
Semua mata tertuju pada suara tersebut terlihat perempuan setengah tua muncul tiba - tiba dari belakang warga pakaiannya sangat modis bisa dibilang orang kaya dengan menenteng tas mewah dan juga ponsel ditangannya . Berjalan mendekati warga Wawan yang melihat itu kaget bukan kepalang
" Kok bisa ?" Wawan bergumam dalam hati .
" Anda siapa ?" Tanya pak RT kepada ibu - ibu itu .
Ibu - ibu menatap wajah Wawan dengan tajam . Wawan menundukkan wajah tak berani menatap sedangkan Hesti ,malah menunjukkan wajah sinis ke ibu - ibu itu .
" Saya punya buktinya ,ini ?" Wanita itu menyerahkan ponselnya . kepada pak RT.
" Astagfirullah,benar - benar !" Pak RT kaget .
Yang lainpun ikut melihat benda pipih itu yang isinya sungguh sangat membuat shock para warga .
" Tuh kan ! Apa yang ku bilang tadi kalau orang ini memang melakukan mes*m ditempat ini ! Pak RT kita beri sangsi saja kedua orang ini biar kapok !" Usul lelaki yang marah - marah itu .
Deg
Hesti yang mendengar itu langsung takut dan mengkerut nyalinya.
" Iya betul itu pak RT kalau perlu kita arak aja kedua orang ini keliling desa supaya buat pelajaran anak cucu kita biar mereka tak berani lagi berbuat seperti ini didesa ini !" Tambah seorang bapak - bapak.
" Jangan pak jangan kami gak salah kami disini hanya numpang istirahat sebentar karna disini tempatnya nyaman " Wawan mencoba membela diri .
" Sudah ketahuan masih saja mengelak " Tukas ibu berpakaian modis itu.
Istri Wawan yang berlagak tak mengenali Wawan dan ogah membantunya bahkan istri Wawan malah bahagia.
" Mama ,tolong papa ma ?" Wawan memohon mendekati istrinya dan memegang tangannya .
Hesti yang melihat itu tersulut emosi dan menarik Wawan .
" Om ,ngapain memohon ke ibu - ibu ini ?Mama maksud om apa panggil dia begitu ?" ujar Hesti dengan nada tinggi.
__ADS_1
" Ah ,kamu minggir kamu ! gara - gara kamu aku jadi terkena masalah !" Bentak om Wawan ke Hesti seraya mendorong tubuh Hesti agar menjauh.
Warga yang melihat itu saling pandang satu sama lain ada juga yang berbisik - bisik ke teman lainya .
" Mama papa mohon tolong papa ?" Mohonnya lagi .
" Aku tidak kenal siapa kamu ? Aku datang kesini hanya ingin membantu warga sini memberikan bukti tentang kelakuan anda dan juga perempuan Mura*an ini !" Tunjuk ibu itu kearah Hesti " Kamu mulai sekarang bukan siapa - siapa lagi dikeluarga darma agung dan kamu jangan lagi cari - cari saya mengerti ! hardiknya .
" Kamu salah faham Wenda ,aku tidak melakukan apa - apa? Wanita itu yang menggoda ku " Tunjuk Hesti " ku mohon Wenda percaya denganku ,percayalah !" mohonnya lagi. kali ini Wawan sampai bersimpuh dikaki Wenda istrinya tanpa malu dilihat para warga .
Dengan tampang kesal dan amarah yang memuncak Wenda mendorong tubuh Wawan menggunakan kakinya . Seketika Wawan jatuh kebelakang.
"Saya kan sudah bilang pada anda kalau saya gak kenal , kenapa masih mohon - mohon . Waktu kamu berkencan dengan wanita itu saja kamu diam - diam ,giliran ketahuan kamu koar - koar minta tolong hey Wawan ingat ya saya dan juga putri ku, tidak membutuhkan kamu ? Karna kamu hanya benalu dirumah saya bahkan kamu tak penting lagi dikehidupan saya ngerti " Maki Bu Wenda.
