Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Terjerat.


__ADS_3

" Nyonya Wenda , kata security yang ada di sekolahan non putri ,non putri sudah pulang bersama lelaki sejak sejam yang lalu "


" Oh , mungkin putri dijemput dengan omnya kan biasa om nya begitu suka jemput putri " Wenda yang duduk dengan memainkan ponselnya dengan santainya.


" Tapi buk ,masalahnya saya sudah dari om Evan tapi om Evan sedang ada luar kota "


" Apa pak ,jadi putri kemana pak ?Kok bisa dia ikut siapa terus ? Coba pak ,telvon semua teman - teman sekolah putri ,siapa tahu putri ikut temanya " Wenda mulai panik saat mengetahui putrinya tak bersama dengan om nya.


" Baik ,nyonya " Supir pribadi Wenda langsung menghubungi nomor - nomor teman putri anaknya Wenda .


Wenda tak lupa menghubungi kerabat dan juga guru - guru Wenda .


" Iya Bu ,makasih " Ucap Wenda mengakhiri telvon berusaha tenang saat menelvon orang - orang padahal hatinya sangat kacau .


" Gimana pak ,apa ada yang tahu putri kemana ?"


Pak supir hanya menggeleng .


Wenda malah semakin panik dengan jawaban itu .


" Gimana ini , dimana anak saya ! putri kamu dimana nak " Gumam Wenda dengan cemasnya .


Tlink


Suara notif pesan baru dari ponsel pak supir.


Wenda yang mendengar itu langsung ikut melihat kearah ponsel .


" Ini nyonya ada yang ngasih info katanya ( Tadi aku lihat ,putri dijemput sama papanya pak ) " Pak supir membaca pesan yang ada diponselnya .


" Wawan , awas kamu kalau sampai anak ku terjadi apa - apa gak akan aku maafin !" Gumam Wenda dengan nada kesal dan marah.


Bagaimana tidak , Wawan yang terkenal cuek dengan anaknya bahkan gak suka dengan anak perempuan tiba - tiba mengajak anaknya tanpa seizin Wenda terlebih dahulu , dan moment ini menurut Wenda sangat kurang pas karna Wawan menjemput putrinya disaat hubungan mereka sedang tidak baik - baik saja .


***


" Papa ,papa mau ngajak putri kemana ?"


" Kan tadi kita sudah jalan - jalan ,makan es krim nah sekarang papa mau ajak putri ketempat tinggal papa yang baru mampir sebentar ?" Wawan beralasan.


" Papa udah hubungi mama kan ? kata mam gimana ?" Putri memastikan.


" Oh, iya papa lupa nanti papa hubungi "

__ADS_1


Mereka memasuki rumah sewaan yang disewa Wawan , rumah yang tidak terlalu besar didalamnya hanya ada satu kamar .


" Kamu istirahat dulu dikamar ya put ,nanti sore baru pulang papa masih kangen pengen ngajak putri main di taman bermain Deket sini ,tempatnya seru "


" Ok ,pa " Putri pun masuk kedalam kamar.


Sedangkan Wawan terlihat menelvon seseorang yaitu Wenda istrinya .


Tut ...


Tut ...


Ponsel berdering .


" Wawan ,kamu bawa kemana anak ku !" Suara keras terdengar dari sebrang sana .


Wawan tersenyum kecut " Tenang - tenang ,dia juga anakku kan ?Masak papanya gak boleh ajak putrinya jalan - jalan "


"Dimana anakku !" Teriak Wenda .


Wawan yang sudah mengaktifkan suara keras diponselnya membuat suara Wenda terdengar sangat jelas hingga Wawan agak menjauhkan ponselnya dari telinganya akibat teriakkan itu .


" Kenapa ? Buru - buru , aku kan papanya masak kamu gak percaya sama papanya ? memangnya wajahku ada tampang jahat apa ?" Wawan bicara dengan santainya.


" Bukan jahat tapi lic*k aku tahu arah kemana tujuanmu membawa putri Wawan ! sekarang jujur saja kamu mau apa ? Dan cepat beri tahu kamu bawa anakku putri kemana ?"


" Wenda dengarkan baik - baik aku tidak akan mengembalikan putri begitu saja kepadamu sebelum kamu menyetujui semua permintaanku ,yaitu kamu tidak boleh menceraikan ku , yang kedua izinkan aku tetap tinggal dirumah mu , satu lagi naikkan jabatan ku menjadi orang nomor satu diperusahaanmu bagaimana ?"


" Benar - benar Gil* kamu wan ! kamu memanfaatkan situasi ini demi kesenanganmu pribadi "


"Kata siapa ini semua aku lakukan untuk keluarga kita agar kita bisa sama - sama lagi membina rumah tangga yang sejahtera ,apa kamu tidak mau seperti itu ?"


" Memang tak war* s kamu wan!"


" Terserah kamu hanya punya waktu sore nanti kalau kamu masih belum bisa menentukan aku pastikan kamu tidak akan bertemu lagi dengan putri selamanya " Ancam Wawan .


" Sialan !"


Tut ....telvon dimatikan sepihak oleh Wawan.


" Ah .... bentar lagi aku akan mendapatkan apa yang aku mau tanpa susah payah kerja haha ...ada untungnya juga si putri " Gumam Wawan yang saat ini duduk dikursi ruang tamu . seraya melihat pintu kamar putri yang masih tertutup.


****

__ADS_1


Setengah 3 Hesti ,jalan - jalan menggunakan motor Amir untuk mencari gorengan kesukaannya .


Penjual gorengan itu memang agak sedikit jauh dari rumahnya dengan santainya Hesti menikmati perjalanan menuju penjual gorengan.


" Eh - eh ...eh awas !"


Bruuukkk ...


Hesti menabrak seseorang seketika Hesti langsung berhenti dan mematikan motornya.


" Eh ,nak kamu gak papa ? " Hesti panik langsung memapah tubuh anak itu kepinggir duduk di pinggir jalan.


" I - iya Tante , a- aku capek " Keluh anak itu dan pingsan.


" Lho - lho ,nak - nak kamu kenapa ?" Hesti panik .


" Kenapa ? Bu apa yang terjadi ?" Tanya lelaki yang baru saja datang.


Hesti pun menjelaskan kronologi kejadian ,setelah itu Hesti meminta tolong bapak - bapak itu untuk menaikkannya disepeda motornya dan membawanya kerumah Astri .


***


Jam 5 sore Wawan yang sangat gembira karna yakin dengan rencananya itu berjalan menuju kamar putri .


Drrt ..


drrtt ...


Ponsel berdering .


" Wenda !" Gumam Wawan saat membaca nama yang tertera di ponselnya.


" Iya Wenda ?" ucap Wawan saat sudah mengangkat panggilan tersebut.


"Cepat kamu bawa kesini putri sekarang juga ?" pinta Wenda tak sabar.


" Iya tenang 15 menit lagi juga sampai " Wawan berdalih .


" Sudah dulu " Wawan mematikan telvon Wenda .


Belum sempat pintu kamar putri dibuka ponsel Wawan terus berdering namun kali ini panggilan itu senagaja dibiarkan oleh Wawan.


ceklek

__ADS_1


pintu terbuka ...


" Putri !"


__ADS_2