Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Bimbang .


__ADS_3

n" Hah ikut aku hes ?eummm ... ?" pernyataan Hesti membuat kaget . Mata Astri beralih pandang melihat mas Amir yang sedari tadi diam menyaksikan perdebatan itu.


" Eh - eh ,mana bisa begitu enak saja kamu hes mau tinggal dirumah menantuku?" Bu Arum menatap sinis Hesti


" Bu , bagaimana pun juga ,Enggar cucu ibu dan keponakan Astri dan Amir jadi qapa salahnya aku dan Enggar tinggal disana ?" Bantah Hesti . " Mbak Astri ,mas Amir Hesti mohon kita boleh ya tinggal dirumah mbak dan mas untuk sementara waktu sampai perceraian kami selesai diurus " Hesti memohon.


Astri dan Amir lantas saling pandang satu sama lain bingung harus menjawab apa . Sedangkan Hesti terus mendesak Astri dan Amir .


" Jangan mau Amir ,Astri kalau kalian masih menganggap aku orang tua kalian ? " Tegas ibu Arum menatap Amir dan Astri secara bergantian.


" Aku mohon Mbak Astri ,mas Amir " hesti Memohon lagi.


" Tidak - tidak ,tidak ! ,kamu tidak boleh tinggal dirumah Amir , Amir itu anak saya ngerti ! lebih baik kamu cari tempat lain atau pulang saja kerumah orang tuamu sana ?" Usir ibu Arum yang nampak kesal dengan tingkah laku Hesti.


" Iya pergi sana ! Aku sudah gak Sudi punya istri tukang selingkuh seperti kamu !" Priyan menambahi.


" Mas Priyan apa kamu gak ingat Enggar ,Enggar ini anakmu mas kamu benar - benar tega usir kami ? Kalau memang kamu gak mau diselingkuhi harusnya kamu bisa memenuhi kebutuhanku bukan malah mengurangi jatah ku !" Teriak Hesti .


" Dasar istri tak tahu diri , kamu masih bisa menyalahkan ku hah ... bukannya introspeksi diri ini malah menyalahkan suami ? lihat saja tunggu! " Priyan menunjuk Hesti dengan marah.


Priyan yang sudah kesal dan geram melihat istrinya lantas masuk kekamar . kembali dengan membawa koper yang berisikan baju Hesti dan juga Enggar .


" mama kita tinggal dimana ma !" tangis Enggar .


Hesti tidak menjawab hanya mengelus pucuk kepala sang anak dengan lembut .


" Bawa ini semua, barangmu yang kamu dapat dari selingkuhanmu ,sini perhiasan yang sudah ku belikan dulu kembalikan sekarang juga !" pinta Priyan .


Dengan berat Hesti melepaskan semua perhiasan yang dipakainya mengembalikan kembali ke Priyan karna itu memang pemberian Priyan.


" Mama kita tinggal dimana ? " Enggar memandang kamu semua dengan tangis.


" Enggar kamu akan tinggal dirumah om , Tante " Ucap Amir tiba - tiba .


Sang ibu dan Priyan sampai terperanga mendengar kata yang keluar dari mulut Amir sang kakak .

__ADS_1


" Beneran om " Enggar memastikan.


" Iya Enggar ,Enggar boleh kok tinggal dirumah om dan Tante " kali ini Astri yang menjawab.


" Mas Amir aku tidak setuju !" Bantah Priyan .


" Ibu juga gak setuju ,enak aja kalian mau menampung Hesti perempuan yang sudah jelas - jelas hianati adikmu ? Amir ,Astri ini itu masalah keluarga Priyan, sebaiknya kalian gak usah ikut campur mengerti !"tegas ibu.


" Ibu maaf sebelumnya tapi bagaimana pun juga Enggar dan Hesti masih Amir anggap saudara " Jawab Amir


" Tidak bisa ini tetap tidak bisa ?" Jawab ibu lagi


" Ibu mengertilah ,jika ibu memang masih marah dengan kelakuan yang dibuat Hesti ,tak masalah ibu tapi coba ibu lihat Enggar ,aku saja yang jadi tantenya merasa sedih dengan hal ini . Dan apa salah jika kami menolong saudara sendiri ?" Astri menimpali.


" Alah terserah kalian secepatnya kalian angkat kaki dari sini ! " Usir Priyan .


" Amir ,ibu kecewa denganmu !" Ucap ibu Arum yang langsung melangkah menuju kamar .


