Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
USG


__ADS_3

" Bagaimana pak apa Bu Hestinya ada ?" Tanyanya lagi.


" Maaf pak Hesti gak ada karna kemaren izin pulang kerumah orang tuanya ? " Jawab Priyan.


" Siapa mir ?" Suara ibu dari dalam.


" Eum ... gak papa Bu gak siapa - siapa ? Cuma nanya alamat " Jawab Priyan.


" Lha terus bagaimana ini pak urusannya ? Kalau anda gak bisa bayar hari ini juga maka saya akan membawa motor anda sebagai jaminannya?" Tegas lelaki itu, Priyan melongo dalam hatinya bergumam kesal " Bagaimana bisa hutang yang gak sampai 5 juta mau narik motor yang harganya puluhan juta ,ow tidak bisa ,tapi mana bisa aku bayar uang segitu keuangan lagi nipis lagi .Sial bener memang Hesti ... Hesti ... kenapa kamu pakai acara minjem ke rentenir begini sih "


" Bagaimana pak ? malah nglamun kami ini disini nagih hutang ? bukan penonton yang memandangi artis ! . Udah kita bawa aja motornya ? " Bentak preman itu seraya mengajak temannya untuk mengambil motor yang ada digarasi.


" Eh , jangan - jangan enak aja mau main ambil - ambil ,hutang gak seberapa juga mau seenaknya main comot barang orang ?" Priyan menghalangi kedua preman itu dengan membentangkan kedua tangannya.


" Makannya mau dibayar apa motor jadi jaminan !" Bentak preman itu lagi.


" Ya saya bayar tunggu disini totalnya berapa ?" Ucap Priyan .


" Ini semua catatan ada di sini ?" Menghadapkan ponselnya , kemudian Priyan membaca tulisan yang ada di ponsel preman tersebut .


" Sial di Hesti , ya udah tunggu " Ujarnya kemudian masuk kedalam rumah .


Dalam hatinya terus mengomel ,Padahal uang simpanan Priyan benar - benar menipis dan sekarang mau tidak mau Priyan harus mengurangi simpanan uangnya untuk membayar hutang. Saat selesai mengambil uang dikamar Priyan kembali ke preman tadi namun Priyan tak sengaja menabrak ibunya .


" Bruuuk ..."


" Aduh Priyan hati - hati " Keluh ibunya.


Seketika Amplop berisikan uang itu jatuh tepat didepan ibunya . Mata mereka saling memandang amplop yang jatuh itu dan dengan bersamaan mereka mengambilnya.


" Ini uang Priyan buat siapa ? "


" I- ini uang ,eum uang itu uang ...?" Priyan berfikir keras untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi.


Tangan mereka masih memegangi amplop itu dengan posisi mendapat bagian ujung - ujung.


" Uang siapa ? Kemaren ibu mintak kamu katanya gak ada lha ini apa ? sudah sini buat ibu ?" Ibu menarik kuat amplop tersebut .


Priyan pun tak kalah ikut menarik amplop tersebut " I- ini Bu ,ini itu uangnya temenku ,kemaren temenku nitip disini takutnya diminta istrinya gitu ,ini baru Priyan mau kasihkan karna temenku sudah nunggu didepan tuh ? "


Ibu Priyan menyipitkan matanya masih belum percaya dengan omongan Priyan.


" Sudah sini Bu ?" Priyan menarik Amplop itu dan kini sudah berada ditangan Priyan, Priyan pun segera melangkah pergi.


" Eh tunggu !" Ujar ibu menghentikan langkah Priyan yang belum jauh .


" Priyan pun dengan ragu membalikkan badan kembali menghadap ibunya namun tidak beranjak dari tempatnya." Iya Bu apa lagi ? Kasihan tuh orangnya udah nunggu ?"

__ADS_1


" Ya udah - ya udah sana ?"


" Huffzz ...Priyan membuang nafas lega"


Terlihat diteras kedua preman ini menunggu , dengan masih berdiri didekat pintu .Sebelum memberikan uang nya kepada kedua preman itu Priyan memastikan ibunya tidak melihat nya kalau sampai melihat dan mendengar bisa - bisa terjadi perang kedua .


" Aman " ucap Priyan saat selesai melihat belakang." Ehem ... " Priyan berdehem .


Kedua preman itu pun langsung melihat Priyan.


