
Sejak kejadian kemaren ,Endah sudah tidak terlihat lagi ikut berkumpul di bawah pohon mangga. Endah juga jarang keluar ,paling keluar hanya membeli kebutuhan diwarung depan setelah itu langsung pulang.
Tlink ...
Suara pesan dari ponsel Astri. Astri segera mengambilnya dan membukanya .
" Bu Een ,ada apa ? tumben kirim pesan" Gumam Astri seraya membuka kunci ponselnya.
" ( Tri nanti jam 9 yuk ikut aku kerumah Endah ? kita kan lama tow gak ngumpul sekalian mau ngadain ngrujak disana )" Isi pesan Bu Een.
"( Oke ,Bu siap nanti Astri nebeng ya Bu ) " balasnya .
" ( Ya ,beres ) " pesan berarkhir .
Karna jam masih menunjukkan pukul setengah 8 jadi Astri masih ada waktu untuk beberes rumah . Merapikan tempat tidur ,cuci piring bekas semalam dan juga menyapu. Tidak lupa memasak untuk makan siang .
Pekerjaan rumah pun beres ,lanjut mandi dan menunggu Bu Een didepan rumah sembari memainkan ponsel.
" Assalamualaikum " Bu Een mengucap salam .
" Waalaikumsallam " jawab Astri.
" Maaf ,tri lama ya nunggunya habis tadi nyuci dulu ?" Jelas Bu Een yang masih duduk di atas motornya .
" Ya gak papa Bu ,langsung apa mau mampir dulu nih ?"
"Langsung sekarang aja tri "
" Oke "
Astri pun langsung naik ke motor Bu Een . Sebenar nya rumah Endah gak jauh dari rumah Astri tapi karna malas jalan kaki akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bersepeda montoran.
Gak butuh waktu lama mereka sudah sampai diRumah Endah , karna Bu Een sudah janjian sama Endah , Endah teryata sudah siap dan menyiapkan bahan untuk membuat rujak diteras rumahnya.
" Waduh ... dah disambut aja nih kita tri sama Endah ? hehe " Puji Bu Een .
Endah pun tersenyum melihat kedatangan mereka. Dan menyuruhnya masuk " Ah, Bu Een nih berlebihan hehe mari masuk "
__ADS_1
" Hehe Assalamualaikum " Salam Bu Een dan Astri . seraya langsung duduk di karpet diteras Endah.
" Waalaikumsallam " Jawab Endah .
" Apa dulu nih ?" Tanya Endah.
" Udah langsung eksekusi aja rujaknya, sini aku kupas mangganya "Ujar Bu Een.
Sedang Astri mengupas timun , Endah mengupas kedondong . Mereka bersenda gurau diteras rumah sedangkan anak Endah sedang tidur didalam rumah bersama mertuanya. Endah memang belum punya rumah sendiri masih tinggal di rumah mertuanya . Namun dari awal pernikahan sampai saat ini keluarga Endah tidak pernah terdengar oleh isu miring apapun bahkan kedekatannya dengan mertuanya sangat dekat membuat siapa saja iri melihatnya.
" Wah , ini pasti enak gak sabar pengen langsung makannya."Ujar Bu Een sambil mengaduk rujak yang ada dicobek .
" Heum apa lagi yang ulek Bu Een lagi pasti tambah top ?" puji Astri .
" Ya betul" Endah menimpali.
Bu Een tersenyum dengan manisnya. Tak butuh waktu lama rujak se cobek besar pun ludes diperut ketiga perempuan ini . Rasa pedas pun menyerang ketiga perempuan ini , untungnya Endah sudah menyiapkan krupuk dan tahu goreng membuat sedikit mengurangi rasa pedas tersebut.
" Nanti kapan - kapan lagi ya Ndah atau nanti kita gantian ngrujak dirumah Astri atau ke rumah saya mungkin" Ajak Bu Een.
" Endah gak akan mau Bu Een ,kemana - kemana apalagi ngumpul, kemaren aja Endah nangis katanya sedih karna ucapan ibu - ibu ,ini Ndah si dedek haus" Ujar ibu mertua yang tiba - tiba datang dan memberikan cucunya ke tangan Endah yang terlihat sangat gelisah.
" Ibu " Ucap Endah seraya menerima anaknya.
" Gak papa Ndah biar teman mu tahu ,kalau seorang ibu itu akan sedih kalau anaknya dihina apalagi didepan teman - temannya." Imbuh mertuanya.