Posisi Amir dan Astri disini serba salah , namun Amir harus bisa pilih salah satu .


Pintu dibanting dengan kerasnya oleh Priyan .


Amir ,Astri ,Hesti dan Enggar melangkah pergi meninggalkan rumah Priyan .


" Mereka benar - benar keterlaluan!" Hesti bergumam di dalam mobil yang semakin jauh meninggalkan rumah Priyan. Duduk bersebelahan dengan Astri Enggar berada ditengah - tengah mereka.


" Sabar hes , namanya ujian kita gak pernah tahu datangnya kapan dan dari mana , Ambil hikmahnya saja,jadikan pelajaran dan jangan sampai kamu mengulanginya lagi " Tutur Astri.


" Iya mbak Astri makasih sudah mau menerima aku dan Enggar ,makasih juga mas Amir " Hesti berterima kasih dengan nada lirih.


" Iya sama - sama hes , kalau bisa setelah ini kamu harus meminta maaf dengan Priyan bagaimana pun juga Priyan papa Enggar " Amir menimpali .Dengan masih konsen mengemudi mobilnya .


***


" Aaarrggh ... sial ,mas Amir kenapa suka sekali ikut campur dalam urusan rumah tanggaku ! Keenakan Hesti sudah selingkuh malah dikasih tempat tinggal ,harusnya biarkan saja dia tinggal dijalanan , bodoh kenapa aku sangat percaya begitu saja dengan Hesti ,pasti Enggar itu bukan anakku ! , Priyan - Priyan kenapa dulu kamu langsung menerimanya setelah lama baru terbongkar , Aku harus tes DNA untuk memastikan Enggar itu anak aku atau bukan " Gumam Priyan didalam kamarnya sendirian.

__ADS_1


Sedangkan ibu Arum masih menangis dikamar ,ia kecewa dengan Amir dan Astri malah membela Hesti bukan membela adiknya yang jelas - jelas sudah dihianati Hesti.


" Aku harus bisa memisahkan Hesti dengan Priyan dan mengusir Hesti dari rumah Amir secepatnya " Gumam ibu Arum.


***


" Selamat datang dirumah kami hes , semoga kamu dan Enggar nyaman berada disini ?Oh ya kamar kamu sebelah sana ya yang ada dipojok , Enggar tidur dikamar tengah " Astri menjelaskan .


Hesti mengangguk tanda mengerti.


" Ini kopernya mau sekalian ditaruh kamar atau dimana ?" Tanya Amir dari belakang seraya menenteng 2 koper milik Hesti dan juga Enggar keponakannya .


" eeum ...Biar nanti saya bawa sendiri kekamar mas " Ucap Hesti dengan sedikit menundukkan wajah .


" Ya udah aku taruh ,sini kalau gitu aku dan Astri mau istirahat dulu dikamar ,kalian juga istirahat ya , Enggar gak usah malu ya sama om dan Tante kalau mau apa - apa tinggal bilang aja ya " Amir menatap wajah Enggar dengan senyum manisnya.


" Ya om ,Tante " Jawab Enggar.


" Kalau gitu kami masuk kedalam kamar dulu ya ? " Pamit Amir " Ayok sayang kita kekamar istirahat dulu " Ajak Amir menarik tangan Astri dengan lembut .


Astri hanya mengangguk dan tersenyum.


Hesti pun masuk kedalam kamar bersama Enggar.


" Mas , apa mas sudah pikirin matang - matang tentang keputusan ini membawa Hesti tinggal dirumah kita ?" Astri yang baru saja berganti pakaian begitu juga Amir yang kini sudah berbaring di kasur nya yang empuk .


" Kamu gak usah bimbang begitu tri masalah Priyan pasti besok akan terselesaikan , aku tahu sifat Priyan itu bagaimana dia itu orangnya kek gimana ,jadi kamu tenang aja " Amir menoleh kearah Astri dengan menyunggingkan senyum .


" Tapi mas ,aku gak mau kalau nantinya kita malah yang dapat masalah " Ujar Astri yang nampak gusar.


" Sudah kamu tenang aja ,sudah ayok kita tidur dulu kasian tuh bayi yang ada dikandungan mu ,kamu ajak mikir terus " Tutur Amir .


" Iya mas "


" Semoga setelah ini gak akan lagi ada masalah yang datang dikeluarga kami " Doa Astri .

__ADS_1


"


__ADS_2