
" Assalamualaikum "
" Amir !"
Suara teriakan dari luar .
"Ya Bu sabar "
Suara dari dalam .
Kriiet ...
pintu dibuka.
" Ibu ?”
" Amir maafin ibu ya ,ibu sudah bikin sakit hati kamu maafin ibu ya ,kemaren ibu hanya terbawa emosi "
" Ya Bu gak papa maafin Amir juga kemaren Amir bikin acara gak undang -undang ibu dan Priyan "
" Gak papa mir ,ibu tahu kok kamu marah waktu itu ? Astri mana ?"
" Ada Bu didalam ibu duduk dulu ya aku panggilkan Astri ,ibu mau minum apa ?"
" Ibu sudah minum tadi jadi gak usah "
" Kalau begitu ntar ya Bu Amir panggilkan Astri dulu " Amir pergi masuk kamar. Sedangkan ibu menunggu diruang tamu sembari melihat seisi rumah .
" Heemmm , kalau saya lagi gak butuh Amir ,malas rasanya ketemu Astri menantu gak guna itu " Gumam ibu Amir .
Selang beberapa menit Amir dan Astri keluar .
"Ibu sudah lama ?" Tanya Astri sembari mencium punggung tangan ibu Amir.
__ADS_1
" Baru sampai ,gimana tri sehat kan kamu dan juga calon anakmu didalam ?" Mengukir senyum manis sembari memegang perut Astri.
" Alhamdulillah Bu sehat "
" Bagus lah kalau begitu ,ingat jangan dipakai malas - malasan nanti anakmu jadi pemalas , sering - sering dibawa jalan pagi jangan kalau pagi bangunnya siang terus "
" Iya Bu " Jawab Astri dengan lembut.
Astri duduk disamping ibu Amir .
" Mir ibu datang kesini itu sebenarnya ada perlu sama kamu ?"
" Perlu apa Bu ?"
" Eem begini , mau pinjem uang?"
" Untuk ?"
" Ya terserah ibu lah mir , pasti kalau minta ditanya untuk ? heran saya mau ngasih atau tidak ?" Ucap ibu jengkel.
" Ya iya lah gak ada karna kamu dan istrimu ini pakai uang buat hal yang gak penting ,pakai acara syukuran segala ,acara mewah lagi .Biar apa biar dilihat orang kalau Amir sekarang sudah banyak uang begitu ,kalau Amir sekarang lebih mementingkan istrinya dari pada ibunya sendiri begitu kan ?"
" Ibu , maafin Amir Bu bukan bermaksud Amir seperti itu ,ya sudah ibu mau uang berapa ?"
" Gak banyak mir 2 juta saja "
" Astri tolong pinjem uangmu dulu ya mas janji mas akan kembalikan nanti kalau jualan rame "
" Tapi mas itu uang kan buat tabungan persalinan nanti ?"
" Sudah ,gak usah ibu tahu kepentingan ibu tuh nomor sekian dari pada kepentingan mu Tri "
" Maaf Bu bukannya begitu ?" Ucap Astri .
__ADS_1
" Astri ambilkan dulu ya mas mohon ?"
" Ya mas "
Astri mengalah ,berjalan menuju kamar mengambilkan uang sejumlah yang mertuanya minta .
" Mir ,Astri itu memang beda gak kayak Hesti Hesti itu menantu yang baik ,Dia selalu menyisihkan uang buat ibu kalau Astri mana pernah mir kasih ibu ? Kayak tadi ini begitu kekehnya Astri pertahanin tuh uang padahal kan yang minta ini mertuanya ?"
" Ya Bu nanti Amir akan bicara dengan Astri supaya tidak kayak tadi lagi " ucap Amir seraya menenangkan ibunya.
" Iya harus itu , kamu itu laki - laki mir anak ibu yang paling ibu sayang jadi jangan mau kamu diatur dengan istrimu orang yang baru datang di kehidupan mu 8 tahun lalu , kamu harus ingat ibumu ini yang melahirkan mu ,merawatmu dan membesarkan mu "
Amir hanya mengangguk .
Langkah Astri terhenti kala mendengar pembicaraan ibu dan anak ,Astri hanya sanggup mematung dibalik dinding .Apa yang dikatakan mertuanya begitu berbalik dengan kenyataan ,padahal selama ini Astri tidak pernah menghamburkan uang , uang yang Amir beri selalu di simpan ,untuk kebutuhan keluarga ,setengahnya untuk beramal .
" Ehem ... " Astri berdehem
" Mana uangnya ?" Tanya Amir .
" Ini mas ? Tapi maaf aku hanya bisa beri 1 juta karna yang satu juta sudah habis kemaren Astri pakai beli skincare " Ujar Astri dengan nada pelan.
Amir menerimanya .
" Tuh kan mir istri kamu ini memang suka sekali hambur uang ?"
" Sudah lah Bu gak papa ini dulu ya ?" Amir memberikan uangnya ke ibunya .
" Memang kamu itu ya , belajar dong kayak si Hesti menantu paling baik ,pengertian ? Ya sudah mir ibu pulang dulu ya jangan lupa nasehatin ini istrimu biar jadi menantu yang bisa diandalkan ?"
" Iya Bu makasih ?" Ucap Astri
" Heeems " Ibu Amir memalingkan muka ,dan bergegas pergi .
__ADS_1
.