
" Astaga ! ,Mbak Hesti ini beneran gak tahu apa pura - pura gak tahu sih soal lelaki yang akan menikahi sahabatnya ini ? Apa mbak Hesti cuma pura - pura biar aku gak sakit hati begitu ? Atau bagaimana ? Konyol banget rasanya " Gumam Endah saat melihat reaksi Hesti yang kaget dengan kemunculan mantan mertua Endah .
" Ndaah !" Hesti menyenggol lengan Endah dengan sedikit kasar.
" Aduh , iya mbak ,sakit nih"
" Kamu ini malah bengong , orang lagi ditanya?"
" Eh, maaf mbak ,iya itu mertua ku hehe ,ups mantan mertua maksudnya ?" Ralat Endah dengan menutup mulutnya .
" Kok bisa kebetulan begini sih ya ada kamu mertua mu eh mantan mertua maksudnya apa kalian janjian sebelumnya ? "
Hesti nampak bingung wajahnya terlihat sedang berfikir keras .
" Jadi fiks ,mbak Hesti memang gak tahu ini ? Pasti seru nih kalau Mbak Hesti nanti tahu siapa yang duduk di pelaminan bersama sahabatnya itu "
Diatas pelaminan sudah ada ibu Herman bersama dengan paman Herman dan kedua orang tua mempelai wanita yang duduk dibagian kiri dan kanan samping kursi mempelelai .
" Penggantinya mana ?"
" Lagi ganti baju "
" Wah saya kira baru mulai ?"
" Sudah dari tadi ini tinggal acara sungkem sama pemotretan "
Terdengar suara ibu - ibu yang ngobrol tak jauh dari tempat duduk Endah dan Hesti .
"Untung kita cepat sampai Ndah kalau gak hmm pasti kita gak ketemu sama pengantinnya ya gak ?" Ucap Hesti .
" Heum mbak "
" Eh ,Ndah aku lihat - lihat kamu tambah cantik padahal baru juga jadi jandeess ,ngomong - ngomong kamu pakai skincare apa ?" Hesti agak berbisik ditelinga Endah.
Endah memang sangat pawai berdandan karna dulu Endah hampir setiap hari dandan kala hendak pergi ke kantor . Make up yang natural tapi indah dipandang . Namun semenjak Endah menikahi Herman Endah sangat jarang memakai Make up karna Endah sibuk dengan pekerjaan rumah ditambah uang beli skincare harus ditunda untuk membeli keperluan lain .
" Ah ,mbak hesti ini ada - ada aja , ini skincare biasa mbak "
__ADS_1
Hesti mengangguk .
Setelah selang beberapa menit iring - iringan pasangan pengantin pun datang dengan gaun yang sangat mewah warna merah menyala .
" Wah Mita benar - benar cantik ,itu laki - lakinya kenapa nunduk aja sih jadi gak kelihatan nih " Omel Hesti.
" Mita ! Mita !" Teriak Hesti seraya melambaikan tangannya dengan hebohnya .
Endah yang ada di samping hesti hanya mampu menggelengkan kepala.
Benar - benar pasangan yang sempurna Mita sahabat Hesti itu memang cantik tinggi berkulit putih di pipinya terdapat lesung pipit saat tersenyum. Herman juga benar - benar terlihat gagah dan berwibawa .
Herman mengangkat wajahnya dan .....
" ASTAGA ! ITU KAN ... ITU KAN ... HERMAN !"
" NDAH ITU BENERAN NDAH ITU HERMAN NDAH !"
Hesti histeris melihat sosok yang ada didepannya dia masih gak menyangka dengan apa yang dilihatnya .
Mata para tamu yang dekat Endah dan hesti sontak menoleh ke arah Hesti mereka tak kalah keponya saat Hesti menunjukkan wajah shocknya .
" Huft ... Huft ... Huftt ... "Hesti nampak membuang nafas beberapa kali .
" Sumpah baru kali ,ini aku datang keacara pernikahan yang membuat jantung ku berhenti seketika benar - benar gokil Ndah "
Endah hanya mengangguk - anggukkan kepala tanpa berkomentar .
Setelah acara selesai kini tiba waktunya para tamu undangan memberi selamat kepada pengantin yang ada di pelaminan .
" Endah ... jantung kamu masih aman kan ?"
" Aman mbak Hesti "
" Aduh kok malah mbak sih yang deg - deggan . Aku dulu apa kamu dulu ?"
Hesti lagi - lagi menyenggol lengan Endah .
__ADS_1
" Udah aku dulu mbak "
Dengan PD nya Endah melangkah .
Seketika itu mata Herman tak berhenti berkedip melihat kecantikkan mantan istrinya. Beda dengan ibu Herman yang nampak tak senang dengan kehadiran Endah .
"Endah !" ucap Herman saat melihat Endah yang memberi salamat kepada istrinya yang baru ,mata Herman seakan terhipnotis ketika melihat Endah dari dekat .
" Selamat ya mbak atas pernikahannya " Ucap Endah memberi selamat .
" Iya - sama "
" Mas selamat ya atas pernikahannya selamat menempuh hidup baru . "
" Iya Endah " Tangan Herman tak mau melepas tangan Endah .
" Mita selamat ya , akhirnya kamu mendapatkan suami , Mita ku harap setelah menikah kamu semakin bahagia "
" Makasih Hesti "
Hesti melihat wajah Herman kemudian beralih ke tangan Herman yang masih menggenggam tangan Endah .
" Ehem ,Herman saya juga mau kasih selamat"
Seketika Herman melepas tangan Endah dengan cepat.
setelah itu Endah berlalu pergi .
" Endah tunggu aku ya !"
" Ok !"
" Selamat ya man kamu hebat dalam memilih pasangan semoga kamu juga bahagia bukan tersiksa !" Tekan Hesti sembari berbisik kemudian pergi .
Herman yang mendengar kata - kata dari Hesti lantas berfikir sejenak .
" Tersiksa ? Ya enggak lah pasti aku bahagia apalagi Mita ini orang kaya "
__ADS_1