Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Kesalah fahaman.


__ADS_3

CCIIIIT ...


Suara motor Hesti yang berhenti tepat didepan rumah Astri dengan kesusah payahan ,Astri menurunkan anak kecil itu dari jok belakangnya . Bisa dipastikan anak itu berumur 11 tahunan. Dengan wajah cantik ,manis dan hidung mancung.


" Astri ! ,Amir ! ,tolong aku !" Teriak Hesti .


" Kemana semua sih nih orang ,gak tahu lagi kesusahan apa ya , uuh ... anak ini lagi badan gak gendut tapi berat juga " gerutu Hesti yang kini sudah bisa menurunkan anak itu dari jok motornya.


"Hesti itu siapa ? Ya Allah sini - sini aku bantu !" Astri yang baru keluar dari dalam rumah langsung berlari membantu memapah anak itu .


"Nanti aku ceritain bantu dulu "


" Iya - iya "


Mereka berdua membawa tubuh kecil anak itu kedalam rumah Astri ,meletakkannya diatas kursi panjang yang ada diruang tamu.


" Hes ini siapa ? kenapa dia bisa pingsan begini " Astri mengambil minyak kayu putih dan menempelkan baunya ke hidung sang anak berharap aromanya bisa membuat sadar anak itu .


"Tadi aku ,pas mau beli gorengan gak sengaja mau nabrak ini anak ,tapi belum sempat ketabrak kok ,e ... malah udah pingsan duluan ini anaknya aku juga heran ,makannya aku bawa kesini aja takut nanti kalau dikiranya aku gak tanggung jawab lagi , aku kan gak mau lagi disalahkan warga apalagi Sampek dimandiin air comberan lagi ,bisa - bisa gak doyan makan lagi aku " Cicit Hesti menceritakan awal kejadian.


" A- aku dimana !" Rintih anak itu ketika mulai tersadar dari pingsannya.


Astri dan Hesti kini beralih kearah anak itu yang kini berada didepannya.


" Alhamdulillah ,kamu sudah sadar " Hesti menatap anak itu dengan tersenyum simpul.


" Ya sukurlah, tenang kamu sekarang berada dirumah kita ,maaf kan Tante pasti kamu tadi kaget karna Tante hampir sama nabrak kamu ya kan ?"


" Gak papa Tante ,makasih udah menolongku , Tante apa boleh saya minta air ?" Pinta anak itu dengan malu - malu.


" Oh ,ya tunggu ! Astri tolong ambilkan ya ?"


Astri mengangguk , beranjak dari duduknya pergi kearah dapur . Selang beberapa menit Astri kembali dengan membawa sebotol air putih dan 1 piring makanan.


Tanpa basa - basi anak perempuan itu langsung cepat menyambar air yang ada dinampan yang dibawa Astri .


Hesti dan Astri yang melihat itu hanya mampu saling pandang dengan pikiran masing - masing.


" Pelan - pelan , ini makan dulu " Astri menyodorkan makanan yang telah dibawanya tadi .


lagi - lagi anak itu langsung kalap menyantap makanan itu tanpa tersisa sedikitpun .


" Gak makan setahun kali ya nih anak " Gumam Hesti keheranan.

__ADS_1


Astri yang mendengar ucapan Hesti langsung refleks menyenggol siku Hesti .Sedangkan anak itu hanya melirik sedikit dan tetap melanjutkan makannya.


" Eeerrrghhh ... " Anak perempuan itu bersendawa dengan kerasnya .


Astri dan Hesti hanya tersenyum melihat tingkah anak itu.


" Makasih Tante - Tante , saya memang lapar dan haus karna saya lelah habis jalan 16 km "


Hesti dan Astri tercengang mendengarnya bagaimana mungkin anak segitu berjalan hingga jauh , orang dewasa saja mungkin tak mampu .


" Hah 16 km !" Hesti berseloroh kaget.


Begitu juga dengan Astri .Anak itu mengangguk .


" kenalkan aku Tante Hesti dan ini Tante Astri" Hesti memperkenalkan dirinya dan astri untuk menetralkan suasana.


Anak itu mengangguk seraya tersenyum" Nama saya putri Inara agung darma Tante " jawabnya .


