
" Uhuk ... Uhuk ...uhuk ..."
" Hati - hati mas ini minumnya "
Astri bergegas memberi minum kepada suaminya yang tersendak makanan .Tanpa pikir panjang Amir langsung menerimanya dan menghabiskan air itu dalam sekejap.
" Semoga Astri tidak curiga , Bod*hnya kenapa bisa sampai keceplosan gitu "
Batin Amir.
" Tuh kan mas ,Astri bilang juga apa ? Itu pasti karna Melia ,aku yang wanita aja kagum apalagi laki - laki . " ucap Astri tiba - tiba .
Mata Amir membulat sempurna " Syukurlah "Batin Amir.
" Ehem " Amir berdehem " Itu bukan karna kagum tri tapi karna dari tadi kamu sebut nama itu makannya aku ikut - ikut tan ." Amir mengelak .
" Masak sih mas " Astri menggoda .
" Udah makan dulu biar kuat ngadepin kenyataan "
"kenyataan yang mana mas ?"
Lagi - lagi Amir disekak Astri alhasil Amir hanya bisa terperanjat kaget.
Selesai makan malam Astri dan Amir pun tidur .
****
" Mas sekarang itu si Enggar sudah berani nglawan terus kalau dikasih tahu bikin emosi emak.nya aja " Keluh Hesti yang kini sedang dandan didepan cermin. Sedangkan Priyan memakai terlihat sedang sibuk mencari baju dilemari .
" Ya kan pusat nya juga gitu suka nglawan kalau dikasih tahu suami ya wajarlah anaknya niru "
" Maksudnya pusatnya aku gitu ! Ih mas ini kayak mas paling bener aja ?"
" Ya gak bener juga sih tapi banyak benernya ya kan ?"
" Ah, mas ini bukannya kasih solusi malah mojokin Hesti " Raut Hesti terlihat kesal.
" Mojokin gimana itu kamu nyatanya Hes kamu kalau mas kasih tahu juga suka ngeyel kan belum lagi kalau crewetnya datang pasti gak selesai - selesai debatnya. Memangnya si Enggar kamu suruh apa sampai dia nglawan ?"
" Itu mas aku suruh Enggar buat ikut les matematika biar nilainya gk jeblok terus "
" Bagus tuh ,tapi biayanya gak mahal kan ?"
__ADS_1
" Tenang mas ini terjangkau kok "
" Boleh - boleh nanti mas coba bantu bujuk Enggar biar Enggar mau "
" Ya mas harus itu bilangin juga jangan suka nglawan mamanya capek tahu tiap hari harus teriak - teriak cuma gara - gara anak satu aja "
" Iya - iya nanti mas bilangin "
" Hmm bagus " Hesti kembali mempoles wajahnya dengan bedak .
" Kamu mau kemana tapi hes ,baru nyadar mas kalau kamu pagi ini agak beda ?"
" Oh , iya mas hari ini rencananya Hesti mau pergi ke acara ulang tahun temen .Tadi malam sebenarnya Hesti mau bilang mas tapi karna lihat mas capek dari ikut karnaval Hesti juga capek ya udah akhirnya baru bilang ini eum ... Gak papa kan mas ?"
" Ya hes gak papa ? "
" Makasih mas "
Priyan mengangguk .
***
Di acara .
" Hes sini !"
Hesti melambaikan tangan ke arah Nina dan bergegas menghampirinya .
" Nina gimana kabarnya ? "
" Baik ,kamu sendiri gimana ? Kita lama sudah gak pernah ketemu kalau gak salah terakhir kita ketemu waktu gak sengaja kamu ke resto itu kan ?"
" Iya - iya bener sayangnya waktu itu kita gak bisa ngobrol lama karna kamu sibuk ada acara lain "
" Iya maaf dulu memang sibuk sekali tapi untuk sekarang udah lumayan gak soalnya sekarang sudah ada yang bantu "
"Oh gitu ya "
" Hes udah punya anak berapa sekarang ?"
" Masih satu Nin "
" Yang cowok dulu ya yang ngegemesin itu ?"
__ADS_1
" Iya itu mana lagi hehe " Hesti terkekeh.
" Gak pengen nambah lagi biar ada ceweknya gitu ?"
" Gak dulu nin ngurus satu saja udah bikin senam jantung terus apalagi tambah lagi bisa - bisa jantungku lepas dari sarangnya "
" Hehe ... Gitu amat sih hes ,lucu lagi punya anak banyak ?"
" Iya lucu bagi yang semua - semua tercukupi dan mental yang kuat lha aku punya satu saja kadang gak sabar iya kecilnya lucu besar dikit hmm " Hesti menghela nafas panjang " Kamu sendiri nin anak kamu berapa sekarang ?"
" Eum ... Belum ada hes " Ucap Nina dengan nada pelan .
" Lha pantes kamu gampang bilangnya punya anak banyak lucu ,kamu aja belum pernah rasa punya anak "
" Iya hes ,habis katanya orang - orang gitu punya anak banyak itu lucu Rezki tambah banyak "
" Itu baru katanya jadi jangan gampang percaya Orang diluaran itu gampang bicara gitu aslinya susah dia cuma pura - pura biasa tapi nyatanya ada beberapa yang hampir gila . Ya walaupun itu hanya sesaat tapi nih ya namanya punya anak kita harus siap mental yang kuat karna sekarang ngedidik anak itu semakin susah . Tapi semoga aku bisa didik Enggar jadi anak yang pinter Sholeh baik berguna bagi nusa dan bangsa "
" Amiin"
" Kenapa kamu gak coba ikut bayi tabung aja ? Uang kamu kan banyak Nin .Bisa tuh bikin anak banyak - banyak "
" Hmm ... Sudah aku coba hes tapi belum berhasil juga ,aku juga bingung kenapa ya belum dikasih padahal nih kata dokter kandungan aku ini gak papa kok "
" Aneh ya ? Coba aja kamu berdoa lebih giat lagi "
" Sudah hes setiap hari malah ,ya tapi belum dikasih "
" Yang sabar Nin " Hesti menepuk pundak Nina .
Nina mengangguk .
"Kamu kesini sama siapa ? "
" Sama om aku ntar ya aku kenalin " Nina mencari keberadaan omnya setelah mendapatkannya Nina memanggilnya .
" Om sini !" Nina sedikit teriak seraya melambaikan tangan .
Om itu semakin dekat tapi wajahnya tak terlihat karna terhalang oleh beberapa orang yang juga sedang menikmati pesta .
Saat om itu sudah dekat Nina tersenyum ke omnya .
" Hah ... Om !"
__ADS_1
Selanjut.
Semoga terhibur