
aPukul 12 Malam Amir baru sampai diRumah .Sebelumnya Astri sudah meminta bantuan Priyan untuk mendampingi kakaknya yaitu Amir di kantor polisi . Sementara Astri Hesti dan juga ibu Arum menunggu dirumah .
" Amir lain kali kalau ada begituan gak usahlah kamu ikut - ikutan jadi saksi bikin ribet aja ?" Hardik ibu Arum kepada anak pertamanya .
" Apa kamu gak tahu jaman sekarang tu ,orang cari duit tuh gampang ,kamu mau pertamanya jadi saksi setelah dipriksa jadi tersangka ? " Tambah ibu Arum .
Amir menggeleng .
Mereka yang duduk diruang tamu rumah Amir hening sesaat . Mereka semua seakan fokus mendengar apa yang dikatakan ibu Arum.
Bagaimanapun juga bu Arum memang ada benarnya juga , maksudnya Bu Arum sebagai ibu ,Bu Arum merasa khawatir kalau anaknya malah jadi kambing hitam dimasalah itu seperti yang dilihatnya diacara berita - berita ditelevisi dan juga seperti sinetron yang dilihatnya.
" Kalau dikasih tahu pada diem semua sok ngerti ,sok faham tapi kalau sudah terjadi begini ? pada grusa -grusu sendiri "
" Iya Bu maaf " Ucap Amir
****
Tiba waktunya persidangan .
Sebelum sidang
Dalam ruang sidang, terlihat Jaksa Penuntut Umum (JPU) bercanda tertawa-tawa dengan Penasehat Hukum (PH) di depan Terdakwa, dengan mengatakan “belum ngopi ya pak? Hahahahaha” tanya Penasehat Hukum kepada JPU;
Penasehat Hukum menyampaikan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang disampaikan oleh JPU, sehingga persidangan dapat langsung masuk pada agenda pembuktian; Di akhir persidangan Penasehat Hukum mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis hakim yang dijamin oleh Bos pak Dar dibantu orang penting dari wakil DPR .
Sebelum persidangan
Pak Dar memeluk dan mencium kening istrinya dan memeluk Amir dan kawan - kawan yang ditetapkan juga sebagai saksi Pak Dar tak lupa juga meminta doa kepada masyarakat yang hadir dalam persidangan.
Pak Dar mencoba bersikap tenang dan bersikap kooperatif ,pak Dar hadir dalam persidangan memakai baju putih celana hitam dan memakai rompi merah dengan nomor tahanan 147,Pak Dar mengerti apa yang telah dibacakan oleh JPU;
Sementara para pendukung pak Dar yang hadir dipersidangan.Dengan semangat mendukung pak Dar “bebaskan Pak Dar !"
"Pak Dar jangan takut kamu tidak salah, jangan nunduk kamu gak salah, Allahu Akbar” Masyarakat yang hadir menggunakan baju kaos bergambar foto pak Dar dengan tulisan “bebasin pak Dar ”. Ada juga yang bertuliskan, " Salahkah membela diri !". Ruang sidang mayoritas dipenuhi oleh kaum ibu-ibu dan anak muda; 3 (tiga) orang anak dibawah umur sekitar 5 sampai 6 tahun ikut masuk dalam ruang persidangan; 11 (Sebelas) orang dari kelompok organisasi Pemuda Pancasila memakai seragam turut hadir dan memberikan dukungan pada pak Dar Setelah itu, Lebih dari 5 kali petugas pengadilan meminta pendukung Luthfi supaya tenang dan jangan berteriak karena sidang akan dimulai, namun karena ruang sidang belum cukup kondusif, maka hakim cukup lama untuk memasuki ruang sidang.Setelah beberapa menit menunggu hakim pun datang.
__ADS_1
Semua yang ada di dalam menunggu putusan hakim .
" Dengan ini saudara Darmanto akan dijatuhi hukuman Pidana, 15 tahun penjara sesuai dengan undang -undang pasal 338 KUHP berbunyi “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.”
Tok ..Tok ... Tok ...
palu hakim diketuk.
" Tidak bisa pak hakim ,pak Darmanto gak salah !" Teriak pak Sugi .
