
n" Hah ikut aku hes ?eummm ... ?" pernyataan Hesti membuat kaget . Mata Astri beralih pandang melihat mas Amir yang sedari tadi diam menyaksikan perdebatan itu.
" Eh - eh ,mana bisa begitu enak saja kamu hes mau tinggal dirumah menantuku?" Bu Arum menatap sinis Hesti
" Bu , bagaimana pun juga ,Enggar cucu ibu dan keponakan Astri dan Amir jadi qapa salahnya aku dan Enggar tinggal disana ?" Bantah Hesti . " Mbak Astri ,mas Amir Hesti mohon kita boleh ya tinggal dirumah mbak dan mas untuk sementara waktu sampai perceraian kami selesai diurus " Hesti memohon.
Astri dan Amir lantas saling pandang satu sama lain bingung harus menjawab apa . Sedangkan Hesti terus mendesak Astri dan Amir .
" Jangan mau Amir ,Astri kalau kalian masih menganggap aku orang tua kalian ? " Tegas ibu Arum menatap Amir dan Astri secara bergantian.
" Aku mohon Mbak Astri ,mas Amir " hesti Memohon lagi.
" Tidak - tidak ,tidak ! ,kamu tidak boleh tinggal dirumah Amir , Amir itu anak saya ngerti ! lebih baik kamu cari tempat lain atau pulang saja kerumah orang tuamu sana ?" Usir ibu Arum yang nampak kesal dengan tingkah laku Hesti.
" Iya pergi sana ! Aku sudah gak Sudi punya istri tukang selingkuh seperti kamu !" Priyan menambahi.
" Mas Priyan apa kamu gak ingat Enggar ,Enggar ini anakmu mas kamu benar - benar tega usir kami ? Kalau memang kamu gak mau diselingkuhi harusnya kamu bisa memenuhi kebutuhanku bukan malah mengurangi jatah ku !" Teriak Hesti .
" Dasar istri tak tahu diri , kamu masih bisa menyalahkan ku hah ... bukannya introspeksi diri ini malah menyalahkan suami ? lihat saja tunggu! " Priyan menunjuk Hesti dengan marah.
Priyan yang sudah kesal dan geram melihat istrinya lantas masuk kekamar . kembali dengan membawa koper yang berisikan baju Hesti dan juga Enggar .
" mama kita tinggal dimana ma !" tangis Enggar .
Hesti tidak menjawab hanya mengelus pucuk kepala sang anak dengan lembut .
" Bawa ini semua, barangmu yang kamu dapat dari selingkuhanmu ,sini perhiasan yang sudah ku belikan dulu kembalikan sekarang juga !" pinta Priyan .
Dengan berat Hesti melepaskan semua perhiasan yang dipakainya mengembalikan kembali ke Priyan karna itu memang pemberian Priyan.
" Mama kita tinggal dimana ? " Enggar memandang kamu semua dengan tangis.
" Enggar kamu akan tinggal dirumah om , Tante " Ucap Amir tiba - tiba .
Sang ibu dan Priyan sampai terperanga mendengar kata yang keluar dari mulut Amir sang kakak .
__ADS_1
" Beneran om " Enggar memastikan.
" Iya Enggar ,Enggar boleh kok tinggal dirumah om dan Tante " kali ini Astri yang menjawab.
" Mas Amir aku tidak setuju !" Bantah Priyan .
" Ibu juga gak setuju ,enak aja kalian mau menampung Hesti perempuan yang sudah jelas - jelas hianati adikmu ? Amir ,Astri ini itu masalah keluarga Priyan, sebaiknya kalian gak usah ikut campur mengerti !"tegas ibu.
" Ibu maaf sebelumnya tapi bagaimana pun juga Enggar dan Hesti masih Amir anggap saudara " Jawab Amir
" Tidak bisa ini tetap tidak bisa ?" Jawab ibu lagi
" Ibu mengertilah ,jika ibu memang masih marah dengan kelakuan yang dibuat Hesti ,tak masalah ibu tapi coba ibu lihat Enggar ,aku saja yang jadi tantenya merasa sedih dengan hal ini . Dan apa salah jika kami menolong saudara sendiri ?" Astri menimpali.
" Alah terserah kalian secepatnya kalian angkat kaki dari sini ! " Usir Priyan .
" Amir ,ibu kecewa denganmu !" Ucap ibu Arum yang langsung melangkah menuju kamar .