" Ini saya lunasi semua ,jangan kesini lagi dan ingat kalau Hesti pinjam sama kalian jangan diberi bilangin tuh sama bos kalian Hesti itu tidak akan bisa bayar dan ini kali terakhirnya saya mau bayarkan kalau nanti Hesti pinjem lagi saya gak akan mau bayar " Pesan Priyan kepada kedua preman itu seraya menyerahkan uang di amplop tadi.


" Iya beres , nah kalau gini kan enak ? kita kerja juga cepet pulang tanpa drama marah - marah ya gak ?" Ucap preman itu.


" Ya sudah sana pergi " usir Priyan .


" Oke ,santai aja bos kami tetap pergi ko " Ujarnya dengan senyum merekah " Ayuk kita pulang ? " Ajak preman itu pada temannya .


Preman itu sudah hilang dari pandangan Priyan , Priyan sangat lega namun dihatinya masih kesal dengan Hesti .


"Awas kamu Hesti ? Kalau sampai rumah berani - beraninya kamu ngutang begitu tidak bilang ke aku ?"


***


Dirumah Astri sedang sibuk berdandan . Sedangkan Amir terlihat sibuk memainkan ponselnya.


" Ini katanya jam 10 tri ? Apa mau berangkat sekarang?"


" Ya gak papa mas berangkat duluan lebih bagus jadi kita nanti sampai sananya kan bisa tepat waktu "


Kini Astri menghadap suaminya.


"Oke , kalau begitu ayok , sudah siap kan ?"


" Sudah mas ?"


" Kamu cantik sekali tri pakai baju ini ,ternyata istriku pinter sekali dandan." Puji Amir


" Alah mas ini masih aja pinter ngrayu "


" Itu gak ngrayu Astri sayang ,tapi itu "


" PERKATAAN JUJUR YANG KELUAR DALAM HATI " Ucap mereka bersama.


" Haha ... kamu ini Tri - Tri paling senengin ngehafalin omanganku."


" Ya iya lah mas ,mas kan selalu begitu "

__ADS_1


" Ya sudah ayok berangkat " Ajak Amir menggandeng tangan Astri dengan mesra.


Perjalanan yang ditempuh Amir dan Astri sangat mulus karna jalanan sepi . Amir dan Astri sampai ke dokter kandungan lebih awal disana baru terlihat 1 orang Astri orang kedua yang datang.


"Misi mbak " sapa Astri kepada perempuan berkerudung merah itu.


" Ya mari " Jawabnya dengan ramah.


" Dokternya sudah ada mbak ?" Tanya Astri basa - basi.


" Sudah baru aja masuk ?"


" Ow"


"IBU ANI !" Suara panggilan petugas jaga .


Wanita yang ada disampingku langsung berdiri dari tempat duduknya ."Iya " Jawabnya .


" Silahkan masuk Bu ,dokter sudah ada didalam" Suara petugas jaga.


Dengan senyum ibu itu melangkah " Mari saya duluan ?" Pamitnya kepada ku ." Iya Bu " jawabku.


" Sudah ambil nomor yank ?" Tanya Amir yang baru saja masuk karna tadi Amir memarkirkan mobilnya dan Astri memilih masuk duluan.


" Ya sudah ,aku nomor 2 ini bentar lagi juga masuk ,sini duduk dulu?" Ajak Astri menepuk bangku kosong disebelahnya ,Amir pun langsung duduk .


Setengah jam menunggu akhirnya tiba nama Astri dipanggil .Astri dan Amir pun masuk kedalam.


" Assalamualaikum dok "


" Waalaikumsallam Bu Astri ,pak Amir silahkan duduk "


Astri dan Amir pun langsung duduk.


" Jadi bagaimana apa ada keluhan selama ini yang ibu Astri rasakan?" Tanya dokter .


" Alhamdulillah dok gak ada ?"


" Alhamdulillah mari saya cek "


Setelah pemeriksaan selesai kini Astri dan Amir tinggal menunggu hasil .


" Alhamdulillah semua baik dan sehat ,namun saya sarankan untuk nanti kesini lagi karna masih ada pemeriksaan lebih lanjut lagi " ucap dokter.


" Baik dok terimakasih "


" Ya sama - sama "

__ADS_1


Amir dan Astri sangat lega mendengar perkataan dokter mengenai anak yang ada dikandungan Astri. Mereka tak henti - hentinya mengucap syukur kepada Allah.


__ADS_2