
BB jSemua mata tertuju pada Amir , Amir yang seakan terintimidasi dengan ucapan pak Badrun merasa bingung .
" Mir apa bener itu ?" Pak kin bertanya dengan mata membulat .
" Iya mir beneran ?" Pak kim ikut menimpali.
" Kalian gak percaya ini buktinya uang dari Amir masih ada disaku ,apa perlu saya keluarkan ?" Ujar pak Badrun meyakinkan.
Amir hanya diam , Amir masih bingung harus menjelaskan bagaimana karna Amir belum bisa membela diri sudah terpotong pak Badrun.
" Mir apa kamu gak tahu kalau pak Badrun ini orang yang sangat sulit kalau masalah mengembalikan uang ? Uang kami aja yang dari dulu sampai sekarang belum dikembalikan bahkan nyicilpun tidak ! ini kamu malah pakai acara kasih uang cuma - cuma malah bikin orang ini besar kepal* semakin menjadi - jadi bawa uang orang " pak Kim emosi dengan menunjuk - nunjuk pak Badrun yang kelihatan santai.
" Eum ,bukan - bukan begitu pak. Pak Badrun maksud bapak apa bicara seperti itu . Kenapa bapak malah memojokkan saya perjanjian diawal kan bukan begini pak ?" Amir menepis anggapan pak Badrun dan yang lain.
" Mir ,gak usah lah kamu merasa gak enak begitu ,gak papa kamu akuin saja ?" Pak Badrun memojokkan Amir .
Raut tak senang terpancar dari mata pak kin dan Kim kepada Amir .
" Tenang pak - bapak ,pak Amir ini orang baik pak Badrun inilah yang sudah menipu kalian dan Amir .Saya dengar dan melihat sendiri kalau pak Badrun ini cuma pinjem saja" Ujar ibu - ibu yang tiba - tiba ikut memotong pembicaraan bapak - bapak .
" Anda siapa ?' Ujar serempak bapak - bapak yang ada disana .
__ADS_1
" Saya orang yang gak sengaja pembicaraan pak Amir dan pak Badrun ini " Jawabnya tegas .
" Pak Badrun bagaimana ? Anda masih mau alasan ? mau mengelak lagi begitu ? Sudah pak Badrun sekarang kembalikan uang kami sekarang juga !" Bentak pak Kim .
" Iya cepat kembalikan uang saya juga ,kamu kita kami gak butuh uang lagi begitu pak Badrun " Pak kin ikut menimpali .
" Sabar - sabar kalian tenang saya akan kembalikan uang kalian tenang tapi gak sekarang juga karna percuma kalian menagih sekarang kalian gak akan dapat apa - apa ,meski kalian potong leh*r saya sekalipun kalian tetap gak akan dapat apa - apa juga." pak Badrun mengelak.
" Dasar ,banyak kilah pak Badrun memang . Lalu kapan pak Badrun akan mengembalikan uang kami !"
" Iya kapan pak !"
Desak yang lain .
***
" Tepuk tangan untuk semua !" Ujar MC acara yang kini berada di atas panggung .
Plok ...plok ...plok ...plok ...
Suara riuh tepuk tangan dan suittan dari tamu undangan semakin membawa keramaian di ruangan aula sekolah tempat acara di laksanakan .
__ADS_1
Astri duduk ditengah - tengah para tamu undangan yang datang dengan berpenampilan secantik mungkin memakai baju sewaan tak lupa merias diri di Mua langganan Hesti .
" Hesti ,kamu cantik sekali hari ini ?" Puji teman Hesti yang bernama Nila .
Hesti yang mendengar itu tiba - tiba saja pipinya menjadi merah merona dengan senyuman yang mengembang. Hati siapa yang tak berbunga - bunga bila sudah mendapat pujian begitu juga dengan Hesti yang sangat hobi sekali mencari pujian dan terlihat wah didepan orang .
" Ah ,kamu Nil biasa aja kok " Balas Hesti dengan tertunduk malu.
" Benaran hes kamu terlihat lebih muda dari biasa ?"
" Apa jadi selama ini saya kelihatan tua gitu ?" Gumam Hesti dalam hati .
Diacara wisuda banyak orang tua yang memakai baju yang mahal - mahal . Sudah seperti Mirip ajang jual baju .Tidak hanya itu saja Banyak yang memakai perhiasan yang bergemerlap ditangan dan leher .
"Hey hes , itu Bu Herni baru beli gelang mahal lho ?"
" Alah,palingan juga ngutang Nil ?"
" Yee ,gak lho aku denger - denger itu uangnya sendiri dari jual tanah selain itu Bu Herni juga beli motor baru " Jelas nila dengan semangat.
Hesti yang mendengar itu hatinya bergejolak Hesti dari dulu memang gak mau kalah dari Bu Herni .
__ADS_1
" Gak bisa dibiarin ini aku gak boleh kalah dari Herni ini "