Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Sakit tapi tak luka.


__ADS_3

Astri dan Amir mempersiapkan kado untuk anak Priyan yang bernama Enggar Putra Priyan Pratama yang kini genap usia 6 tahun.


Sengaja mereka memilihkan permainan edukasi untuk anak seumuran Enggar ada Lego , puzzle, juga satu set alat menggambar yang bisa mereka bawa sedangkan mobil- mobilan besar yang dapat dinaiki. akan diantar kurir.


Disana ,terlihat sudah banyak orang tua yang datang tentunya dengan membawa anaknya masing- masing.Melihat anak- anak yang lucu,imut ganteng dan cantik membuat Astri senyum- senyum sendiri.


" Kenapa tri ?" ucap Amir menyenggol pundakku.


" Ah, gak mas itu anak- anak lucu- lucu gemesin" jawab Astri.


" Iya , semoga kita cepet dapet yang kayak itu amin?" doa Amir Astripun mengaminkan ucapan Amir.


Mereka berdua menghampiri ibu dan juga Priyan beserta istri Priyan dan anaknya dan juga tamu yang undangan. Dengan ruangan yang sudah didekorasi penuh dengan berbagai hiasan balon.


" Assalamualaikum"sapa mereka seraya mencium punggung tangan ibu dilanjut menyalami Priyan sekeluarga.


" Mas kok baru datang ,Priyan sudah tunggu- tunggu lho ?" ujar Priyan seraya memeluk Amir.


" Ya tadi itu ,dapat telvon dari gudang katanya paket baju mau datang?"


"Oh begitu ,mas gimana kabarnya dan mbak Astri ?" Priyan mengamati secara bergantian.


" Alhamdulillah baik ?"


" Mbak,Astri gimana sudah isi belum? " tanya Hesti istri Priyan.


" Eemm"


" Hesti- Hesti ngapain kamu tanya begitu ke Astri, Jawabannya pasti sama belum ada masih usaha !" ujar ibu Arum .


" Haha... gak papa Bu , memang begitu kalau orang belum bisa kasih cucu pasti jawabannya itu - itu aja, tapi gak papa Bu kan ibu sudah punya cucu satu- satunya dari Hesti " ucap Hesti.


" Ya lah ,kamu memang menantu idaman ,Hesti masih muda ,pintar cantik bisa kasih cucu ke ibu" puji ibu mencubit dagu Hesti.


Astri dan Amir hanya bisa diam melihat mereka.


" Siapa dulu pilihan Priyan itu gak salah kan Bu ?"


" Iya betul sekali haha"


Mereka bertiga tertawa bersama sedangkan Amir dan Astri hanya senyum.


" Ow ya Enggar mana yan?" tanya Amir .


" O ya ,ntar mas" Priyan mengedarkan padangan melihat sekitar begitu juga ibu ,Hesti,Astri dan juga Amir.

__ADS_1


" Nah itu Enggar?" ucap Hesti seraya menunjuk anaknya.


" Enggar ...sini nak.. sini!" teriak Priyan seraya melambaikan tangan ke Enggar.


Enggar pun lari kecil menghampiri mereka.


" Ya pa ,ma ada apa?" ucap Enggar ditengah- tengah mereka.


" Ini ada Om Amir dan Tante Astri ,mau ketemu kamu?" ucap Priyan .


" Oh,Om ,Tante ?" Enggar mencium punggung tangan Amir dan juga Astri.


" Anak pintar, kamu makin gede aja Enggar,makin ganteng .Om cuma mau ngucapin selamat ulang tahun sehat selalu dan panjang umur ya" ucap Amir yang agak menundukkan badan seraya mengelus pucuk rambut Enggar .


" Ih ,om apaan sih!" ucap Enggar


" Enggar ,selamat ulang tahun juga ya semoga panjang umur jadi anak baik dan Sholeh selalu sayang mama papa, ini kado dari Om dan Tante diterima ya" ucap Astri memberikan kado yang telah dibawanya.


"Ini kado ,apaan Om, Tante jelek amat?"


" ups hihihi" ibu dan juga Hesti tertawa kecil.