" Pak hakim saya mohon bebaskan suami saya pak suami saya tidak bersalah ,suami saya hanya membela diri !" Teriak istri pak Dar dengan histeris .
Sedangkan pak lurah dan Bu lurah terlihat tersenyum dan angkuh .
" Pak Hakim ,ini tidak adil mentang - mentang kami rakyat kecil kalian berbuat seperti ini ,saya sumpahin kalian akan selamanya hidup tak tenang !" sumpah serapah dari warga .
" Saya sangat kecewa dengan hasil ini , bagaimana bisa orang yang berusaha membela diri agar tetap bisa mencari sesuap nasi untuk keluarganya bisa jadi tersangka padahal jelas - jelas maling itu yang salah ,kalau begini caranya buat apa ada security kalau kita hanya jadi patung dan mengalah pasrah kalau ada pencuri dan kejahatan lainnya ,tanpa ada yang membela kita pak hakim ,pak polisi !"
" Tenang - tenang semua tenang ,saya sebagai pengacara dari keluarga pak Darmanto akan mengajukan banding " Ujar pengacara menenangkan situasi.
***
Dirumah Astri
" Gimana mas apa hasilnya pak Dar bebas tanpa syarat?"
Amir menggeleng dengan wajah yang tak bersahabat duduk di kursi ruang tamu yang memang sudah ada ibunya ,Astri dan Hesti .
" Pak Dar dihukum selama 15 tahun mbak ,menurut pak hakim tindakan yang dilakukannya itu sudah termasuk menghilangkan nyawa orang ?" Ucap Priyan yang memang berada disamping Amir Dan langsung ikut duduk dikursi.
" Tuh kan ibu bilang apa ? Hukum disini tuh begitu kebanyakan apalagi itu lawannya orang kaya ya pasti kalah ? Tapi kamu gak dibawa - bawa kan mir ?"
" Gak Bu Amir kan cuma saksi ,Amir cuma merasa bersalah karna Amir gak bisa meringankan hukum pak Dar " Ucap Amir dengan wajah yang penuh kecewa.
" Sabar mas " Astri mengelus punggung Amir .
__ADS_1
" Ya mas kan masih ada sidang lanjutan siapa tahu disidang nanti pak Dar bisa bebas "
" Amin " Ucap mereka serempak.
***
" Terimakasih atas bantuannya dan ini komisi untuk kamu ?"
" Ah pak lurah , apa ini gak kebanyakan ?" Ucap oknum yang membantu pak lurah dengan senyum .
" Ini bukan apa - apa ? Ini baru setengahnya kalau kamu bisa menetapkan Darmanto itu tetap dipenjara dan gak ada yang bisa membebaskannya ,saya janji akan memberimu komisi yang sangat besar lebih dari ini !"
" Beres pak ,bapak sudah tahu kan kinerja saya dari dulu gak ada yang bisa mengubah apapun yang telah saya lakukan "
" Ya saya percaya ,makannya saya mengandalkan mu "
" Tapi saya masih heran dengan bapak , kenapa sampai seantusias ini untuk memenjarakan pak Darmanto , apa bapak gak kasian sama keluarga nya ?"
" Heemzz kasian , dia saja membunuh anak saya tidak kasian lagi pula mereka itu rakyat kecil mana bisa menandingi saya lurah yang kaya raya . Selain itu istri pak Darmanto itu cantik kayaknya bisa aku manfaatkan ?" Ujar pak lurah dengan senyum menyeringai.
" Haha ... jadi itu juga alasan nya pak "
Brraaakk ...
Suara dari luar .
" Siapa itu ?" Pak lurah yang kini sedang ditaman belakang bersama oknum itu langsung menoleh kearah suara .Dan beranjak berdiri .
" Apa ada yang melihat kita ?" Tanya oknum itu dengan mengedarkan kesekeliling taman.
" Kita cari ?" Ajak pak lurah .
" Meeeoong ..."
Terlihat kucing keluar dari balik semak - semak dekat tempat sampah Berukurang sedang yang sudah jatuh .
__ADS_1
"Hanya kucing !"