Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Terpesona.


__ADS_3

" Maksud aku bukan begitu tapi malah Hesti salah faham"


" Gak papa ,kan kamu cuma tanya ?" Ujar Amir yang kini duduk dibibir ranjang bersama Astri.Seraya menggenggam tangan Astri.


Astri mengangguk.Astri sangat beruntung mempunyai suami seperti Amir dimana sangat setia ,mau mendengarkan keluh kesah istri menemani Astri ,dan sayang dengan Astri.Amir adalah sosok pria idaman bagi kaum hawa , selain ganteng manis dia juga sangat penyayang istri ,Amir juga kerap kali membantu Astri dari masak ,menyapu ,hingga cuci baju pekerjaan rumah tangga sering Amir lakukan untuk membantu Astri .


" Terus gimana mas , kalau Hesti tetap marah ke Astri ?"


" Gak akan ,ya udah kita keluar makan malam dulu yuk mas udah lapar ?" Ajak Amir .


" He.eum mas "


Mereka berjalan keluar dari kamar.


" Lho Hesti ,kamu mau kemana malam - malam begini bawa koper segala ?" Sapa Amir kala melihat Hesti yang baru keluar dari dalam kamarnya dengan membawa koper dan juga menggandeng Enggar.


" Aku mau pergi aja mas Amir dari sini ,mbak Astri gak suka kalau aku berada disini ?" Hesti menangis.


" Hes aku gak bermaksud begitu ?" Tukas Astri .


" Sudahlah mbak tri aku tahu kalau kehadiran diriku disini itu cuma buat menyusahkan kalian dan mengganggu kalian kan ?jadi lebih baik aku pergi saja sama Enggar "


" Mama Enggar gak mau pergi Enggar maunya disini sama Tante Astri ma !" Enggar memohon.


" Enggar ! kamu harus ikut mama ,mama yang lahirin kamu !" Bentak Hesti .

__ADS_1


" Haaaa ....hiks ...hiks ... " Enggar menangis .


"Hesti kamu gak boleh bicara begitu dengan Enggar , Enggar masih kecil Enggar cuma cari kenyamanan , lagian kalau kamu mau pergi kamu mau pergi kamana malam - malam begini , apa kamu gak kasihan sama Enggar ?" Tutur Amir .


" Hesti mau cari kontrakan aja mas Amir yang penting gak disini !" Ucap Hesti penuh penekanan dan melirik Astri.


Astri hanya mampu mengelus dada, bagaimana tidak Astri padahal cuma tanya yang menurut Astri itu pertanyaan yang umum tapi beda di pandangan Hesti pertanyaan itu seakan menjadi sebuah pertanyaan yang tak patut ditanyakan . Astri menyesal karna telah bicara seperti itu.


" Hes , maaf kan aku ,kalau pertanyaan aku tadi siang buat mu sakit " Ujar Astri.


" Gak perlu mintak maaf mbak Astri " Hesti menimpali Dengan cuek.


" Mas gimana nih , Astri malah jadi gak enak nih " Ucap Astri kepada Amir .


" Sudah tenang "


" Ta ...Pi ... mas ?" Ucap Hesti tergagap.


" Gak ada tapi - tapian ini aturan baru dirumah ini ,saya gak mau kalau nantinya saya izinkan kamu membawa pergi Enggar malam - malam seperti ini dan terjadi apa - apa dijalan .Siapa yang nantinya akan disalahkan ? kalau bukan kita, Sudah kalau memang mau pergi sekarang silahkan tapi ya ingat tadi."


"Heeemmz ... nyebelin !" ujar Hesti masuk kamar lagi dengan menarik tangan Enggar kemudian menutup pintu dengan keras.


Braakk ....


Amir dan Astri hanya menggeleng .

__ADS_1


" Ayok kita makan dulu " Ajak Amir .


" Iya mas"


Mereka pun menuju dapur dan tibanya disana mereka makan dengan lahapnya.


" Tante ,om boleh minta makan ?" Ucap Enggar yang tiba - tiba mendekati Astri dan Amir.


" Eh , Enggar sini nak makan bareng Tante sama om duduk sini " Ajak Astri seraya menepuk kursi disampingnya.


"Mama gak ikut makan gaar ?" ucap Amir .


"Kata mama ,Enggar suruh ambilin makanan Tante ,om untuk dimakan dikamar " Ujar Enggar dengan polosnya.


" Ow , ya udah Tante ambilin ya ,kamu mau makan disini apa dikamar ?"


" Di kamar aja Tante temenin mama "


" Ok tunggu ya "


Astri mengambilkan nasi beserta lauk dan sayur disusunnya dinampan ,setelah itu membawanya kekamar Hesti .


" Hes ,ini makanannya mbak taruh didepan pintu ya Enggar gak bisa bawa nih " Ucap Astri yang berlalu pergi


Kembali ke meja makan .

__ADS_1


" Haha ... gaya nya mau marah ,kalau sudah lapar begitu mana bisa tahan "


Hahaha ...


__ADS_2