Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Yang ditunggu


__ADS_3

" Sudah siap mas ? "


" Sudah ayok berangkat ingat ya nanti kalau capek langsung pulang ya ?"


" Iya mas tenang "


" Beneran lho , jangan tenang - tenang tapi nanti diajak pulang gak mau ?"


" Janji mas "


" Ok "


Amir dan Astri akhirnya berangkat menuju tempat acara dimulai.Sekitar 15 menitan Astri dan Amir sampai . Disana sudah banyak yang datang rencananya Astri dan Amir cukup melihat saja .


" Wah ternyata sudah mau jalan mas ?"


Amir mengangguk seraya senyum .


" Amir !"


" Mbak Astri !"


Teriak Priyan dan Hesti yang terlihat ikut jalan memegang spanduk yang bertuliskan nama desa juga nomor urutan . Hesti dan Priyan memakai baju adat jawa .Sedangkan dibelakang mereka terlihat ada yang memakai kostum beraneka ragam . Tak lupa teatrikal dan juga tarian ikut meramaikan acara.


" Hesti cantik ya mas ?"


"Biasa aja ,masih cantik kan kamu ?"


" Masak ,sih mas ,mas - mas tuh lihat yang pakai maskot cantik ya subhanallah kalau anak kita perempuan semoga jadi seperti itu " Astri mengelus perutnya .


" Amin "


" Tri ayok sini ,jalan sambil olahraga !" Teriak Bu Nani yang sudah siap dengan baju tarinya .


" Makasih Bu Nani , takut capek "


" Oke - oke "


" Lho Amir gak ikut jalan ?" Tanya Bu sum yang tiba - tiba muncul . Entah dari mana tiba - tiba ada ,sudah kayak jalangkung saja .

__ADS_1


Amir tersenyum lalu menggeleng " Eh Bu sum ,bagus bener kostumnya Bu siapa yang bikin ?" ucap Amir .


" Ow ini ,Anak saya dong bagus kan ?"


" Heum ,bagus cocok di Bu sum "


" Ya iyalah "


" Ini mas asli apa kw Bu sum ?" Bu Nani memegang salah satu gelang yang ada di tangan Bu sum.


" Hehe ... Ya palsu lah Ni ,mana punya aku perhiasan banyak seperti ini . "


" Memang Bu Nani ,dandan ala apa sih konsepnya ?"


" Ini itu konsepnya aku dandan menjadi istri sultan tapi sultan kejam ,yang nantinya akan ikut peran diteatrikal "


" Oh gitu ,cocok - cocok " Ucap Bu Nani bersemangat .


"Ya sudah itu sudah mau mulai ayok ,Nik kita siap - siap "


Ajak Bu sum kepada Bu Nani .


" Amir Astri kita pergi dulu ya "


" Iya Bu Nani ,Bu sum "


Ucap Astri .


Bu sum dan Bu Nani pun bersiap untuk jalan . Sedangkan Amir dan Astri kini tengah melihat keramaian di depannya .


" Kita dirumah Bu Dar saja ya tri ?" Ucap Amir tiba - tiba .


" Ya mas gak papa lagian kan juga lewat sana"


" Heum "


Motor Amir pun melaju kerumah Bu Dar .


Sssssiiiit ...

__ADS_1


Motor Amir berhenti tepat didepan rumah pak Dar .


Didepan rumah Bu Dar sudah ada beberapa warga yang tak ikut , menonton disana . Bersabar menunggu para warga yang ikut karnaval lewat.


" Eh ,Astri sini - sini !" Ajak Bu Haya yang sudah berdiri di dekat pohon beringin besar disana.


" Eh Bu Haya ,iya makasih " Astri pun ikut berdiri menghampiri Bu Haya .Sedangkan Amir masih stay diatas motornya .


"Udah ,berapa bulan tri ini ?" Bu Haya memegang perut buncit Astri .


" Masuk sembilan Bu Alhamdulillah tinggal nunggu lahiran " Jawab Astri wanita berhijab dengan gamis yang senada dengan jilbabnya membuat kecantikan Astri terpancar.


" Wah ,cepet sekali ,lama gak ketemu ,ketemu - ketemu sudah besar aja "


" Iya Bu Haya ,habis kalau mau main kerumah suka gak enak takutnya ganggu ,Bu Haya juga gak pernah main dibawah pohon mangga nongkrong disana "


" Hehe ... Lagi sibuk tri ,sekarang lagi ikut pelatihan menjahit di desa sebelah ,Selain itu kadang suka disuruh bantu jahit - jahit disana lumayan uangnya buat jajan si putri "


" Ow ,pantesan jarang lihat Bu Haya "


" Iya Tri saya juga hampir gak pernah juga lihat kamu baru ini lagi hehe " Bu Haya terkekeh.


Bu Haya umurnya memang sudah tua ,selain itu Bu Haya juga sering mengeluhkan penyakitnya .Namun Bu Haya masih semangat dalam mencari kerja . Dulu waktu putri anaknya Bu Haya masih kecil Bu Haya memang hanya konsen mengurus anaknya dirumah , tapi setelah anaknya kini sudah bisa ditinggal ,jadi Bu Haya memilih ikut menyibukkan diri ikut pelatihan menjahit selain hobi Bu Haya ,Bu Haya juga sedikit demi sedikit mendapat uang dari ikut orang tersebut . Bu Haya ikut pelatihan didesa sebelah dimana pelatihan itu gratis tanpa dipungut biaya .


" ITU SUDAH MULAI !"


Teriak salah satu warga yang antusias karna melihat rombongan sudah terlihat.


Kamu semua pun langsung terfokus kejalanan .


" Iya itu sudah mulai ,wah bagus "


" Itu anak ku ! Anak ! "


Teriak histeris para emak - emak dan bapak - bapak yang kagum melihat anak dan saudara - saudaranya yang berdandan unik dan cantik.


Acara pun berjalan dengan baik semua menyambutnya dengan penuh suka ria . Tiba saat penampilan teatrikal singkat yang diperankan bapak - bapak dan ibu - ibu yang sangat totalitas dalam mendalami peran membuat para penonton ikut hanyut dalam cerita sampai - sampai ada yang menangis haru .


" Mas Amir !"

__ADS_1


" Siapa ?"


__ADS_2