
" Nyebelin banget sih keluarga Priyan gak Priyan gak masnya gak ibunya sama aja nyebelin ,gak ada yang bisa diandalin.Aku harus bisa nih cari uang buat Nebus perhiasan kalau masalah ganti rugi di mas Priyan bodo amat itu masalah belakang lagian Priyan itu masih bisa diatasi tapi kalau ini gak bisa perhiasan ku sayang aku gak rela jauh dari kamu?" Gumam Hesti yang kini tengah berjalan memegangi kotak perhiasan yang sangat disayanginya saat ini .
" Cari uang dimana ya ,ah minta om aja lah siapa tahu sekarang om sudah gak marah lagi ? Ya aku coba hubungi dulu kali ya" Gumamnya lagi sembari mengambil ponselnya dari dalam saku celana.
Tut ...
Tut ...
" Iya apa lagi hes?" Terdengar suara Wawan diujung telvon.
" Om ,ketemuan yuk ,?" Rayu Hesti yang kini berhenti di taman duduk leseh di sana . Karna taman sepi jadi Hesti Lebih leluasa .
"Kamu ,masih berani ngajak om ketemu ? kamu gak takut sama istri om ?" Tanya om lagi .
" Gak lah om ,lagian juga sudah ketahuan ngapain takut , apa jangan - jangan om yang takut sama istri !"
" Ya gak lah mau ketemu kapan sekarang ? dimana om siap ? " Wawan semakin tertantang dengan peryataan hesti , meski sebenarnya ia memang takut istri dan enggan berpisah dengan istrinya namun semua sudah terlanjur ketahuan .
" Ok hesti tunggu di hotel Deket taman ya om ini Hesti ,mumpung lagi disini " gumam Hesti .
" Ok !"
Tut ... panggilan berakhir .
Sekitar 20 menitan ,Wawan sudah sampai di hotel tempat mereka janjian.
Hesti sangat senang karna ajakannya di penuhi . Hesti berharap akan mendapatkan uang dari Wawan untuk mengganti uang Wenda .
Setelah bercengkrama dan memuaskan Wawan dengan menggodanya sedikit.
" Sekarang ?" Tanya Wawan memandang Hesti dengan lekat.
" Sabar dong om , kita kan baru aja ketemu masak mau langsung " ucap Hesti . " Enak aja mau enak - enak terus , story' ya aku gak mau rugi !" Hesti membatin seraya memberikan senyuman terbaiknya didepan Wawan.
" Om , Kemaren aku lihat perhiasan ditoko ujung gang sini itu bagus om !" Hesti mengeluh .
Wawan sontak mengernyitkan keningnya.
" Sial wanita ini , pasti ujung - ujungnya minta dibeliin ,uang ku lagi menipis lagi buat biayaya hidup aja gak tahu bisa cukup apa gak , Gak bisa nih " Wawan membatin .
" Iya ,kamu mau ?" Wawan berpura - pura.
Hesti langsung mengangguk tanpa aba - aba.
" Tapi om Hesti maunya beli sendiri , apa om ada uang cash gitu ?" Hesti beralasan.Ini Hesti lakukan agar uang yang didapatnya bisa lebih .
__ADS_1
" Aduh" Wawan mendorong tubuh sintal Hesti menjauh dari pelukkannya . karna dari tadi Hesti berada didada om Wawan yang duduk bersandar pada ranjang kasur .
" Kenapa om " Hesti sontak kaget.
" Om ,ada janji sama temen om kalau om gak Dateng om gak jadi dapat uang banyak ,om pergi dulu ya ,lain kali aja kita seneng - senengnya ,masalah uang nanti aku transfer ok ! " Wawan langsung pergi meninggalkan Hesti begitu saja .
" Beneran om ,uangnya ?" Hesti meyakinkan .
" Ya , da "
" Huft , Sabar hes sabar bentar lagi kamu akan dapat uang itu " Hesti mensugesti diri . Berjalan keluar kamar .
" Ini mbak kuncinya ?" Hesti menyerahkan kunci kamar pada petugas hotel yang berjaga didepan .
" Makasih mbak ,total semua 200 ribu " jelas penjaga hotel .
" Apa mbak !Belum dibayar ?" Gerutu Hesti .
" Ya,mbak kata bapak yang bersama anda tadi bilang kalau mbak yang akan bayar ,sama bapak tadi juga berpesan kalau katanya gak bisa transfer " Tambahnya lagi .
