
Menjadi seorang ibu adalah cita- cita setiap perempuan yang sudah bersuami. Memiliki anak - anak yang lucu, gendut ,pintar dan Sholeh Sholehah.
Tapi banyak wanita yang sudah bersuami terkadang belum diberi momongan. Belum diberi kepercayaan dari sang pencipta,ada yang karna penyakit, ada yang karna kandungan lemah dan yang lainnya. Seperti halnya Astri yang menanti seorang anak.Diusia pernikahannya yang menginjak 8 tahun ini, Astri dan suaminya yang bernama Amir harus menelan pil pahit lagi.Harus bersabar lagi untuk kesekian kalinya demi mendapat seorang anak.
Astri anak tunggal yang baru setahun lalu di tinggal kedua orang tuanya meninggal. Semenjak itu Astri menjadi anak yatim piatu, Astri wanita cantik dan lemah lembut. Astri wanita berhijab.Astri menikah dengan Amir Lelaki tampan dan Sholeh seorang pengusaha pakaian didesa tempat mereka tinggal. Keluarga Amir cukup terpandang didesa itu. Amir Anak kedua dari 2 bersaudara. Adik Amir yang bernama Priyan Juga pengusaha mebel kayu jati terkenal . Priyan yang juga sudah menikah di karuniai anak laki-laki berumur 6 tahun. Waktu masih kecil Amir dan juga Priyan sudah ditinggal ayah mereka akibat sakit stroke dan kini mereka hanya memiliki ibu.
Ibu Amir dan Priyan bernama ibu Arum yang kini tinggal serumah dengan Priyan dan menantu serta cucunya.
Jam 8 pagi,Astri dan suami makan dimeja makan. Amir memilih hidup sendiri bersama keluarga kecilnya ,yang tak jauh dari rumah ibu Amir.
" Kenapa gak dimakan Astri ?Lagi mikirin apa?" tanya Amir kala melihat Astri yang mengaduk- aduk nasi dan sayur yang ada didepannya.
" Gak papa mas?"ucap Astri melihat Amir kemudian kembali lagi mengaduk - aduk nasi yang ada dipiringnya dengan raut muka malas.
" Terus kenapa gak dimakan tuh nasi? Mau sampai kapan diaduk terus ? Nasi itu gak akan bisa jadi bubur? hehe..Sini aku suap?"
Amir menarik piring Astri, mengambil nasi dan lauk ayam goreng dan sayur sedikit disendok kemudian disuapkannya ke Astri.
" Gak usah mas ,aku bisa kok makan sendiri? Mas nanti terlambat lho berangkat kerjanya , nanti pelanggan menunggu lagi?" Astri menolak suapan dari Amir.
" Ayolah makan, aaakhh..capek nih tangan mas begini terus hehe.. kamu gak usah kawatir masalah pekerjaan, kan usaha kita punya sendiri jadi mau buka jam berapa ya what ever" ucap Amir yang masih menyodorkan nasi disendok didepan Astri.
" Maksa banget sih mas?"
Aaakk..aaaeem
Astri pun akhirnya menerima suapan dari tangan Amir.
" Nah begitu dong mau makan, senyum kan enak dilihat nya ,kamu tahu gak suami itu paling gak nyaman dan gak suka kalau lihat istrinya cemberut kayak tadi Semangatnya langsung hilang seketika itu juga" rayu Amir.
" Masak begitu mas?"
"Yeeay,gak percaya ...Hehe tapi jangan lah percaya sama mas nanti musrik hehe cukup percaya sama Allah aja?tapi kalau dikit juga gakpapa oke?" Amir terkekeh.
" Mas ini bisa aja kalau hibur Astri?"
__ADS_1
Astri dan Amir pun menikmati sarapan pagi bersama.
" Astri jujur ,apa kamu masih memikirkan kata- kata tetangga soal kapan hamil? "
Astri yang tadinya membereskan piring kotor didepan Amir dan mengumpulkan jadi satu.kini menghentikan sejenak aktivitasnya dan mulai duduk kembali melihat Amir dengan serius.
