Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Uang terakhir


__ADS_3

" Heh ... kenapa malah diam aja Hesti ! " Teriak ibu kala melihat Hesti malah diam mematung dibelakangnya.


Hesti terperanjat kaget " Iya Bu dengar semua" jawabnya .


" Apa ?" Ibu mengulangi bertanya.


" Ya dengar Bu ,ibu gak usah bingung Hesti nanti akan kerjakan semua tenang Bu tenang " jawabnya santai.


" Ya sudah ibu pergi dulu ke rumah Amir ?Ingat ya harus bersih ? " pesannya. " Rumah kok kayak kapal pecah bikin bosen aja lihatnya " Omel ibu sembari melangkah pergi.


Hesti masih berdiri dan menirukan Omelan ibunya tanpa suara .


Bagi Hesti mendengar ocehan mertuanya seperti itu sudah biasa ,Hesti juga tahu kelemahan mertuanya yaitu diam ketika diberi uang . Hesti memang wanita cantik dia juga rajin beres rumah jika malasnya tidak datang tapi jika datang seminggu pun rumah akan dibiarkan berantakan seperti saat ini .Baginya membahagiakan diri sendiri lebih penting dari pada membahagiakan orang lain.


Tok ....


Tok ...


Tok ...


Ibu mengetuk pintu rumah Amir dengan penuh semangat.


Cekleekk ...


pintu dibuka ,Terlihat Amir yang memakai kaos dan sarung.


" Ibu , masuk Bu " Ajaknya.


Ibu pun masuk dan langsung duduk tanpa disuruh." Habis sholat Dhuha mir ?"


" Iya Bu , mau minum apa Bu ?"


" Gak usah Mir ,ibu kesini cuma cari suasana yang tenang " keluh ibu.


" Emang ibu kenapa ? Apa lagi berantem sama Priyan atau Hesti ?" tebak Amir .


Ibu menghela nafas panjang kemudian menghembuskan dengan kasar " Bukan Priyan tapi Hesti tuh , masak dirumah bisanya telvonan terus yang dari temannya lah , kakak iparnya, saudara jauhnya ,orang tua nya , dan masih banyak lagi . Rumah sudah seperti kapal rusak berantakan dimana - dimana ? Belum lagi cucian sudah numpuk ditempat cucian dan masih banyak lagi " Keluhnya lagi.


" Sabar Bu , mungkin Hesti capek atau mungkin Hesti ada kesibukkan lain ,ibu harus sabar kalau bisa ibu kasih tahu Hesti baik - baik , atau ibu beri contoh dulu ke Hesti biar Hesti lebih tahu apa saja yang harus di kerjakan. "

__ADS_1


"Ya mir ,tapi andai saja ibu punya uang buat bayar irt untuk hari ini saja pasti ibu seneng banget ,pulang rumah rapi ,cucian bersih ada yang masakin ada yang pijitin ibu Hemm pasti enak banget , Mir kamu masih punya simpanan uang tidak ? pinjamin ibu dong ibu janji bulan depan ibu ganti semua sama yang uang kemaren ?" Pintanya.


Amir terlihat berfikir sejenak " Eum gimana ya Bu jujur saja Amir memang ada tapi uang itu buat biaya persalinan Astri nanti "


" Mir kamu gak kasian ibu masak ibu sudah tua gini masih disuruh bersih - bersih kan capek mir nanti kalau asam urat ibu kambuh bagaimana ?" Ibu memelas .


" Ya udah ntar ya Bu ,Amir bicara dulu dengan Astri " Amir menoleh kearah kamar " Astri bisa kesini ! " Teriak Amir .


" Ya mas " Suara Astri dari dalam kamar kemudian terlihat menghampiri Amir dan ibunya.


" Ya mas ada apa ? ,Ibu sudah lama ?" Ucap Astri seraya menyalami tangan ibu mertuanya.


" Baru saja ?" ucap ibu ramah.


" Duduk dulu sini sayang " Perintah Amir seraya menepuk kursi yang ada disampingnya " ada yang ingin mas sampaikan ke kamu " Tambahnya.


" Ada apa mas serius sekali" Astripun duduk disamping Amir .


" Begini ibu mau pinjam uang lagi soalnya ibu butuh irt untuk hari ini saja ?" jelas Amir.


" Memangnya ibu lagi ada acara apa mas Bu ?" Memandang bergantian.


