Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Gosip baru


__ADS_3

" Mas Amir ,mbak Hesti tolong lah bantu Hesti kali ini saja , aku gk iklhas banget kalau sampai perhiasan ini sampai kembali !" Rengek Hesti.


" Hes , kamu kan tahu sendiri ibu Wenda mintak dikembalikan uangnya 3 kali lipat


mana punya aku ,sama mas Amir uang segitu !" Tukasku memberi pengertian ke Hesti .


" Iya ,hes uang mas juga buat lahiran si Astri kita kan sudah menunggu dari lama ,saran mas mending kamu relain aja barang itu ,lagian barang dapat dari selingkuh mana berkah " Ujar mas Amir ikut berkomentar.


" Uuh, kalian ini sama aja ya ,bukannya bantu selesaikan masalah ini malah tambah masalah , Kalian gak tahu sih aku dapetin perhiasan ini itu gak mudah !" Hesti merajuk sudah seperti kanak - kanak yang gak mau jauh dari mainannya meski semenit.


" Ya terserah lah ,hes aku dan mas Amir sudah angkat tangan , aku dan mas Amir hanya bisa doain kamu supaya ada jalan buat selesaiin masalahmu itu ,yang penting kita kan sudah ingatkan kalau yang namanya barang gak hak kita itu gak akan berkah "


" Tau ,ah .." Hesti yang tadinya duduk di kursi bersama Amir dan Astri tiba - tiba langsung berdiri dan meninggalkan ruangan itu dengan kesal .Menghentakkan kakinya.


Astri dan Amir hanya bisa saling pandang satu sama lain ,heran dengan sikap Hesti.


"Huft ..." Amir menghela nafas panjang menghembuskan kasar .


" Apa sebaiknya kita suruh pergi aja itu Hesti dari rumah kita ,yank ?" Ucap Amir tiba - tiba .


" Yah , kalau Astri sih terserah mas aja ,kan yang jadi kepala rumah tangga mas ,Astri kan makmum jadi yah tinggal ikuti imamnya saja." Jawab Astri seraya menyenderkan tubuhnya dikursi .


" Tapi ,mas juga kasian sama Enggar !" Amir nampak bingung matanya fokus kedepan dengan tatapan kosong.


Astri tak bisa menjawab karna apa yang dikatakan suaminya memang ada benarnya juga . Mereka sama - sama berfikir dengan fikiran masing - masing.


***


" Pagi Bu Arum mau kemana ?"Sapa Bu sum kala melihat Bu Arum menaiki motor metiknya dengan pelan.


Ciiiitt .... Bu Arum mengerem laju motornya tepat didepan Bu sum .


" Eh , Bu sum iya ini mau belanja ke warung Mpok Minah didepan !" Jawab Bu Arum yang masih tetap berada diatas jok motornya dengan mesin motor dimatikan.


" Ow , tumben Bu ,biasanya kan Hesti yang belanja ini kok ibu sendiri ?"

__ADS_1


Bu Arum yang mendengar pertanyaan Bu sum yang menjebak itu , sontak membuat Bu Arum sulit menjawab. Bu Arum sangat tahu ,bagaimana sifat Bu sum ini , ratu gosip di komplek ini ,dan hampir semua orang tahu kalau bu sum ini pandai sekali menjebak , sampai dia mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat tentang gosip yang beredar.. Dan anehnya hampir semua orang yang dijebaknya dengan pertanyaan - pertanyaan kecilnya itu , pada masuk dalam jebakannya dan akhirnya mereka pun keblablasan cerita .


" Aku gak boleh , kemakan dengan omongan Bu sum , bisa - bisa aku kecplosan nanti ,duh aku harus bisa cari alasan?" Batin Bu Arum .


" Eh, Bu Arum ,malah nglamun kenapa ? Eh katanya bulan depan arisannya kena Bu Arum ya jadi gimana mau dipesankan makanan apa ?" Bu sum menepuk pundak Bu Arum dengan tangannya . dan mengalihkan topik.