Posisi Amir dan Astri disini serba salah , namun Amir harus bisa pilih salah satu .
Pintu dibanting dengan kerasnya oleh Priyan .
Amir ,Astri ,Hesti dan Enggar melangkah pergi meninggalkan rumah Priyan .
" Mereka benar - benar keterlaluan!" Hesti bergumam di dalam mobil yang semakin jauh meninggalkan rumah Priyan. Duduk bersebelahan dengan Astri Enggar berada ditengah - tengah mereka.
" Sabar hes , namanya ujian kita gak pernah tahu datangnya kapan dan dari mana , Ambil hikmahnya saja,jadikan pelajaran dan jangan sampai kamu mengulanginya lagi " Tutur Astri.
" Iya mbak Astri makasih sudah mau menerima aku dan Enggar ,makasih juga mas Amir " Hesti berterima kasih dengan nada lirih.
" Iya sama - sama hes , kalau bisa setelah ini kamu harus meminta maaf dengan Priyan bagaimana pun juga Priyan papa Enggar " Amir menimpali .Dengan masih konsen mengemudi mobilnya .
***
" Aaarrggh ... sial ,mas Amir kenapa suka sekali ikut campur dalam urusan rumah tanggaku ! Keenakan Hesti sudah selingkuh malah dikasih tempat tinggal ,harusnya biarkan saja dia tinggal dijalanan , bodoh kenapa aku sangat percaya begitu saja dengan Hesti ,pasti Enggar itu bukan anakku ! , Priyan - Priyan kenapa dulu kamu langsung menerimanya setelah lama baru terbongkar , Aku harus tes DNA untuk memastikan Enggar itu anak aku atau bukan " Gumam Priyan didalam kamarnya sendirian.
__ADS_1
Sedangkan ibu Arum masih menangis dikamar ,ia kecewa dengan Amir dan Astri malah membela Hesti bukan membela adiknya yang jelas - jelas sudah dihianati Hesti.
" Aku harus bisa memisahkan Hesti dengan Priyan dan mengusir Hesti dari rumah Amir secepatnya " Gumam ibu Arum.
***
" Selamat datang dirumah kami hes , semoga kamu dan Enggar nyaman berada disini ?Oh ya kamar kamu sebelah sana ya yang ada dipojok , Enggar tidur dikamar tengah " Astri menjelaskan .
Hesti mengangguk tanda mengerti.
" Ini kopernya mau sekalian ditaruh kamar atau dimana ?" Tanya Amir dari belakang seraya menenteng 2 koper milik Hesti dan juga Enggar keponakannya .
" eeum ...Biar nanti saya bawa sendiri kekamar mas " Ucap Hesti dengan sedikit menundukkan wajah .
" Ya udah aku taruh ,sini kalau gitu aku dan Astri mau istirahat dulu dikamar ,kalian juga istirahat ya , Enggar gak usah malu ya sama om dan Tante kalau mau apa - apa tinggal bilang aja ya " Amir menatap wajah Enggar dengan senyum manisnya.
" Ya om ,Tante " Jawab Enggar.
" Kalau gitu kami masuk kedalam kamar dulu ya ? " Pamit Amir " Ayok sayang kita kekamar istirahat dulu " Ajak Amir menarik tangan Astri dengan lembut .
Astri hanya mengangguk dan tersenyum.
Hesti pun masuk kedalam kamar bersama Enggar.
" Mas , apa mas sudah pikirin matang - matang tentang keputusan ini membawa Hesti tinggal dirumah kita ?" Astri yang baru saja berganti pakaian begitu juga Amir yang kini sudah berbaring di kasur nya yang empuk .
" Kamu gak usah bimbang begitu tri masalah Priyan pasti besok akan terselesaikan , aku tahu sifat Priyan itu bagaimana dia itu orangnya kek gimana ,jadi kamu tenang aja " Amir menoleh kearah Astri dengan menyunggingkan senyum .
" Tapi mas ,aku gak mau kalau nantinya kita malah yang dapat masalah " Ujar Astri yang nampak gusar.
" Sudah kamu tenang aja ,sudah ayok kita tidur dulu kasian tuh bayi yang ada dikandungan mu ,kamu ajak mikir terus " Tutur Amir .
" Iya mas "
" Semoga setelah ini gak akan lagi ada masalah yang datang dikeluarga kami " Doa Astri .
__ADS_1
"