Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Bersyukur lebih baik.


__ADS_3

" Endah ada didalam permisi " Ujar suami Endah yang lewat begitu didepan Astri dengan langkah cepat.


Astri mematung sejenak ,Astri bingung antara memilih mau kembali atau tetap menemui Endah. Berfikir sejenak .


"Bismillah, assalamualaikum !"


" Wa-waallaikumsalam "


Endah cepat - cepat mengusap air matanya yang jatuh dan senyum kepada Astri .


" Astri mari masuk ?" Endah menyambut Astri dengan senyum yang terpaksa karna wajahnya terlihat sangat sedih.


" I- iya Ndah makasih , ini saya mau antar ini tadi ketinggalan ?" Astri menyodorkan kantong plastik berwarna hitam ke Endah.Endah menerimanya.


" Oh, iya itu sabun mandi tadi pantes aku cari - cari gak ada ,makasih tri udah mau anterin kesini."


" Ya sama - sama ,Ndah kok sepi Ndah mertuamu dimana ?"


"Oh ,mertuaku lagi ada acara dirumah anaknya pertamanya mungkin Lusa baru pulang "


" Ow gitu ,terus si kecil mana ?"


" Lagi bubuk ,dari tadi belum bangun "


" Ow ,gitu kalau gitu saya pamit dulu Ndah takut ganggu kamu ?"


" Ish ... ngapain buru - buru tri ,gak ganggu kok ,lagian aku jenuh gak ada temen ,paling biasanya Bu Nani yang kesini kalau gak gitu aku yang kesana ? Udah duduk sini dulu gak papa "Ajak Endah .

__ADS_1


Astri pun mengangguk . Padahal sebenarnya Astri merasa tidak enak karna tadi Endah baru saja debat dengan suaminya dan Astri gak sengaja mendengar debat mereka .


Astri kaget dan juga gak enak hati . Astri diam sesaat bingung harus memulai pembicaraan dari mana .karna Astri benar - benar canggung rasanya .


" Astri , pasti enak ya tinggal jauh dari mertua . Bebas ,gak ada tekanan ya gak ?"


"Eum , sama saja Ndah namanya kita hidup pasti ada gak enaknya "


" Ya tapi kan enak tri jauh dari mertua ?"


Astri diam ,ia bingung harus jawab apa ? karna dulu Astri juga pernah merasakan tinggal serumah dengan mertua meski gak lama tapi hidup dengan mertua itu ada tantangan tersendiri . Dimana kadang masalah sepele menjadi besar ,perbedaan pendapat saat menentukan sesuatu , mengikuti kadang terpaksa ,lebih banyak mengalah dan masih banyak lagi .


"Miris memang tri jika kita bersuami dengan yang belum tepat , kita harus banyak - banyak mengalah belum lagi harus tinggal serumah dengan mertua rasanya seperti seorang diri yang harus bisa membawa diri sendiri .Menyemangati diri sendiri dan selalu tegar menghadapi segala sesuatu sendiri "


" Endah " Astri memegang telapak tangan Endah meremasnya lembut ,berusaha untuk menenangkan Endah .


"Rasanya gak kuat tri ,hidup begini suamiku selalu meminta lebih dariku ,sedangkan mertuaku kadang baik kadang marah - marah gak l


jelas . Dan suamiku gak pernah berpihak diaku suamiku selalu membela orang tuanya meski aku yang benar tapi tak pernah benar Dimata suami dan juga mertua "


Endah bercerita dengan tangis sesenggukan.


" Endah ,sabar Ndah mungkin suami mu lagi ada masalah atau mungkin suamimu lagi capek . Sabar setiap mertua memang sering begitu kadang marah kadang baik tapi sebenarnya mereka baik kok "


" Enggak tri ,keluarga ini gak begitu , selama ini mereka hanya baik diluar sebenarnya ,ah ... aku capek rasanya .Meski suamiku gak pernah memukul ku tapi suamiku selalu menuntutku untuk ,mewujudkan semua keinginan apapun yang diinginkannya ,dulu suamiku mau anak Alhamdulillah Allah memberikan kalau tidak mungkin aku sudah cerai dengannya dan sekarang suamiku masih menuntutku agar aku menjadikan anak kita gendut seperti anak temanya , belum lagi mertuaku juga meminta hal yang sama "


" Astagfirullah , yang sabar Ndah mungkin. sekarang anak kamu masih masa pertumbuhan dan anak bayi biasa kan kalau badannya kecil nanti lama - lama kan gendut "

__ADS_1


" Ya tri , tapi suamiku dan mertuaku gak mau tahu maunya itu bagaimana caranya agar anak aku gendut. Padahal selama ini aku udah kasih uang terbaik buat anakku ini sampai aku minumi susu yang terbaik ,tapi nyatanya masih tetap ,dan aku merasa tertekan dengan permintaan suami dan mertuaku "


" Ndah terkadang kita memang harus mengupayakan dan menuruti apa kata orang tua dan suami jika itu masih wajar ,dan masih dalam kesanggupan kita . tapi Ndah kalau kita sudah merasa gak mampu lebih baik sudah fokus saja dengan anakmu , yang terpenting sehat itu kuncinya . Karna sehat itu mahal. Memang berat saat kita mendengar ocehan dari orang apalagi dari orang terdekat sendiri rasanya mungkin lebih sakit tapi ingat ndah ,pertumbuhan anak mu dan kewarasmu lebih berharga dan lebih segalanya dari pada harus mendengar ,meratapi semua. "


" ya tri makasih , Aku akan lebih kuat lagi "


" Jangan sungkan datang kerumah Ndah "


Endah mengangguk .


" Hiks ... hiks ... " Suara anak Endah menangis.


" Tri aku tinggal dulu ya anak ku lagi nangis ?"


" Ya Ndah aku juga mau pulang , ingat jangan pernah pendam sendiri beban mu Ndah ada aku yang siap membantu "


" Ya tri makasih "


" Besok aku datang lagi?"


" Ya "


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsallam "


Astri pun pergi meninggalkan rumah Endah .

__ADS_1


" Astagfirullah , maaf kan aku ya Allah jika aku masih kurang bersyukur. Betul kata mas Amir dulu jangan pernah melihat orang dari luarnya karna kadang orang bisa menipu . Dan yang terlihat bahagia bukan berarti selalu bahagia dan yang susah belum tentu selalu susah "


__ADS_2