" Ini mainan sayang , biar Enggar makin kreatif dan pintar ini bagus untuk seusiamu nanti bisa dipakai main bareng- bareng temanmu ?" ucap Astri.


" Eh, Enggar ini bagus lho ,Om sudah cari susah bwanget mainan ini tadi sama Tante Astri masak ditolak?" bujuk Amir.


" Papa,mama aku gak suka kado dari Om Amir dan Tante Astri , mainan itu kuno Enggar gak mau?Enggar gak mau terima hadiah itu?"Enggar merajuk.


" Ya - ya ,gak papa nanti papa sama Mama belikan ponsel baru ya ?" bujuk Priyan .


" Beneran pa ,ma ?" Enggar menatap papanya kemudian ke mamanya.


." Iya ?" ucap Hesti


" Yeeayy,makasih papa mama,Enggar sayang papa mama?" Enggar berjingkrak - jingkrak.


" Sama nenek gak sayang ?"


" Sayang dong nek ?" Enggar memeluk ibu Arum.


" Oh cucu nenek terganteng ?


Amir dan Astri hanya menggeleng dan senyum.


" Nenek, Enggar kesana dulu ya ,Oya mama papa ,aku gak mau kado dari Om Amir suruh bawa pulang aja lagi kadonya ya ma pa ?"

__ADS_1


" Iya- iya , maaf ya Astri anak aku memang begitu kamu dengar sendiri kan tadi ,jadi maaf kami gak bisa terima kado dari kalian." ucap Hesti.


" Ya ,gak papa Hesti saya ngerti kok ?" jawab Astri.


" Priyan,Hesti harusnya kalian gak boleh begitu dengan anak , mas tahu kalian sangat sayang kepada anak kalian tapi alangkah baiknya jangan lah terlalu dibiarkan apalagi loss dengan memberi anak kebebasan dalam memainkan hp."


" Ya mas , Priyan tau kok yang terbaik buat Enggar ?"


"Mas Amir kok bicara begitu dengan suami saya , seperti meremehkan cara kami dalam mendidik anak?" Hesti menimpali.


" Hesti ,Mas Amir hanya mengingatkan Priyan saja ,gak bermaksud meremehkan" ucap Astri.


" Hesti sa.."Ucap Amir terhenti kala Astri memegang tangan Amir erat seraya mengedipkan mata pelan.


" Sudah lah ,Mir namanya juga anak kecil ,biarkan saja dan Priyan gak salah jika mau memberikan hp baru karna kan sekarang memang udah jamannya anak kecil pada main hp bahkan anak kecil lebih pinter dari pada orang dewasa ya kan? sudah ayok kita nikmati acara Enggar ini?"


" Iya Bu"


Acara pun dimulai dari meniup lilin sampai acara pertunjukkan badut yang sengaja di panggil untuk memeriahkan ulang tahun Enggar.


" Kami pulang dulu ya Bu ,Priyan Hesti ?" ucap Amir .


" Ya Hati- hati kalian "


" Enggar beneran ini gak mau terima kado dari Tante ?" tanya Astri kala melihat Enggar disamping kedua orang tuanya.


" Gak ah ,Tante Enggar gak mau? "


" Ya udah Tante pulang dulu ya sama om Amir ?"


***


Karna jarak rumah Amir dan ibunya tidak terlalu jauh,Amir pulang menggunakan sepeda motor.


" Nauzubillah , semoga jika kita nanti diberi seorang anak, kita bisa mendidiknya jadi lebih baik" ucap Amir.


" Kenapa mas? marah - marah sendiri?" ucap Astri yang ada diatas boncengan motor.


" Mas gak enak aja Astri ,hadiah kita ditolak adik mas sendiri , pasti Astri sedih kan?" tanya mas .


" Hehe..tidak mas biasa aja ,gak papa lah ditolak namanya juga anak kecil kalau ada yang dia gak suka ya tetep gak suka mau di paksa suruh suka ya tetap gak bisa"


" Beneran Astri ,Astri gak marah?"


" Beneran mas Astri gak marah,STOOOPP !" teriak Astri .

__ADS_1


__ADS_2