
" Nyonya Wenda , kata security yang ada di sekolahan non putri ,non putri sudah pulang bersama lelaki sejak sejam yang lalu "
" Oh , mungkin putri dijemput dengan omnya kan biasa om nya begitu suka jemput putri " Wenda yang duduk dengan memainkan ponselnya dengan santainya.
" Tapi buk ,masalahnya saya sudah dari om Evan tapi om Evan sedang ada luar kota "
" Apa pak ,jadi putri kemana pak ?Kok bisa dia ikut siapa terus ? Coba pak ,telvon semua teman - teman sekolah putri ,siapa tahu putri ikut temanya " Wenda mulai panik saat mengetahui putrinya tak bersama dengan om nya.
" Baik ,nyonya " Supir pribadi Wenda langsung menghubungi nomor - nomor teman putri anaknya Wenda .
Wenda tak lupa menghubungi kerabat dan juga guru - guru Wenda .
" Iya Bu ,makasih " Ucap Wenda mengakhiri telvon berusaha tenang saat menelvon orang - orang padahal hatinya sangat kacau .
" Gimana pak ,apa ada yang tahu putri kemana ?"
Pak supir hanya menggeleng .
Wenda malah semakin panik dengan jawaban itu .
" Gimana ini , dimana anak saya ! putri kamu dimana nak " Gumam Wenda dengan cemasnya .
Tlink
Suara notif pesan baru dari ponsel pak supir.
Wenda yang mendengar itu langsung ikut melihat kearah ponsel .
" Ini nyonya ada yang ngasih info katanya ( Tadi aku lihat ,putri dijemput sama papanya pak ) " Pak supir membaca pesan yang ada diponselnya .
" Wawan , awas kamu kalau sampai anak ku terjadi apa - apa gak akan aku maafin !" Gumam Wenda dengan nada kesal dan marah.
Bagaimana tidak , Wawan yang terkenal cuek dengan anaknya bahkan gak suka dengan anak perempuan tiba - tiba mengajak anaknya tanpa seizin Wenda terlebih dahulu , dan moment ini menurut Wenda sangat kurang pas karna Wawan menjemput putrinya disaat hubungan mereka sedang tidak baik - baik saja .
***
" Papa ,papa mau ngajak putri kemana ?"
" Kan tadi kita sudah jalan - jalan ,makan es krim nah sekarang papa mau ajak putri ketempat tinggal papa yang baru mampir sebentar ?" Wawan beralasan.
" Papa udah hubungi mama kan ? kata mam gimana ?" Putri memastikan.
" Oh, iya papa lupa nanti papa hubungi "
__ADS_1
Mereka memasuki rumah sewaan yang disewa Wawan , rumah yang tidak terlalu besar didalamnya hanya ada satu kamar .
" Kamu istirahat dulu dikamar ya put ,nanti sore baru pulang papa masih kangen pengen ngajak putri main di taman bermain Deket sini ,tempatnya seru "
" Ok ,pa " Putri pun masuk kedalam kamar.
Sedangkan Wawan terlihat menelvon seseorang yaitu Wenda istrinya .
Tut ...
Tut ...
Ponsel berdering .
" Wawan ,kamu bawa kemana anak ku !" Suara keras terdengar dari sebrang sana .
Wawan tersenyum kecut " Tenang - tenang ,dia juga anakku kan ?Masak papanya gak boleh ajak putrinya jalan - jalan "
"Dimana anakku !" Teriak Wenda .
Wawan yang sudah mengaktifkan suara keras diponselnya membuat suara Wenda terdengar sangat jelas hingga Wawan agak menjauhkan ponselnya dari telinganya akibat teriakkan itu .
" Kenapa ? Buru - buru , aku kan papanya masak kamu gak percaya sama papanya ? memangnya wajahku ada tampang jahat apa ?" Wawan bicara dengan santainya.
" Bukan jahat tapi lic*k aku tahu arah kemana tujuanmu membawa putri Wawan ! sekarang jujur saja kamu mau apa ? Dan cepat beri tahu kamu bawa anakku putri kemana ?"
" Wenda dengarkan baik - baik aku tidak akan mengembalikan putri begitu saja kepadamu sebelum kamu menyetujui semua permintaanku ,yaitu kamu tidak boleh menceraikan ku , yang kedua izinkan aku tetap tinggal dirumah mu , satu lagi naikkan jabatan ku menjadi orang nomor satu diperusahaanmu bagaimana ?"
" Benar - benar Gil* kamu wan ! kamu memanfaatkan situasi ini demi kesenanganmu pribadi "
"Kata siapa ini semua aku lakukan untuk keluarga kita agar kita bisa sama - sama lagi membina rumah tangga yang sejahtera ,apa kamu tidak mau seperti itu ?"
" Memang tak war* s kamu wan!"
" Terserah kamu hanya punya waktu sore nanti kalau kamu masih belum bisa menentukan aku pastikan kamu tidak akan bertemu lagi dengan putri selamanya " Ancam Wawan .
" Sialan !"
Tut ....telvon dimatikan sepihak oleh Wawan.
" Ah .... bentar lagi aku akan mendapatkan apa yang aku mau tanpa susah payah kerja haha ...ada untungnya juga si putri " Gumam Wawan yang saat ini duduk dikursi ruang tamu . seraya melihat pintu kamar putri yang masih tertutup.
****
__ADS_1
Setengah 3 Hesti ,jalan - jalan menggunakan motor Amir untuk mencari gorengan kesukaannya .
Penjual gorengan itu memang agak sedikit jauh dari rumahnya dengan santainya Hesti menikmati perjalanan menuju penjual gorengan.
" Eh - eh ...eh awas !"
Bruuukkk ...
Hesti menabrak seseorang seketika Hesti langsung berhenti dan mematikan motornya.
" Eh ,nak kamu gak papa ? " Hesti panik langsung memapah tubuh anak itu kepinggir duduk di pinggir jalan.
" I - iya Tante , a- aku capek " Keluh anak itu dan pingsan.
" Lho - lho ,nak - nak kamu kenapa ?" Hesti panik .
" Kenapa ? Bu apa yang terjadi ?" Tanya lelaki yang baru saja datang.
Hesti pun menjelaskan kronologi kejadian ,setelah itu Hesti meminta tolong bapak - bapak itu untuk menaikkannya disepeda motornya dan membawanya kerumah Astri .
***
Jam 5 sore Wawan yang sangat gembira karna yakin dengan rencananya itu berjalan menuju kamar putri .
Drrt ..
drrtt ...
Ponsel berdering .
" Wenda !" Gumam Wawan saat membaca nama yang tertera di ponselnya.
" Iya Wenda ?" ucap Wawan saat sudah mengangkat panggilan tersebut.
"Cepat kamu bawa kesini putri sekarang juga ?" pinta Wenda tak sabar.
" Iya tenang 15 menit lagi juga sampai " Wawan berdalih .
" Sudah dulu " Wawan mematikan telvon Wenda .
Belum sempat pintu kamar putri dibuka ponsel Wawan terus berdering namun kali ini panggilan itu senagaja dibiarkan oleh Wawan.
ceklek
__ADS_1
pintu terbuka ...
" Putri !"