Hesti dengan kesal dan marah terpaksa membayar uang sewa kamar hotel . Lalu keluar dengan muka masam.
Dijalan Hesti mengambil kotak kecil yang berisi perhiasan itu dari sakunya dan mengamatinya dengan penuh perasaan.
Bruuk ...
" Aaaak... perhiasanku !" Teriak Hesti .
" Jalan pakai mata !" Maki pengendara motor itu dengan garangnya.
Hesti yang sejatinya takut preman lantas diam seketika karna orang yang berada didepannya saat ini adalah preman yang biasa nongkrong di daerah ini.
" I - iya " Jawab Hesti tergagap .
Preman itu langsung pergi begitu saja .
" Perhiasanku ... aduh gimana ini malah jatuh digot perhiasanku !"
***
" Apa yang mbak Hesti lakuin didalam got situ ?" Tanya Astri yang baru tiba dengan mas Amir .
" Perhiasanku jatuh disini sudah kucari dari tadi tapi gak ada ? Mas Priyan ngapain ikut kesini ?" ucap Hesti dengan terus mengaduk - aduk air selokan itu.
" Haha ..kamu masih belum puas dimandiin warga pakai air got kemaren ? Apa kamu masih kangen dengan aroma air got ?" Ejek Priyan yang tertawa cekikikan melihat Hesti didalam air got .
__ADS_1
"Menyebalkan !, Astri ,mas Amir tolong Carikan aku gak mau sampai perhiasan itu hilang ?" Hesti cemberut .
" Itu ,gak akan ketemu hes , orang gotnya aja mengalir gitu ,lagian itu gotnya ditutup gitu mana bisa kita cari kecuali kita harus ,merangkak kebawah sana ! Maaf ya hes mas nyerah deh kalau ini " Ucap mas Amir .
" Iya hes ,betul kata mas Amir udah iklhas in aja ?" Astri ikut menimpali .
" Huh ,gak bisa pokoknya harus ketemu harus !" Gerutu Hesti dengan terus mengobok - obok air got itu dengan tangan .
Bagai mencari jarum dalam jerami . Hesti dengan telitinya mencari perhiasan itu .
" Udah capek belum ?kalau sudah ayok pulang sekarang mumpung aku mau nih boncengin kamu ?" Ucap Priyan yang masih menunggu diatas bersama Astri sedangkan mas Amir ikut terjun membantu tapi tak juga menemukan perhiasan itu .
Dengan muka masam dan kesal Hesti akhirnya naik diikuti Amir .
" Bikin heboh ,aja kirain kemalingan ,kejabret , atau kena begal , eh taunya ngajak mandi digot ,kalau aku mau ogah !"Maki Priyan diatas motornya ,Hesti yang kini sudah berada di jok belakang Priyan tak berani menjawab . Hanya mampu memanyunkan bibirnya .
Bau yang menyengat dan baju penuh dengan air got membuat siapa saja yang melihatnya menutup hidung, bahkan ada juga yang langsung berbisik - bisik dengan temannya .
***
" Eh tau gak ibu - ibu Hesti itu ternyata pelakor lho !" Bu sum berbisik - bisik dengan para ibu yang kini sedang berbelanja ditukang sayur keliling .
"Yang bener Bu sum ?" Ucap Bu Een.
" Benaran saya ini tahunya langsung dari mertuanya sendiri , gak nyangka ya Hesti padahal kalau dilihat - lihat anaknya kalem baik cuma iya sih penampilannya itu lho kadang suka pakai pakaian seksi " Bu sum menambahi.
" Aduh ,kita harus was pada nih ,jangan sampai suami kita kegoda !". Bu Ijah ikut menimpali .
" Iya bener - bener . " Ucap ibu - ibu yang lain.
" Terus sekarang gimana udah cerai belum sama Priyan hestinya tinggal dimana sekarang ?" Tanya Bu Ijah lagi .
" Kabarnya sih masih proses ,sekarang Hesti tinggal di rumah Astri " Ucap Bu sum penuh penekanan .
Membuat semua orang yang mendengar penasaran .
" Lho - lho Astri kok mau - maunya sih Nerima pelakor gak takut apa kalau Amir diambil " Ucap Bu Een .
" Lho Bu Een gak tahu kalau hesti tinggal dirumah Astri ?" Tanya Bu sum .
" Gak tahu, karna beberapa hari ini aku belum kerumah astri "
" Pokoknya kita harus hati - hati "
"
__ADS_1