" Eh , i - iya Bu sum, belum tahu menu apa buat acara bulan depan " Jawab Bu Arum sekenanya .


"Ow , begitu ya Bu , Minggu depan kayaknya kalau jadi arisannya mau saya mintak dulu deh ,Bu soalnya ada sedikit acara gitu ?" Bisik Bu sum pelan diakhir kalimat.


" lho ,iya toh Bu ,bukannya kemaren sudah diminta Sama Bu Een "


" Iya , tapi kalau jadi saya mau minta duluan gitu ,Bu . Tapi saya juga masih bingung?" Bu sum menampakkan wajah yang tiba - tiba sedih.


" Kenapa Bu sum kenapa sedih gitu ?" Kepo Bu Arum meningkat.


" Ya Bu , saya suka iri kalau lihat Bu Arum begini punya menantu -menantu yang baik - baik ,suka membantu ,ngertiin kita gak pernah bikin ulah lagi pasti rasanya enak ya kan Bu ?". Bu sum menutup wajahnya dengan sedikit mengintip Bu Arum.


" Heumz ,kata siapa Bu sum enak , itu kan kelihatannya aslinya mah gitu !" Tutur Bu Arum mulai terpancing.


" Semua Bu sum ,Astri suka lelet , belum lagi sekarang malah hamil bikin tambah biaya saja ,yang satunya Hesti malah bikin ulah selingkuh dengan om - om "


" Lho kok bisa Hesti begitu ya Bu , padahal kan Hesti terlihat sangat baik lho dikomplek sini , terus si Hesti sekarang dimana Bu Arum ? Terus Priyan gimana ? kalau jadi Priyan langsung saya talak hari itk juga tanpa nunggu lama - lama !" Bu sum mengompori.


" Iya , sekarang lagi ditinggal dirumah Amir sana !" Tunjuknya kearah rumah Astri." Sudah mau cerai juga tapi masih proses " Ucapnya .


" Ow ,gitu toh Bu Arum " Bu sum tersenyum lebar.


" Eh ! " Teriak Bu Arum tiba - tiba dan langsung menutup mulutnya.


" Kenapa Bu ? bikin kaget aja ?" Bu sum ikut kaget .


" Gak ,Bu sum gak ,eh jangan kamu kasih tahu orang - orang lho ya masalah tadi ,udah saya pergi dulu ?"


" Beres aman "

__ADS_1


Bu Arum pergi menggunakan sepeda motornya . Sedangkan Bu sum terlihat tertawa kecil .


" Habis ,ini tinggal nongkrong dibawah pohon mangga deh ,gosip baru rilis "


***


" Mas Amir gak pergi ke pasar hari ini ?" Tanya Astri membuyarkan keheningan.


" Berangkat Astri sayang tapi nanti paling jam 9 nan lebih lah "


" Tumben !" Astri menyipitkan matanya.


" Ya ,karna mas masih pengen bertigaan sama istri dan anak mas ini dirumah " Ucap Amir seraya mentoel dagu dan pindah mengelus perut Astri.


" Mas ini ,ada - ada aja ?mau Astri bikinin apa buat bekal ke pasar ?" Tanya Astri lagi .


" Gak usah lah ,mas rencananya siang mau pulang nanti mas aja yang masak ,mas pengen masakin buat kamu ,boleh kan ?" Ucap Amir dengan senyuman merekah.


Astri mengangguk bahagia.


Drrt ... Drrt ..


" Siapa mas ?" Astri ikut mengintip nama penelvon di ponsel milik Amir.


" Hesti ada apa dia ?" Ujar Astri.


" Gak tahu nih ,gimana diangkat gak ?" Amir meminta izin Astri


" Angkat aja mas siapa tahu penting ? Los peaker mas !" Perintah Astri .


Amir mengangguk seraya mengangkat telvon dari Hesti .


" Iya halo ! Assalamualaikum hes " Sapa Amir .


" Mas cepat kesini ! Tolong Hesti ! "

__ADS_1


__ADS_2