" Gimana Astri , kamu pinjamkan dulu ya uangnya buat ibu lagian kan lahiran masih lama kita masih ada banyak waktu buat cari uang untuk dana persalinan" ujar Amir menyakinkan.


Kalau sudah begini Astri mau tidak mau harus menyerahkan uang terakhirnya untuk mertuanya .


" Ya mas , ntar Astri ambilkan."


Astri beranjak dari tempat duduknya melangkah ke arah kamar ,selang beberapa menit kemudian kembali didepan Amir dan ibunya dan menyerahkan uang terakhir itu kepada mertuanya.


"Makasih Astri,Amir kalau begini kan ibu bisa pulang dengan enak dan tentunya asam urat ibu gak bakalan kambuh lagi "


" Ya Bu sama - sama tapi Amir mohon ibu beneran ya cari irt nya "


" Ya Amir kamu tenang aja ibu bakal cari beneran kok , masak kamu gak percaya sama ibu " Tukasnya.


"Bukannya gak percaya Bu tapi Amir takut kalau ibu hilaf lagi kayak yang sebelumnya"


" Tenang , kali ini ibu sadar kok , kalau begitu Ibu pamit dulu ya Assalamualaikum "

__ADS_1


" Waalaikumsallam" Ucap mereka bersamaan."hati - hati Bu " Tambah amir


" Iya " Ucapnya dari kejauhan.


Astri dan Amir kembali duduk kali ini mereka memilih duduk diteras .


" Mas ,gimana masalah kemaren ?" Astri mengawali percakapan


" Alhamdulillah ,tri masih sama belum ada titik terang bajunya sudah dikembalikan semua . dan setelah mas cek ternyata banyak baju yang jahitannya kurang rapi ,belum lagi ada yang sobek lebih parahnya lagi mas sudah hubungi dari pihak agennya malah sudah gak aktif, kata temennya mas agen itu sudah beberapa bulan terakhir ini memang lagi ada masalah yang mengakibatkan kebangkrutan dan juga penipuan .Huh ... mas gak tahu lagi tri harus apakan baju - baju itu " Keluh mas Amir.


" Sabar ,ini ujian bagi kita agar kita bisa lebih sabar dan bersyukur lagi "


" Ya tri mas juga berfikir ya begitu , tapi mas kawatir kalau - kalau mas gak bisa bahagiain kamu dan juga anak kita nantinya."


" Yakin saja mas dengan kuasa Allah , lagian kan mas sudah usaha dan berdoa selanjutnya kita pasrahkan saja , Mau dikasih yang mana - mana pasti semua itu terbaik buat kita "


Astri semakin bingung setelah mendengar keluh kesah dari suaminya ,bagaimana tidak uang simpanan yang dibawa Astri sudah kosong tak tersisa . Belum lagi lusa harus cek ke dokter kandungan , Astri hanya mampu bersabar dengan ujiannya saat ini .


"Assalamualaikum "


Salam pak RT yang datang kerumah Astri dan Amir.


" Waalaikumsallam " Astri dan Amir menjawab.


" Pak RT mari masuk pak, silahkan duduk " Ajak Amir sedang Astri segera pindah dari duduknya dan berdiri agak menjauh dari tempat duduknya.


" Ya ,makasih pak Amir " pak RT langsung duduk dikursi bekas Astri duduk tadi.


" Mau minum apa pak " Tanya Astri yang masih berdiri didekat pintu .


" Gak usah Bu Astri , Saya cepat saja "


" Memang ada apa ya pak ? Tumben - tumben pak RT keliling sendiri . " Tanya Amir.


" Begini pak Amir Bu Astri sebentar lagi kan mau puasa nah besok akan diadakannya kerja bakti bersama supaya jalanan didesa ini terlihat rapi dan nyaman , Kalau bisa mohon kehadirannya untuk kerja bakti bersama "


" InsyaAllah pak RT nanti saya akan ikut jika tidak ada halangan , Eum besok kerja baktinya jam berapa ya pak mulainya?"


" Besok rencana kerja bakti dimulai jam 8 pak sampai selesai kalaupun pak Amir gak bisa datang juga gak papa tapi begini pak berhubung kita kerja bakti bersama alangkah baiknya jika bapak dan keluarga ikut menyumbang untuk dana konsumsi maksimal 200 ribu lebih juga boleh"

__ADS_1


" Oh ya pak RT "


__ADS_2