Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Yang ditunggu.


__ADS_3

" Dapat nomor antrian berapa mas ?" tanya astri yang sedang duduk menunggu didepan ruangan yang bertuliskan dokter spesialis kandungan.


" Ini nomor 32 gak papa kan ?" ucap Amir seraya menunjukkan kertas kecil bertuliskan angka.


" Ya mas gak papa,sini mas duduk dulu ?" Astri menepuk kursi kosong yang ada disebelah kirinya.


Amir mengangguk seraya duduk.


" Nomor 8 " Teriakan petugas penjaga.


Semua yang ada disitu menoleh ke kanan dan kiri mencari pemilik nomor 8 kemudian terlihatnya wanita muda dengan perut besar bisa dipastikan usia kehamilannya sudah menginjak 9 bulan. Dengan berhati- hati wanita itu berdiri dari duduknya berjalan masuk kedalam ruangan dokter disambut oleh petugas penjaga.


Satu persatu pasien mulai berdatangan dari yang sudah memegang nomor masing- masing dan ada yang baru saja ambil nomor .Yang tadinya hanya beberapa orang kini mulai banyak orang. Kursi pun mulai penuh dengan pasien yang mengantri.


" Mbak permisi " Sapa perempuan yang terlihat hamil memegangi perutnya yang sudah besar duduk tepat disebelah Astri.


Astri tersenyum dengan menganggukkan kepala.


" Sudah ada dokternya didalam? dapat antrian nomor berapa?" Tanya ibu lagi.


" Sudah ada, saya dapat nomor 32 kalau ibu antrian nomor berapa?"


" Oh, ini antrian nomor 30 ,sudah sampai antrian keberapa ini? "


" Tadi yang masuk baru nomor delapan " ucap Astri.


" Duh..lama sekali ya,mana sakit ini perut yang tenang ya nak didalam" ujar ibu itu seraya mengelus perutnya.


" Berapa bulan Bu usia kandungan ibu?"

__ADS_1


"Ini sudah menginjak 9 bulan ini dan akhir- akhir ini saya sering merasakan keram dan kebetulan ini anak yang kedua belas saya "


" Ke 12 bu?" ucap Astri dan Amir bersamaan yang kaget.


" Iya.."


" Oh maaf Bu , kaget saya? " ucap Astri tidak enak. Sedangkan Amir tertawa dibalik tangannya yang sengaja ditutupkannya ke mulutnya.


" Ya gak papa?kalau situnya?" ujar ibu itu dengan mata melihat ke perut Astri.


" Eum saya baru periksa Bu anak pertama?"


" Oh,sering- sering makan touge sama kacang- kacangan biar punya anak banyak kayak saya"


" Iya buk?" ucap Astri.


Setengah jam berlalu nomor antrian 8 pun juga belum keluar dari tadi. Semua pasien yang menunggu diluar mulai jengah. Ada yang kipas- kipas ,ada yang main ponsel ,ada yang minum beberapa kali dan ada yang menegelus- elus perutnya beberapa kali.


" Ya lama sekali , gak mikirin yang ada diluar kah?" yang lain menimpali.


"Iya nih gak tau kitanya sudah capek duduk" ibu disebelahku ikut menimpali.


" Tenang - tenang ibu - ibu ,bapak- bapak tunggu sebentar ?" ucap petugas penjaga yang duduk dipojok penunggu nomor antrian.


" Huh , bikin kesel aja ?"maki salah satu pasien.


Suasana yang tadinya agak ribut ,menjadi sedikit mereda. Meski masih ada cuitan - cuitan kecil dari para pasien.


" Yang sabar ya?" ucap Amir menenangkan astri.

__ADS_1


" Ya mas gak papa kok?"


Selang beberapa saat , mobil ambulans datang ,semua yang ada disitu panik dan heran bukannya biasanya kalau orang yang lahiran atau sakit akan dibawa langsung kerumah sakit apalagi ini keadaan urgent begitu. Mungkinkah ambulans salah jalan? Tapi tidak mungkin lalu kenapa? dan mau apa?. Amir, Astri dan semua pasien disana saling menatap satu sama lain.


Dua petugas turun dari mobil ambulan bergerak cepat menenteng tandu ditangannya. seperti hendak meng evakuasi korban bencana alam. Seketika itu juga ruang dokter terbuka. Kemudian dua petugas ambulan tadi pun masuk keruangan dokter . Karna pintu sengaja dibuka semua pasien yang ada diluar pun ikut melihat keadaan didalam.


Terlihat seorang wanita muda tadi yang terakhir masuk pingsan dan tak sadarkan diri. Akhirnya kedua petugas itu pun mengangkat wanita itu menggunakan tandu yang sudah dibawanya.Setelahnya membawanya masuk dalam mobil ambulans. Di susul oleh dokter ikut serta Buru- buru masuk ke dalam ambulans.


" Ibu- ibu, bapak- bapak mohon maaf atas ketidak nyamananya kali ini, karna pasien tadi mengalami situasi yang sangat darurat jadi jadwal untuk hari ini akan digantikan dokter lain dan mohon kesabarannya dokter pengganti akan datang setengah jam lagi.Dan jika ingin menunggu Dokter Helen maka besok dokter akan kembali buka seperti biasa. " suster menjelaskan.


" Yaahhh, kalau begitu pulang saja lah , saya gak cocok dengan dokter lain?" ujar pasien .


" Ya saya juga ?" yang lain ikut menimpali seraya pergi meninggalkan klinik.


" Gimana mau nunggu dokter pengganti apa dokter Helen aja ?" Tanya mas Amir.


" Besok saja lah mas ,aku juga kurang nyaman kalau dokter lain ?"


" Ya udah kita pulang aja apa mau mampir kemana nih ?"


" Terserahlah mas jalan aja dulu"


" Oke deh ?"


Amir dan Astri pun meninggalkan klinik. Menaiki motor dengan sangat hati- hati .


" Tadi kenapa ya wanita tadi kasian sekali ya mas ?"


" Iya kasian juga ya tadi . Semoga kamu dan calon anak kita baik- baik saja tri didalam ?"

__ADS_1


" Amin mas " ucap Astri seraya mengusap perutnya dengan lembut.


Hari ini Amir dan Astri belum juga mendapat jawaban. Padahal hari ini adalah hari yang ditunggu Astri dan Amir dimana hari ini akan memastikan kelanjutan proses bayi tabung yang sudah dijalaninya selama ini. Berhasil 100% apa harus mengulang lagi.


__ADS_2