Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
ATM berjalan.


__ADS_3

" Huuhf ,sabar Astri jangan dengarkan omongan ibu mertuamu ini, ingat kuat demi anak " gumamku dalam hati ,mensugesti diri sendiri . Tenang dan tenang itu hal utama yang saat ini ku butuhkan.


Bingung sebenarnya dengan keadaan saat ini , betapa tidak mertuaku dulu begitu ambisi menyuruh ku dan mas Amir cepat - cepat punya anak ,sekarang giliran sudah punya seakan gak mau .Heran sekali? Bagaimana coba jadi aku ?


" Tri kok melamun ?" Mas Amir menepuk bahuku sontak aku terperanjat kaget .


" Astagfirullah , ya mas apa tadi ?"


" Gak papa , mas hanya bilang kamu kok nglamun ?"


" Oh ,gak kok mas itu hanya mengingat -ingat tadi naruh lipstik dimana gitu ?"


" Oh ,begitu mas kira kamu lagi nglamunin apa ?"


" Hehe gak kok mas ?"


" Astri ,mas mohon kamu jangan begitu lagi ya sama ibu , kasian ibu itu dari dulu sudah susah membesarkan mas dan adik mas sendirian , pengorbanan nya begitu banyak ke mas apalagi setelah ditinggal bapak pergi , Ibu lah yang mencari nafkah kemana - kemana? Jadi kamu tolong maklumilah kalau ibu bersikap begitu kepada mas dan juga meminta uang ke mas ?kamu faham kan apa yang mas maksudkan ?!"


" Iya mas " sahut ku.


Sebenarnya gak papa sih ya kalau orang tua itu minta ke anak bahkan anak memberi ke orang tua itu wajib ,tapi menurutku ibu Amir sudah kelewatan bahkan simpanan mas Amir sampai menipis sekarang gantian uang simpanan ku ikut terkorek .Padahal itu uang untuk biaya lahiran nanti . Dan sekarang mas Amir memintaku untuk memakluminya ok , gak jadi masalah ? .


" Makasih ,Astri ku sayang kamu memang istri terbaikku ?" Mas Amir memelukku erat.


***


Pagi ini cuaca sangat cerah , aku berolahraga didepan rumah . Selain menjaga tubuh agar selalu sehat dan kuat , baik juga untuk kesegaran badan apa lagi matahari bersinar dengan terangnya membuat tubuh ku merasa lebih berenergi .


" Habis olahraga tri ?" Tanya Bu Nani saat melihatku duduk dibawah pohon . Tempat dimana Bu sum dan yang lain ngumpul.


" ya ini Bu , dari mana Bu?"


" Ini dari rumah Endah " jawab Bu Nani.


"Pagi sekali Bu ?"


" Ya tri ,itu si Endah mau diajari cara mandikan bayi ?"


" Ow begitu ya Bu ,duduk dulu Bu "


" Memang kamu sudah selesai olahraganya tri , takut ganggu saya "


" Hehe ... gaklah Bu ganggu apanya , Alhamdulillah sudah kok ,ini makanya istirahat " Ucap Astri seraya menepuk kayu disampingnya .

__ADS_1


Bu Nani tersenyum seraya menghampiri Astri kemudian duduk disamping Astri.


"Eh, Bu Nani, Astri kalian sudah disini toh ?" ucap Bu sum yang datang tiba - tiba langsung duduk disebelah kami.


" Iya Bu sum " Jawab Bu Nani.


Aku hanya tersenyum .


" Eh ,Astri ... gimana rasanya jadi ibu hamil enak ?"


"Hus ,Bu sum kok gitu tanyanya ? " Bu Nani menyenggol siku Bu sum.


" Kenapa toh Bu Nani emang salah pertanyaan saya ? Kan Astri baru kali ini hamil ? kalau Bu Nani ,saya kan sudah berkali - kali ya kan?" Mata Bu sum melihat Bu Nani menyakinkan.sedangkan Bu Nani merasa tak enak.


