasan pergi keluar untuk arisan dan juga keperluan bersama teman - temannya . Enggar sengaja dititipkan dimertuanya ,dengan memberi uang untuk kebutuhan belanja mertuanya Hesti sudah tak perlu khawatir dengan anak dan suaminya karna sudah ada ibu mertua yang baik untuk menjaga keluarganya dirumah.


Om Wawan kembali masuk kedalam mobil.


" Huhf ...sial ada saja yang mengganggu kita ? kayaknya tempat ini sudah gak aman buat kita ,kita harus cari tempat baru yang lebih aman dan juga jauh dari pemukiman " Keluh om Wawan memukul tangannya pada kemudi mobil.


" Iya om Hesti setuju "


Brrrmmmmm ...

__ADS_1


Om Wawan menyalakan mobilnya hendak pergi meninggalkan tempat itu.


namun tiba - tiba saja beberapa warga sudah menghadang didepan mobil mereka .


" Hey kalian turun ,ayo turun !" Teriak warga .


" Dasar penzin* turun kalian bikin kotor kampung kami !" Teriak warga lain.


Hesti dan om Wawan panik sejadi - jadinya , bingung harus lari kemana karna jalan sudah buntu dibelakang menuju kuburan Kramat didepan warga sedangkan samping - samping hutan belantara.


" Om gimana ini om ,Hesti takut hiks ...hiks ..." Hesti menangis meringkuk didalam mobil tak berani menampakkan wajahnya memandang luar.


" Om juga bingung ini hes kita harus apa ? Gawat kalau sampai kita ketangkep warga bisa habis nanti saya ?" Keluh om Wawan tak kalah takut dari Hesti.


" Terus bagaimana om ,aku juga gak mau ketangkep?"Hesti semakin takut.


Sorak - sorak diluar mobil semakin gaduh beberapa orang menggedor - gedor kaca mobil om Wawan dan Hesti.


" Keluar kalian keluar !" teriak para warga .


#


Semoga terhibur jangan lupa tinggalkan jejak agar saya lebih semangat menulis salam sayang dari saya untuk kalian semua, semoga kita semua diberi kemudahan dalam segala urusan apapun .

__ADS_1


"


__ADS_2