
Astri hanya bisa terdiam kala melihat suaminya masuk kamar. Astri bingung harus berbuat apa? diruangan itu hanya ada Astri dan mertua yang masih duduk dikursi.
Suasana hening , terlihat mertua Astri mengerucutkan bibirnya seraya memalingkan mukanya.
" Astri , ini salah kamu ya semenjak Amir menikah denganmu Amir jadi begitu mulai berani melawan ibunya Hemz"
Astri menatap mertuanya kemudian tertunduk lagi.
" Kenapa diam ? benar kan semua itu salah kamu Astri- Astri kamu itu sudah gak bisa berikan saya cucu sekarang menghasut Amir untuk melawan ibunya ,memang kamu itu huh.."
" Ibu maaf jika lancang , Astri mau ke mas Amir dulu ?"
Astripun langsung beranjak dari duduknya kemudian masuk kekamar menemui suaminya.
" Dasar, satu keluarga aneh. Masak ada tamu ditinggal sendiri?Ya sudah ibu pulang dulu mir jangan lupa besok belikan ibu emas ditoko cahaya ! "
orang tua Amir pun pergi meninggalkan rumah Amir dan Astri .
***
Dikamar ,Amir yang bisa mendengar suara ibunya berpamitan hanya diam duduk ditepi ranjang dengan menggosok- gosokkan telapak tangan dipahanya .Astri menghampiri dan ikut duduk disamping Amir.
" Mas, yang sabar ya?"
" Astri mas cuma heran dengan ibu dan adik mas semakin hari mereka semakin menjadi- jadi,mas semakin merasa gak enak ke kamu Astri "
" Astri gak papa, mas Astri cukup melihat mas tersenyum dan rukun dengan keluarga mas saja Astri sudah senang dan bahagia, mas Astri cuma bisa mengingatkan mas lain kali harus lebih bersabar lagi ya menghadapi ibu dan adik mas, Astri yakin mereka semua sayang sama mas hanya saja cara mereka mungkin yang beda."
" Iya ,Astri mas bisa minta tolong ?"
" Iya mas apa?"
" Mas ,ingin sendiri dulu ?"
" Tapi mas ,beneran gak papa kan?"
" Iya gakpapa,mas cuma ingin sendiri beberapa saat aja"
" Baiklah ,mas ..emm kalau mas butuh apa- apa jangan sungkan panggil Astri ya mas?"
" iya Astri."
Astri melangkah pergi meninggalkan kamar ,menutup pintu kamar perlahan.
__ADS_1
Astri tahu ,Amir sangat kecewa kepada ibu dan adiknya .Bagaimana tidak mas Amir yang sudah merencanakan membeli hadiah untuk Enggar diacara ulang tahunnya dengan hadiah yang di dipilihnya waktu itu. Ditolak begitu saja tanpa ada kata basa - basi.
Astri yang tidak mau mengganggu Amir suaminya, memilih duduk diteras sendirian sembari melihat jalanan yang kosong.
" Astri main kesini !" teriak ibu Nani yang rumahnya tepat didepan rumahku hanya bersekat jalan umum untuk warga sekitar komplek.
" Eh, iya Bu " jawab Astri seraya bangkit dari duduk.Melangkahkan kaki menuju rumah Bu Nani .
" Lagi apa ,Bu Nani?" tanya Astri.
" Ini lagi, jahit celananya si bapak Ama si Meta gak bapak gak anaknya perempuan satu itu sama aja suka sekali bikin kerjaan emaknya?" ngomel Bu Nani seraya menusukkan jarum ke celana yang ada ditangannya.
" Oh"
" Sini duduk ,Tri tapi ya maap duduknya dilantai soalnya gak ada kursi teras?" ujar Bu Nani seraya terkekeh.
" Iya ,Bu makasih ,ah ibu ini biasa aja duduk dimana pun itu oke aja asal nyaman "
" Hehe, mau minum apa ?"
" Gak usah ,Bu sudah minum hehe"
" Eh ngomong- ngomong lagi apa tadi kok melamun sendiri si Amir kemana?"
" Emmz"
" Eemm itu Bu lagi tidur ,iya tidur "
" Ow lagi tidur."
" Iya, emm meta dimana Bu kok sepi ?"
" Ah,anak itu sudah nglayap gak tahu kemana? Sudah besar sudah semakin susah dibilangin ."
" Memang sekarang meta kelas .berapa buk?"
" Kelas 3 SMP Tri ,tapi lagaknya haduh... sudah kayak kelas SMA temannya juga banyak sekali?"
" Oh begitu ya Bu?"
" Eh,Tri gimana? Sudah ada isi belum?"
" Eemm, belum bu"
__ADS_1
" Tenang ,Astri saya punya rekomendasi tempat terbaik buat kamu ,dijamin langsung isi"
" Yang bener Bu, dimana?"
" Di Mbah langgeng kampung sebelah Tri?Banyak orang yang sudah mencoba dan hasilnya tokcer.Kemaren katanya orang sini sudah membuktikan dan nyatanya hamil beneran?" ujar Bu Nani .
" Astagfirullah halazim Bu , saya pikir dokter kalau masalah ke orang pinter begitu saya gak berani Bu ?"
" Heh..Astri coba dulu ini orang bukan sembarang orang .Jadi dijamin kehebatannya .Siapa tahu dengan cara ini kamu bisa dapet momongan secepatnya"
" Iya buk , tapi nanti lah saya tanya mas Amir dulu mau tidaknya."ujar Astri.
" Sudahlah ,tri jangan fikir lama- lama keburu habis kuotanya"
" iya Bu"
Astri hanya mengiyakan ucapan Bu Nani. Astri tidak mungkin melakukan itu karna Astri tau itu salah , Astri memang ingin mempunyai anak secepatnya tapi Astri tahu bukan itu solusinya .Astri masih bisa berfikir mana yang salah dan benar.
***
Pulang kerumah , Astri memilih langsung duduk diruang tamu, menghempaskan tubuhnya pada kursi sofa yang ada disana,seraya merenung .
" Huhhf " Astri menghela nafas panjang.
" Ya Allah, ampuni hamba jika hamba mengeluh "
" Tok...tok..tok,.mas apa Astri sudah bisa masuk?" tanya Astri didepan pintu kamar
" Iya,Astri boleh?"
Astri masuk ke dalam kamar , melihat Amir yang sudah rapi. Nampaknya baru mandi.
" Kamu dari mana? mas sudah bikin makanan buat kamu dimeja makan"
" Eemm maaf mas tadi pergi keluar, kerumah Bu Nani sebentar e tahu- tahu lama ?"
" Ya gakpapa, makan dulu sana ?"
" Lha emang mas sudah makan?"
" Sudah ,sudah mandi juga nih" Amir menunjukkan rambutnya yang basah.
" Oh, Astri masih kenyang mas.Mas apa kita sebaiknya coba lagi program hamil atau bayi tabung mungkin ?"
__ADS_1
" Boleh juga besok kita pergi kedokter kenalan mas ? Sekalian mas mau belikan ibu kalung bolehkan?"
" Iya mas boleh kok?"