" Alhamdulillah , Bu sum biasa kok malah sekarang sudah suka gerak - gerak ?"


" Syukur deh berarti sehat tuh bayimu "


" Alhamdulillah " Bu Nani ikut menimpali.


Tak terasa matahari mulai menyilaukan mata , kami yang tadinya duduk bersantai di bawah pohon sambil bercengkrama kini,mulai pulang kerumah masing-masing.


Tok ...Tok ....


Ceklek ...


Pintu ku buka .


" Astri ,Amir mana ?"


" Ibu ,masuk Bu" ku buka pintu semakin lebar dan menyuruh ibu masuk." Mas Amir sudah berangkat Bu baru saja ? "


" Ow begitu ,Astri duduk sini ibu mau bicara ?" Ajak ibu dengan suara lemah lembut kepadaku.


"Ada apa ini ? ibu hari ini beda sekali ?" batinku.


Aku pun ikut duduk disamping ibu " Ada perlu apa ya Bu kayaknya penting sekali ?" Tanyaku.


" Iya Astri ,sangat penting memang ibu baru saja kena tipu ,uang ibu habis dan sekarang waktunya bayar arisan tapi ibu gak punya uang lagi , Ibu bingung tri mau cari pinjaman uang dimana? " keluh ibu yang nampak sedih sekali ."Tadi ibu sudah minta Priyan tapi Priyan cuma ngasih 3 ratus sedang kan uang arisan 2 juta, Astri apa kamu punya simpanan ,kalau ada apa ibu boleh pinjam dulu ? Ibu janji nanti akan ibu kembalikan sebulan lagi ?"


" Gimana ya Bu ? Uang simpanan Astri tinggal dikit itu pun buat biaya persalinan Bu ? kemaren kan ibu sudah pinjam ?"


" Astri apa kamu gak kasihan ibu ,kalau ibu nanti dimarahin gara - gara gak bisa bayar arisan?"

__ADS_1


" Gimana ya Bu ?ntar saya coba hubungi mas Amir dulu boleh ?"


"Iya silahkan ?"


Aku berdiri dari tempat dudukku agak menjauh dari ibu.


Tut ... Tut ..


"Iya Sayang , Ada apa ? Ada yang sakit ?" ucap Amir.


" Assalamualaikum mas "


" Eh ,iya waalaikumsallam , Sayangku Astri sampai lupa mas ada apa tumben telvon kan mas baru aja sampai ?"


" Iya mas , ini lho ibu datang mau pinjam uang dikasih tidak?"


" Ow, itu ya udah kasih aja dulu nanti baru mas ganti kalau jualan rame "


" Tapi mas ?"


" Sudah gak papa ,udah dulu ya ini lagi ada pembeli ?"


Tut ...


panggilan berakhir .


" Gimana tri ada kan ?"


" Iya Bu bentar ya Astri ambilkan?"


" Iya ibu tunggu ?"


Berjalan ke arah kamar , sampai dikamar aku pun mengambil uang yang ada di laci . kupegang uang ini sangat erat , Rasanya tidak rela karna uang ini untuk persiapan lahiran . Dengan berat hati ku ambil uang dengan nilai nominal yang ibu katakan tadi. Kulihat uang semakin menipis .Kututup kembali laci tersebut dan bergegas keluar kamar.


" Ini Bu uangnya ? "


Ibu pun langsung mengambilnya dari tanganku dan buru - buru menghitungnya .


" Pas " ucap ibu . " Makasih ya Astri kamu memang menantu paling baik,ibu pergi dulu ya mau cepet - cepet bayar arisan?"


" Iya Bu " ucapku .


Ibu langsung pergi begitu saja .wajahnya pun langsung terlihat sangat gembira .Beda jauh saat mengeluh tadi. Aku hanya bisa geleng kepala . melihat tingkah ibu mertuaku .

__ADS_1


" Ternyata gampang menyenangkan orang dijaman sekarang cukup dengan uang orang yang tadinya sedih bisa langsung bahagia , uang memang hebat " gumamku


__ADS_2