
" Mas Amir berarti sudah lama kenal sama Melia itu ,cantik ya mas Melia semoga nanti anak kita kalau cewek akan cantik seperti Melia " Gumam Astri didepan Amir seraya mengelus perutnya yang besar .
Amir hanya melihat Astri dengan menautkan kedua alisnya.
"Mas memang iya dulu si Melia itu pernah tinggal didesa ini ?wah ... gak kebayang pasti dulu si Melia primadona didesa ini ya mas diumurnya yang sekarang aja masih terlihat cantik apa lagi di waktu muda nya ?"
Lagi - lagi Amir hanya melihat Astri . Yang terlihat kagum dengan kecantikkan Melia .
Melia memang cantik tapi karna Melia memutuskan hubungan dengan Amir begitu saja membuat Amir sangat sakit , dan bagi Amir Melia bukan gadis cantik lagi melainkan gadis yang tak tahu setia kepada pasangannya .
" Sayang ya mas si Melia sudah cerai , aku heran sama lelaki diluaran sana dikasih perempuan cantik , body bagus tutur lembut tapi masih juga ninggalin kenapa ya mereka gak bersyukur ."
" Itu bukan gak bersyukur tri memang perempuannya aja gak setia , cantik buat apa kalau akhlak nya beda . Ya meski gak harus sesempurna wajahnya yang cantik nan jelita tapi harusnya ya bisa meratakan sedikitnya saja ?"
Murni mengangguk .
" Tapi Astri masih gak percaya mas masak secantik Melia bisa ditinggal begitu saja ?"
" Kamu kan gak tahu tri yang salah siapa perempuannya atau laki - lakinya . Lagian tri perempuan akan dipandang cantik itu bukan dari wajahnya saja tapi perilakunya ,jadi kamu jangan tertipu sama covernya Saja , karna yang terlihat bagus itu belum tentu bagus .semua tak seindah yang kita lihat "
Astri mengangguk lagi.
" Iya sih mas ,tapi nih mas si melia itu ?"
" Udah - udah tri dari tadi ngomongin Melia -melia ,Melia terus Bahas yang lain bisa kan ?Udah mas mau mandi dulu ,tolong nanti bawakan handuk ya buat mas " pinta Amir.
" Iya mas "
Amir pun bergegas masuk kedalam kamar sedangkan Astri mengikuti dari belakang .
" Gimana ya habis Melia cantik " Ucap Astri lagi .
__ADS_1
" Huh ... Tau lah tri ,Melia terus "
Braak ...
Amir menutup pintu kamar mandi .
" Kenapa mas Amir ,aneh ?"
Sedangkan didalam kamar mandi terlihat Amir menyalakan shower yang berada tepat diatas kepalanya .Air mengalir membasahi kepala dan tubuh Amir .Amir mengacak rambutnya dengan kasar di bawah guyuran air yang terus mengalir.
"Kenapa dulu aku merahasiakan ini dari Astri ,ini memang masa lalu ,tapi ... "
Batin Amir berucap.
"Aaaggrrh " kesal Amir .
Amir memang tak pernah bercerita tentang masa lalu yang menyinggung kehidupannya dimasa lalunya . Bagi Amir masa lalu adalah masa lalu dan tak mungkin ditemui dan kembali lagi .Namun Amir lupa kalau hidup ini terus berputar ,hidup ini penuh dengan rahasia dan masa yang gak ada satu pun orang yang tahu kecuali yang maha segalanya .
Memang benar jika cinta pertama itu susah dilupakan .
"Mas - mas !"
Astri memanggil dari luar.
" I - iya Tri "
Lamunan Amir lagi - lagi buyar .
" Ini mas handuknya aku taruh didepan pintu ya ?"
" Iya Tri ,makasih ya sayang "
__ADS_1
" Iya mas sama - sama "
Setelah beberapa menit kemudian Amir keluar dari kamar mandi . Berganti pakaian dan bersiap - siap makan malam .
Hari ini Astri sengaja tidak memasak karna badan sudah capek ,mengingat acara karnaval didesannya selesai habis magrib .
Astri menyiapkan makanan dimeja makan , ada telur balado ,ikan dan juga sayur santan nangka yang tadi dibelinya .
" Enak nih kayaknya , Alhamdulillah " Ucap Amir yang langsung duduk .
" Iya mas Alhamdulillah ,mas mau yang mana ? "
" Emm, mas mau sama ikan aja sama sayur tri kayaknya enak "
" Ok mas "
Astri mengambilkan nasi beserta lauk dan sayur yang diinginkan suaminya.
" Sudah sayang segitu aja ?"
" Ok mas ?"
Astri memberikan kembali piring Amir yang kini sudah penuh dengan nasi beserta lauk pauknya .
Kemudian Astri pun mengambil nasi dan juga lauk pauk untuknya sendiri.
" Mas "
" Astri mas mohon jangan bicara lagi tentang Melia mas mau makan tenang ?"
" Melia ? Astri cuma mau bilang besok kita jadi priksa kedokter kandungan mas ?"
__ADS_1
" Hah ...."