" Jujur mas, aku sebenarnya gak mau memikirkan hal yang bisa membuat kewarasanku terganggu, tapi bagaimanapun juga aku hanyalah wanita yang lemah yang hanya bisa menangis kala hati ini dilukai orang dan mudah sensitiv akan omongan orang.Kadang aku mencoba tidak mengingatnya,melupakan semua omongan orang- orang ,pura - pura tuli saat orang mulai membicarakannya lagi ,namun saat aku sendiri kata- kata itu mulai terlintas lagi dan membuat ku merasa tak berguna menjadi seseorang istri." tutur Astri tertunduk dan seketika itu air mata Astri pun jatuh.
" Aku tahu, Astri ini memang berat buat kamu? Aku tahu kamu pasti merasa tersudutkan oleh perkataan orang- orang mas mengerti Astri? Tapi Astri ,mau sampai kapan kamu begini? Ingat hidup ini berjalan terus dan kamu harus bisa menghadapinya. Mas tahu ini tidak mudah jadi kamu mas tahu? Mungkin Allah masih menguji kita untuk selalu bersyukur untuk tidak banyak mengeluh.Mas akan jadi orang yang selalu mendukungmu dan mas akan setia bersamamu sampai kapan pun"
Amir bangkit dari kursi menghampiri Astri mendekap tubuh Astri dan mencium pucuk kepala Astri.
" Makasih mas ,kamu sudah mau bertahan untukku ,meski aku tahu aku belum bisa menjadi istri yang sempurna ?"ujar Astri mendongakkan kepala melihat wajah Amir .
" Astri kesempurnaan itu milik Allah,Dan menurut mas kamu adalah wanita terbaik yang diturunkan Allah untuk mas.Jadi jangan pernah kamu berkata seperti itu lagi ya.
Apa kamu mau ikut mas ke toko biar sedikit menghibur diri biar kamu gak jenuh dirumah terus?" ajak Amir.
" Memang boleh mas ? aku kan gak tahu seluk beluk jualan pakaian nanti malah ganggu mas kerja ?"
" Ya gak ganggu lah kamu kan istri mas ,nanti kamu duduk - duduk aja dikasir masalah yang lain biar mas yang tangani?"
Astri mengangkat piring kotor yang ada didepannya.
" Itu gampang ,cuci nanti aja kalau kita sudah pulang dari toko ,lagian kan ini rumah kita sendiri jadi nyantai aja ? Sana siap- siap dulu ganti baju yang kemarin mas belikan itu dipakai dan dandan yang cantik biar mas tambah semangat kerjanya?"
" Iya mas ?"
**
Di Toko
Astri memakai baju gamis berwarna coklat susu dan jilbab warna krem,dengan sedikit riasan tipis .semakin terlihat anggun dan cantik.
Pelanggan toko ,mulai datang silih berganti.Ada yang sibuk memilih - milih dan ada yang sibuk mencoba di ruang ganti.
__ADS_1
"Sudah ini saja Bu ,saya cek ya Bu kemeja dengan ukuran XL dan sepatu anak nomor 40 ya? bentar saya total dulu, 100 + 150 total semua 250 ribu Bu ,bisa ditukar apabila ada yang cacat atau ukurannya kurang pas maksimal 2 hari penukaran ya Bu ya,ini barangnya ?" tutur Astri seraya memberikan belanjaan .
" Ya,ini mbak uangnya pas ya,makasih ?"
" Ya buk sama - sama ?Jangan lupa mampir lagi ya buk ?"
" Ya "
" Kamu hebat " ucap Amir yang sedang lewat melintasi Astri .
Astri hanya senyum.
" Itu istri kamu mir?" tanya ibu- ibu yang tengah sibuk memilih baju.
" Iya Bu ? ucap Amir yang juga sibuk mengambil hanger yang kosong disamping ibu itu.
" Oh ,pinter juga kamu pilih istri cantik ,ngomong- ngomong sudah punya anak berapa kamu mir ?" tanya ibu itu lagi.
Deg
jantung Astri tiba- tiba sedikit sakit .kala mendengar pertanyaan itu.
" Belum ada Bu, masih usaha " ucap Amir.
" Oh,maaf saya gak tau ? saya fikir kamu dan istrimu sudah punya anak."
" Ya Bu gak papa? jadi mau pilih yang mana ? " tanya Amir .
" Yang ini aja ?"
" Oh ,mari Bu kekasir?"
" Kalian sudah menikah berapa tahun ?" tanya lagi ibu itu ke Astri .
" 8 tahun Bu "
__ADS_1
" Lama sekali, begitu apa gak merasa sepi dirumah, nikah sudah lama tapi belum ada anak ?"
.