
" Mas kapan nih uang jatah bulananku ditambah ?" Ujar hesti pada Priyan.
" Gimana mau tambah mas aja lagi butuh dana buat beli bahan mebel " Jawab Priyan yang nampak berbaring di kasur dengan memandang langit - langit atap .
" Begini nih kalau mas gak mau usaha lain ?Mas , mas itu harusnya bisa cari tambahan udah tahu mebel sepi tapi masih ditungguin aja ?" Cerocos Hesti
" Kamu itu tinggal ngomel aja ti Hesti kamu gak tahu sih gimana susahnya mas cari pelanggan ,pertahanin pelanggan belum lagi cari modal lagi" keluh Priyan.
" Alah mas ini gitu terus alasannya "
Hesti berbalik badan yang tadinya duduk menghadap cermin kini menghadap tepat ke arah Priyan yang masih tiduran diranjang dengan mata fokus ke atap langit - langit.
" Sudah mas mau tidur dulu lah pusing dengerin kamu ngoceh terus ti" Priyan seketika memejamkan mata. Sedangkan Hesti langsung bermuka kesal .
" Kalau begini terus bisa gila aku jadinya ? Mana masih ngurus biaya sekolah belanja bakal tak ada sisa dong nantinya buat perawatan kulit ,wajah aduh harus cari tambahan lagi nih ?" Batin Hesti meski keadaan kesal dan jengkel kepada suaminya Hesti tetap berfikir demi kesenangannya.
***
Semakin hari perut Astri semakin membesar Astri semakin bahagia dan tidak sabar lagi menunggu kehadiran sang buah hatinya di dunia ini.
Setiap hari Astri mengelus perutnya memutarkan sholawat untuk diperdengarkan tidak lupa setiap malam membacakan ayat Alquran .
" Mas Astri gak sabar deh penasaran nanti bayi kita mirip siapa ya ?"
__ADS_1
" Emmzz pasti mas " Jawab Amir yang saat ini berada disamping Astri.
" Bisa jadi kan selama ini aku paling suka Deket - Deket mas "
" Hehe bisa aja kamu Astri - Astri " Amir terkekeh." Oh ya apa ibu sudah kesini lagi buat kembaliin uang kita tri ?"
" Belum mas " Jawab Astri.
" Duh ibu ini pasti lupa deh ,itu uang kan buat persalinanmu nanti "
" Sabar mas siapa tau ibu besok kesini ,bolehkan kalau Astri yang minta ke ibu ? " Tanya Astri .
" Boleh lah "
Dirumah ibu Priyan nampak kawatir dengan keadaan yang mana sekarang ini ibu Priyan sedang pusing tujuh keliling mencari uang pinjaman lagi karna uangnya telah habis buat beli baju dan tas baru untuk dipakainya diacara arisan.
" Gimana ini sudah jam 8 lagi bentar lagi jam 9 aku harus bagaimana ? Dari mana aku bisa dapat uang secepat ini?" Ujar ibu Priyan yang sedang mondar - mandir dikamar mencari solusi.
" Bu ,ibu didalam ?" Panggil Hesti dari luar.
Ibu Priyan tidak menjawab.
Tok ...
__ADS_1
Tok ...
Tok ...
" Bu !" panggilnya lagi seraya mengetuk pintu nya " Kayaknya ibu gak ada dikamar deh ?" Gumam Hesti dari luar . Sedang ibu Priyan menguping dibalik pintu.
" Bu Hesti cuma mau bilang ,Hesti mau keluar dulu sebentar ada janji dengan temen ? Nanti Enggar dijemput mas Priyan satu lagi Bu Hesti belum masak karna beras habis tapi tenang Bu Hesti sudah bilang ke mas Priyan buat beli makanan jadi buat dimakan hari ini pergi dulu ya Bu Assalamualaikum " Oceh Hesti.
" Dasar menantu kurang ajar masak dia enak - enakkan pergi ,belum masak lagi masih disuruh nunggu Priyan gak tahu apa kalau perut sudah laper sekali .Awas aja kalau sampai rumah " Gumam ibu Priyan
" Gimana nih cari uang dimana lagi ?"
Tok ...
Tok ...
Suara ketukkan pintu dari luar.
neh
" Apa lagi Hesti ?" gumam ibu mertua Hesti.
Ibu Priyan langsung membuka pintu kamarnya . Dan ternyata suara ketukkan itu bukan dari luar kamar melainkan dari luar kamar .
__ADS_1