Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Sedikit sayang .


__ADS_3

"Cayang ,kamu udah suruh Hesti makan ? "


" Udah ,mas tapi katanya nanti aja , mungkin dia masih galau karna perhiasannya hilang " Gumam Astri yang kini sedang duduk diteras depan rumahnya menikmati keindahan bulan dan bintang yang terlihat terang disana.


Amir ikut duduk,Bersebelahan dengan Astri yang tersekat dengan meja .


"Iya mungkin ,kasihan juga ya Hesti ". jawab Amir datar.


" Terus gimana mas , Priyan memang beneran mau ceraikan Hesti ? Apa Priyan sudah yakin dengan keputusannya ?" Introgasi Astri kepada Amir.


" Setiap mas tanya perihal itu sih katanya ,nanti dipikir lagi gitu jawabnya !" Mas kembali menimpali .


"Memang lelaki suka begitu ya mas , kalau sudah diselingkuhi kebanyakan gak mau kembali lagi ke istrinya padahal kan sebenarnya itu bukan 100 persen salah istri karna mereka melakukan itu,kan ada sebabnya dan kebanyakan yang astri lihat semua itu faktor ekonomi , kalau gak gitu kurang adanya komunikasi antar pihak laki - laki dan perempuan ada juga yang faktor sudah bosan tapi mereka enggan untuk membicarakan ke sesama pasangan ,


Tapi bukan berarti saya setuju dengan adanya perselingkuhan lho ,saya cuma melihat dari sisi pandangan saya aja coba aja lelaki bisa introspeksi diri juga kenapa istri mereka bisa melakukan hal itu ,mungkin istri kurang nyaman , atau istri kurang piknik sebenarnya membahagiakan istri itu gampang karna sejujurnya wanita itu gak semua matre ,gak semua boros uang gak semua suka foya - foya ,wanita itu sebenarnya cuma minta 3 Saja , dimengerti ,disayangi dan dihormati .Dihormati disini itu bukan yang suami harus patuh istri bukan tapi lebih tepatnya saling menghargai, aku yakin populasi istri selingkuh itu minim kalau laki - lakinya juga bisa saling meraba hati " Tutur Astri panjang lebar x banyak .


" Iya mas tahu tri fikiranmu itu memang baik , tapi kadang menjadi laki - laki itu juga ada takutnya kalau sudah masuk ke ranah dihianati ,itu rasanya sakit sekali dan banyak laki - laki termasuk mas kalau dibegitukan pasti jiwa laki - lakinya timbul , merasa direndahkan ,diremehkan bahkan merasa paling bawah dan dari itu kadang lelaki berfikirnya lha dia aja bisa selingkuh kenapa aku tidak bisa ? lha dia aja sekarang berani begitu nantinya bagaimana ? Dan masih ada fikiran - fikiran yang membuat lelaki itu lebih hati - hati bisa dibilang antisipasi kedepannya lagi gitu , tapi memang ada juga kok laki - laki yang benar - benar bisa mengambil keputusan yang baik dan menganggap itu sebuah teguran dan rencana Allah didalam Lika - liku berumah tangga karna rumah tangga yang sebenarnya itu tidak jauh dari kata huru - hara dan semakin rumah tangga mendapat ujian dan setiap yang mendapat ujian itu bisa melaluinya maka sesungguhnya rumah tangga itulah yang akan menang melawan gonjang-ganjing dalam rumah tangganya"


" Heum mas ,jadi kita yang selagi masih baik - baik saja begini harus terus berbenah diri dan instrospeksi diri sendiri apa yang kurang dan apa yang berlebihan ,agar kita bisa saling tahu mana takaran yang pas buat kita membina rumah tangga " Astri menimpali.


Amir mengangguk .


***


Hesti kini masiheringkuk dikamar ,berselimutkan selimut yang sangat tebal ,badannya rasanya sakit semua karna beberapa jam mencari perhiasan digot pinggir jalan itu . Kukunya palsunya yang cantik telah rusak semua , yang tersisa hanya bekas lem kukunya saja . Hesti meratapi perhiasannya itu dengan rasa sakit campur sedih .


Tok !


Tok !

