Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Mengejar waktu.


__ADS_3

" Gawat itu pasti orang menagih hutang , harus gimana nih mana belum ada uang lagi ?" Keluh ibu Priyan yang masih mondar mandir kala mendengar suara ketukkan pintu.


" Buka tidak ,buka tidak buka "


Ibu Priyan menghitung menggunakan 5 jarinya .


" Buka sajalah aku harus bisa akting sakit didepan mereka biar mereka cepat pergi " Gumamnya menyusun rencana.


Langkah kaki ibu Priyan sangat hati - hati. Jantungnya sangat cepat berdegup memutar gagang pintu dengan perlahan .


Ceklek ...


Pintu terbuka .


Ibu Priyan tak berani menatap ,wajahnya tertunduk dengan sesekali batuk - batuk.


" Uhuk ... uhuk maaf saya lagi sakit ,Kalau bisa besok saja kesininya Uhuk ... uhuk ..."


"Maksudnya ?"


" Iya pak saya mohon jangan tagih saya dulu karna saya belum punya uang sekarang , saya mohon pak " Ibu Priyan memelas masih dengan menundukkan kepala.


" Buk maksudnya saya gak ngerti ibu ngomong apa ?


Ibu Priyan mendongakkan wajahnya .


" Ha ... " Ibu Priyan kaget juga tersipu malu.


" Eh pak RT ,saya kira ... " Ucapan ibu Priyan terputus


" Iya Bu Priyan begini saya datang kesini mau memberi tahukan kalau dikomplek kita sedang ada kegiatan untuk buka puasa nah setiap rumah diwajibkan membayar uang senilai 100 ribu untuk konsumsi kalau pun tidak bisa , per rumah diwajibkan membawa makanan seadanya " Tutur pak RT.


" Ow ,begitu pak RT sebentar pak saya ambilkan uangnya dulu. Duduk dulu pak "

__ADS_1


" Ya buk makasih " jawabnya seraya duduk dikursi teras.


Ibu Priyan melangkah masuk rumah menuju kamarnya.


" Ada - ada aja si RT satu ini ,sudah tahu sekarang cari uang susah masih aja ngadain acara kemaren menyambut bulan puasa sekarang buka bersama besok apalagi coba menyambut dianya jadi RT lagi gitu huh ... sebel jadinya , ini lagi uang mana lagi kalau di cari aja susah kalau gak dicari muncul ,uang tinggal 100 pula " Omel ibu Priyan seraya membuka laci lemari. " Nah ini dia " Uang itu ditemukannya dibawah kasur paling pojok.


Pak RT menunggu didepan melihat keseisi teras .Pandangannya tertuju pada sangkar burung yang sangat indah unik dan berukir tradisional .


" Ini pak RT " ibu Priyan menyerahkan uang yang ada ditangannya tepat didepan pak RT.


"Oh, iya Bu makasih "Terima pak RT." Bu itu sangkar burungnya bagus sekali kok gak ada burungnya?" Tanya pak RT


" Oh itu iya pak itu milik almarhum suami saya dulu ada sih burungnya tapi semenjak suami saya gak ada sekarang burungnya malah lepas jadi ya kosong "


" Kenapa gak di isi lagi Bu bukannya anak ibu semua laki - laki " Hehe ...anak saya gak ada yang hobi pelihara burung pak " Jawabnya.


" Gak dijual Bu "


Ujar pak RT yang dari tadi memandang sangkar itu .


" laku lah Buk ,itu bagus kok apa boleh saya beli Bu berapapun ibu minta saya bayar asal cocok dengan harga " Tawar pak RT


" Beneran pak ?" Ibu meyakinkan." Kalau begitu saya mintak harga 700 bisa pak ?"


" Oke Bu bisa ,ntar ?" Pak RT terlihat mengeluarkan uang dari dompetnya menghitungnya dan memberikannya ke ibu Priyan " Ini Bu pas ya " ujarnya.


" Iya pak makasih ya ,langsung dibawa aja pak sangkarnya "


" Ya buk saya bawa ya ,sekali lagi makasih lho "


" Ya pak sama - sama "


Pak RT pun pergi , ibu Priyan sangat gembira mendapat rejeki nomplok . wajahnya yang tadinya murung dan bingung kini berubah menjadi sangat girang matanya merem melek melihat uang yang ada ditangannya?.

__ADS_1


" Assalamualaikum Bu "


Kesenangan ibu Priyan terganggu sedikit kaget dengan suara salam .


" Waalaikumsallam ,eh astri kamu ,mari masuk " Ujar ibu .


" Ya Bu "


Astri masuk kerumah ibu Priyan lalu duduk dikursi bersama ibu Priyan kini mereka saling berhadapan .


" Alhamdulillah ,ibu tahu aja kalau Astri kesini mau ambil uang yang ibu pinjam kemarin " Ujar Astri spontan kala melihat ibu mertuanya memegang uang.


" Ha ... uang ?" kagetnya." Duh ... kenapa aku lupa gak sembunyikan ini uang tadi bego banget " Maki ibu Priyan ke diri sendiri dalam hati." Eh ... heum Astri biasa filing seorang ibu itu begini pasti kuat dan sangat tepat tapi maaf ya tri ibu cuma bisa kasih ini saja gak papa kan ?" Ujarnya


" Ya Bu gak papa? "


Dengan berat ibu Priyan menyerahkan uang yang baru saja didapatnya.


" Baru juga mau seneng malah gak jadi " Ibu Priyan membatin.


***


" Makasih om " Ujar Hesti kala menerima uang dari om - om .


" Hari Minggu nanti lagi ya "


" Ya om ,tapi masak ditengah hutan gini om kan Hesti jadi takut "


" Ngapain takut kan ada om"


Hesti dan om duduk dibawah pohon di hutan sedangkan mobilnya diparkir dipinggir jalan .Disana mereka bergulat selayaknya suami istri . Hesti melakukan itu demi bisa menghasilkan uang tambahan.


" Gawat om , sudah waktunya aku pergi jemput anak "

__ADS_1


" Ya udah ayok kita pulang ?" Ajaknya .


Mereka pun akhirnya tancap gas menuju parkiran motor.


__ADS_2