Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Dia yang selingkuh suami yang dituduh.


__ADS_3

" Mas ,dengarkan dulu Astri bicara ? Setelah itu mas boleh saja menyalahkan Astri semau mas mas jika memang Astri benar - benar salah " Astri memohon.


" Apa lagi yang ingin kamu katakan Astri ini,pembelaan yang mana lagi ? Ini sudah jelas buktinya kamu yang menerima uang dari pak RT kan ?Gak nyangka Astri kamu benar - benar tega kepada ibu ku dan juga mas ? Apa kamu tahu semenjak kami anak - anak ibu ditinggal pergi bapak hanya sangkar itu lah peninggalan bapak yang masih ada sampai sekarang kenapa anak - anak ibu dan juga ibu gak berani jual karna disana banyak kenangan almarhum bapak yang tertinggal kenangan dimana setiap pagi bapak selalu merawat burungnya dan setiap hari membersihkan sangkar burung itu agar terlihat bagus dan terawat"


Lagi - lagi Astri hanya bisa diam menerima tuduhan dari suaminya perihal sangkar burung yang telah dijual.


Percuma juga kalau Astri bersuara semua akan sia - sia Amir gak akan gampang percaya segampang itu .


Setelah perdebatan itu Amir memutuskan keluar rumah dan Astri berdiam diri dikamar mencoba menengkan fikiran agar tidak stres .


Pukul 8 malam Amir tak kunjung pulang ,Astri yang dirumah tampak khawatir mondar - mandir diteras . menunggu kedatangan suaminya , ponsel Amir dihubungi beberapa kali pun tak ada jawaban .


" Apa aku coba susul kerumah ibu ya ? Siapa tahu mas Amir disana ? Tapi kalau aku susul nanti malah tambah runyam lagi ? Duh harus apa ini aku ? masak iya aku berdiri aja dirumah ?" gumam Astri yang panik dirumah sendirian menunggu Amir suaminya yang tak kunjung pulang.

__ADS_1


Astri mencoba menghubungi kembali nomor Amir . Entah berapa puluh kali Astri menghubungi Amir tak sampai disitu Astri juga mengirim pesan ke nomor Amir yang tak tahu berapa kali chat yang dikirim kesuaminya.


" Angkat dong mas ?" Gumamnya seraya berusaha menghubungi nomor Amir.


" Alhamdulillah nyambung " Astri girang .


Terdengar telvon Astri diangkat tapi Amir tak bersuara hanya diam saja.


" Mas maafin Astri mas ,mas sekarang dimana ? Astri nyusul ya mas ? mas pulang ya astri janji gak akan begitu lagi ke ibu ataupun keluargamu lainnya Astri janji mas?" Ucap Astri banyak - banyak .Namun tiba - tiba telvon dimatikan.


***


" Hesti aku curiga kamu beberapa bulan terakhir ini kamu sering pergi shoping ,beli baju ,beli mainan buat Enggar itu uang dari mana Hesti ?"

__ADS_1


" Mas Priyan kan aku sudah bilang itu semua dari temenku ,kamu sih gak percaya ?"


" Teman mana yang mau ngasih barang - barang banyak seperti ini belum lagi mainan yang mahal seperti itu " Tunjuk Priyan kesalah satu mainan Enggar yang tersusun rapi dirak mainan. " kalau memang iya dari temenmu apa kamu bisa kenalkan aku padanya ?" ujarnya lagi.


" Mas kan aku sudah bilang temen aku itu baru aja balik ke luar negri dan nomornya sudah gak aktif ,mas ini gak percaya banget sama istri . Aku malah curiga sama mas akhir - akhir ini uang bulanan semakin menipis jangan - jangan mas ?" Hesti yang tadinya duduk berdiri tepat dihadapan Priyan.


" Maksud kamu apa hes , kamu menuduhku selingkuh gitu ?"


" Aku gak bilang mas selingkuh tapi kalau mas ngrasa gitu ya ...?"


" Jangan asal bicara kamu hes aku memberimu uang bulanan menipis karna keuanganku di mebel lagi sepi dan sementara ini aku lagi cari - cari orang yang bisa bantu aku buat bisa bekerja sama mengolah mebelku sama - sama - sama ?"


" Ya semoga benar mas apa yang kamu katakan itu ,karna baru kemaren aku lihat mas ngobrol dengan wanita ini ?" Hesti menunjukkan foto yang ada di ponselnya dihadapan Priyan"

__ADS_1


" Apa ini ?"


__ADS_2