" Bapak - bapak silahkan saja kedua orang ini dibawa ,terserah kalian mau apakan mereka berdua. Semua kuserahkan pada pak RT dan warga karna bagaimanapun juga ini daerah kalian ,jadi kalian lah yang pantas menghukum mereka berdua supaya orang luar gak ada yang berani mengotori lingkungan kalian seperti yang mereka lakukan saat ini. "
" Mama jangan begitu ma !" Wawan terus memohon.
" Alah , dasar laki - laki tua gak ingat istri ! sudah ayo kita bawa kembali desa dan kita beri hukuman yang pantas yang tidak akan bisa mereka lupa selamanya !" Teriak salah satu lelaki. Menarik tangan Wawan untuk digiring dibalai desa .
Wenda melangkah pergi meninggalkan Wawan begitu saja.
" Wenda , awas ya kamu istri durhaka ! lihat saja nanti setelah ini akan aku talak kamu Wen !" Maki Wawan kepada istrinya yang sangat acuh kepadanya saat ini.
***
Dibalai desa mereka diduduk kan di tengah - tengah para warga ,disini sekarang sudah ada pak lurah dan Bu lurah yang baru saja tiba dan sudah mendapat penjelasan dari pak RT tentang duduk masalah yang terjadi.
" Karna ini kesepakatan bersama maka hukuman yang pantas buat orang luar yang sudah berani berbuat tidak mengenakan di daerah kita maka saya selaku lurah disini memutuskan bahwa hukuman yang pantas yaitu mandi air got masing - masing orang mendapat giliran satu gayung untuk memandikan kedua orang yang bersalah ini, Semoga hukuman ini bisa menjadi sebuah pelajaran bagi semua warga sekitar agar tidak melakukan hal - hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain ." Tutur pak lurah.
Hesti menangis sejadi - jadinya merasa malu juga terhina . Bagaimana tidak baru kali ini dia harus merasakan mandi air got yang bau bahkan ada ulat dan cacing disana. Begitu juga om Wawan yang sekarang tertunduk pasrah dengan keadaan saat ini.
Byuuuurrrr ....
__ADS_1
" Aaa .... huum ...heeemms ..." Hesti menjerit dan menangis .
Air got kini sudah membasahi kepala dan wajah Wawan dan juga Hesti .
Bulu kuduk Hesti berdiri kala ulat dan cacing merayap ke tangan dan kakinya . Tubuhnya dingin karna guyuran air dan juga terkena terpaan angin .
Entah berapa gayung air yang disiram oleh warga ke tubuh Wawan dan Hesti .
Saat Hesti membuka mata ulat - ulat itu dan juga cacing merayap - rayap di dekatnya dan tubuhnya.
" Aaaakkk... aaak ...tidak ...!" Teriaknya lalu pingsan .
***
Dirumah Priyan ,ibu Arum ,Amir dan juga Astri berkumpul diruang keluarga . mereka bingung karna hari sudah petang tapi Hesti belum juga pulang padahal tadi Hesti berpamitan dengan Priyan untuk membeli sabun. Tapi sampai saat ini juga belum pulang.
"Apa kamu sudah mencoba menghubungi keluarga Hesti yan ?" Tanya ibunya yang santai saja.
" Sudah Bu ?Tapi mereka juga gak tahu ?"
" Apa mungkin Hesti pergi kerumah temennya ?" Tebak Amir
" Gak ada mas ,dari mulai temannya main terus ibu - ibu sekolah Enggar ,teman arisan semua gak ada yang tahu Hesti kemana ? padahal tadi dia cuma bialnganya mau beli sabun aja " Ujar Priyan yang kini mondar - mandir memegangi ponsel .
" Gimana kalau kita cari sekarang aja ? mumpung belum malam ? " Ujar Astri.
"Mau cari dimana ? Kan tadi Priyan sudah bilang kalau teman - temannya semua gak ada yang tahu ! Bikin susah diri aja kasih solusi ?" Sahut ibu Priyan .
" Tahu nih mbak Astri ,kalau gak tahu apa - apa itu mending diam dari pada bikin orang tambah pusing" Tukas Priyan.
" Priyan ,ibu kan Astri cuma beri saran kalau gak mau ya sudah " Bela mas Amir.
" Gak papa mas " Ucap Astri pelan .
__ADS_1
Astri memang sudah biasa tak dianggap dikeluarga ini .