" Iya Bu tapi bukan Bu Een dan mbak Astri kok yang hina anak Endah malah mereka yang bela Endah "
Mertua Endah langsung diam.
" Ow ,jadi itu Ndah alasanmu beberapa hari gak pernah mau kalau saya ajak kumpul dibawah pohon mangga ? Ndah setiap orang bertetangga memang begitu kita akan dipertemukan dengan orang - orang yang berbeda - beda. Dan kita harus bisa belajar menerima berbedaan itu ,walau memang tidak mudah pada awalnya apalagi kamu masih muda pasti sangat kaget mendengar perkataan seperti itu tapi nantinya kamu akan terbiasa kalau kamu sering kumpul " Tutur Bu Een.
" Betul tuh kata Bu Een Ndah dulu aku juga sering mendapat hinaan bahkan lebih parah dulu aku juga sama sepertimu kalau habis mendengar perkataan gak enak begitu aku pasti langsung pulang dan sampai rumah kamu tahu ? Aku nangis sejadi - jadinya untungnya ada mas Amir yang bisa menenangkan ku waktu itu dan mensuport ku agar lebih sabar lagi ,tapi sekarang semua sudah aku bebaskan sekarang aku lebih percaya diri dan satu lagi menganggap hinaan sebagai angin lewat" Ujar Astri sembari menghempaskan tangannya keudara.
" Ya mbak Astri ,Bu Een setelah ini aku akan perbaiki lagi dan mencoba untuk tegar kalau - kalau ada hinaan lagi " Ucap Endah .
" Memang terlihat mudah hanya dengan omongan tapi ketika hati ini tersakiti gak ada ketenangan dihati kita dan omongan seperti itu seakan gak ada apa - apa nya yang ada hanya lah sakit semakin terasa. " Gumam Endah dihatinya.
__ADS_1
" Aku tahu kamu pasti marah kan waktu Bu sum mengatai anakmu kecil kan ? Ndah Bu sum memang begitu orangnya suka ceplas-ceplos kalau ngomong jadi gak usah diambil hati kalau besok lagi ngomong begitu ya " Tambah Bu Een lagi .
" Ya Bu Een "
Sehabis Endah mencurahkan segala unek-uneknya habis itu mereka langsung pulang kerumah masing - masing.
***
Dirumah Priyan sudah berdiri lelaki bertubuh besar,tinggi kedua orang itu lantas mengetuk pintu beberapa kali. Berharap si tuan rumah mau membukakan pintu untuk masuk.
Tok ...Tok ...Tok ...
suara ketukan pintu . Entah sudah beberapa kali kedua lelaki itu mengetuk pintu. Namun belum juga ada jawaban dari dalam padahal mobil dan motor masih terparkir rapi di garasi .
" Apa mungkin orangnya pergi keluar kali bos?"Ujar lelaki berpakaian kaos yang ditambahi rompi diluarnya itu seraya menoleh kearah bosnya.
" Gak mungkin lah itu saja kendaraanya masih utuh disana ?" Tunjuk bosnya itu kearah garasi
" Coba kita ketuk sekali lagi,siapa tahu ada jawaban !" printah bosnya .
" Iya cari siapa ? " Tanya Priyan yang saat itu baru membuka pintu karna bangun kesiangan dan refleks bertanya.
" Apa ini benar rumah Bu Hesti ?"
Mata Priyan langsung melotot kaget mendengar nama istrinya disebut." iya benar ,anda siapa ?" Tanya Priyan.
" Apa Bu Hesti ada ? dan anda ini siapa nya kalau kami boleh tahu?" salah satu lelaki itu bertanya.
" Saya suaminya?" Tegas Priyan.
" Ow baguslah jadi begini pak sebelumnya kenalkan dulu saya Joy dan ini anak buah saya jaky " Orang yang bernama Joy itu menyalami Priyan . Priyan pun menerima perkenalan singkat itu.
" Saya Priyan , jadi ada apa ini sebenarnya pak ?" Tanya Priyan .
" Begini pak , Bu Hesti istri anda telah berhutang di bos kami senilai 1juta dan bunga hariannya sebesar 25 ribu perhari . Namun sudah sebulan ini belum dibayar?padahal janjinya akan dibayar 2 Minggu. Jadi kami kesini untuk menagihnya . "
" Apa hutang ?"
__ADS_1