" Kamu kok bisa jalan jauh seperti itu? Kamu tinggal dimana ?Apa kamu tahu alamatmu dimana ? Biar nanti kita antar "ucap Astri .


" jadi begini Tante ..."


***


" Dasar , memang anak gak bergun* gak bisa diandalkan nyesel aku sudah bawa dia kesini ! " gerutu Wawan dengan marahnya .Namun tetap kembali mencari bereradaan anaknya .


" Aku harus bisa cari anak itu ,kalau tidak bisa gawat nantinya !"


Drrt ...drrtt ... ponsel Wawan berdering .


Wawan melihat nama pemanggil itu , dan ternyata itu dari Wenda istrinya.


" Huh, gimana ini ,harus jawab apa ? gak mungkin kan aku bilang kalau putri hilang bisa - bisa saya kena penggal dari keluarga Wenda "


Setelah menimbang - nimbang akhirnya , Wawan memutuskan tidak menjawab telvon dari Wenda .


Wawan berniat akan menghubungi Wenda kalau putri sudah ketemu .


***


" Jadi begitu Tante ceritanya " Putri selesai bercerita .


" Kalau begitu nanti malam kami akan mengantarmu ke rumah orang tuamu , sekarang kamu istirahat dulu disini ya karna kita gak mungkin antarkan kamu sendirian kita tunggu Om Amir dan om Priyan pulang kerja barulah nanti kita pergi sama - sama kesana gimana ?" Jelas Astri.

__ADS_1


" Iya Tante sekali lagi makasih Tante Hesti dan Tante Astri sangat baik dengan ku "


" Ya sama - sama " Ucap serempak Hesti dan Astri.


***


" Apa ?jadi Wawan telah membohongiku ? " Wenda berkacak pinggang dengan mata penuh amarah.


" Iya nyonya , saya mendapat info bahwa sekarang tuan Wawan juga sedang mencari - cari keberadaan putri "


" Sialan Wawan benar - benar papa yang tak pantas dipanggil papa , memanfaatkan nama anaknya sendiri demi mendapatkan harta keluargaku ! , Pak tolong segera antar saya untuk mencari putri sekarang juga !" Perintah Wenda .


" Baik ,nyonya !"


Kini Wenda pun terjun langsung mencari anaknya , dibantu anak buahnya yang sudah disebar diberbagai alamat disana.


Pukul 5 sore keluarga Amir sudah berkumpul di rumah Astri ,ada ibu Amir ,Priyan Hesti ,Astri dan tak lupa anak itu. Rencananya mereka akan pergi untuk mengantar anak itu pulang dengan diskusi bersama dulu dirumah Astri.


" Kamu itu ,hes - hes kapan gak bikin susah keluarga ini hah ? kamu pikir antar kerumah anak ini gak butuh ongkos apa !" Pekik ibu Arum yang tak suka dengan Hesti .


" Ibu ,namanya juga musibah mana Hesti tahu " Bantah Hesti .


" Kamu itu ,kalau dikasih tahu mertua maunya bantah terus ! Priyan nasehati tuh istrimu !" Gerutu ibu Arum.


Priyan hanya menggelengkan kepala .


" Sudah - sudah Bu , kita antar aja putri ini ke keluarganya , Putri kamu tahu kan alamat rumah orang tuamu "


" Iya tahu om ! " Ya sudah ayok kita berangkat aja sekarang , ibu sama Astri dan Hesti dirumah aja biar aku sama Priyan yang antar putri pulang " ujar Amir .


" Ngapain kamu kesini ! " untuk apa ? "


Mata mereka saling pandang , saat mendengar suara keributan diluar rumah Amir dan Astri . Segera semua keluar melihat kegaduhan disana .


Ceklek ...


pintu terbuka ,terlihat diluar sana sudah ada Wenda dan Wawan beserta anak buah Wenda ribut diluar .


" Oh , jadi kamu telah sengkokol dengan pelak*r itu lagi iya untuk mendapat kan harta keluargaku iya !" Gertak Wenda seraya menunjuk Hesti yang kini sudah berkumpul didepan rumah Astri .


" Tidak - tidak anda salah faham " Hesti membela diri dengan menggeleng kan kepala cepet.


# Semoga terhibur , insyaallah nanti up lagi siang .

__ADS_1


__ADS_2