__ADS_1


" Mama - mama ,mama gak makan ?" Suara Enggar mengetuk pintu dari luar dan mengajak Hesti mamanya untuk makan.


" Iya ,Enggar mama belum lapar kamu makan dulu sama Tante ya !" jawab Hesti dari dalam tanpa beranjak dari posisi semula .


" Iya ,ma " Jawab Enggar dan tak terdengar lagi.


Drrt ...Drrt


Ponsel Hesti bergetar ,Hesti yang tadinya menutup wajahnya dengan selimut kini rasa penasarannya muncul segera membuka selimut itu dan segera mengambil ponselnya dinakas dekat tempat tidurnya.


" Mas Priyan ?Mau apa lagi ditelvon ? Pasti mau mengejekku lagi ,pasti hina - hina aku lagi " Gerutu Hesti yang tetap mengangkat telvon dari Priyan yang masih berstatus suaminya karna belum ada surat cerai dengan sedikit malas.


" Ya mas ,ada apa ?" Jawab Hesti dengan malas . Seraya merubah posisi tidurnya dengan benar ,menatap langit - langit didalam kamar itu .


" Kebiasaan gak ngucap salam dulu kek gimana ,gitu ? ini malah jawab kayak orang malas gitu ? Kenapa masih gak iklhas perhiasan itu hilang ? Apa masih mau aku antar ketempat jatuhnya perhiasan itu lagi ? Mumpung belum ada 24 jam nih !" Ejek Priyan diujung telvon .


Hesti yang mendengar itu mencebikkan bibirnya " Tuh kan bener pasti , buly aku " Batin Hesti yang kesal.


" Haha ... gak lah , aku tuh gini - gini masih baik kok , aku mau tanya aja Enggar gimana keadaannya karna tadi aku gak sempet mampir waktu anterin kamu pulang ?"


" Oh , kirain masih mau bully ,Enggar baik - baik aja dan dia seperti lagi makan sama Astri . Masalah uang ganti aku belum ada lho mas jangan kamu tagih dulu ya !" Ujar Hesti .


" Gak usah kamu fikirin ,kamu sudah makan ?"


Hesti yang sedikit melamun terkejut dengan pertanyaan Priyan , padahal sebelumnya Priyan sangat jarang menanyakan hal itu ,namun kali ini sungguh membuat hati Hesti sedikit senang.


"Malah diam ,haloo ... "


" Eh ... ya mas belum " Terdengar suara Hesti sedikit tergagap.

__ADS_1


" Ya udah makan dulu ya , Aku juga mau makan nih lapar daa... "


ponsel pun terputus .


Sedangkan di rumah Priyan terlihat cengar - cengir bagaikan orang kesambet .


" Kamu habis dapat togel yan ? senyam - senyum dibawah pohon sawo lagi bikin ibu ngeri aja !" Tegur ibu Arum dari teras.


Priyan tak menjawab perkataan ibunya.


Jujur saja sebenarnya Priyan masih suka dengan Hesti dan masalah pengembalian barang itu sebenarnya hanya emosi sesaat . Meski memang masih agak kesal juga mengingat dia telah dihianati oleh istri tersayang.nya .


***


Ke esokan paginya Hesti yang bangun pagi mencari udara segar karna sudah jenuh didalam rumah .


" Eh , ada pelak*r aduh mesti hati - hati ini " Bisik Bu Nia pada Bu Ela yang masih terdengar oleh Hesti meski agak samar - samar.


" Iya Bu harus hati -hati ini Bahaya " Bu Ela menjawab dengan berbisik.


" Eh - eh ,buk ibu kalau ngomongin orang itu langsung aja didepan gak usah pakai bisik - bisik Segala !" Cicit Hesti dengan PD nya.


" Oh , ternyata kamu beneran ngaku kalau kamu pelak*r hes ?" Bu Nia berujar.


" Iya , Bu aneh jadi pelak*r kok PD banget malah jadi takut aku kalau suamiku diambil? " Bu Ela ikut menimpali .


Hesti menatap mereka dengan tajam .


#Semoga terhibur ,tunggu kelanjutannya ya .

__ADS_1


"


"


__ADS_2