
" Bagaimana bisa kamu ninggalin aku begini saja Mel ? Aku benar - benar suka denganmu dan aku akan secepatnya melamarmu "
" Maaf mas Amir aku gak bisa ,aku gak pantas jadi pendamping mas,mas terlalu baik untuk ku . jadi lebih baik mas dengan wanita yang lain ,yang bisa lebih pantas mendampingi mas "
" Kenapa Mel kalau memang aku baik kenapa kamu tidak menungguku ?"
" Maaf mas aku gak bisa "
Ucap tegas Melia .
" Mel jangan begini ,kita bisa baik - baik kan bicarakan lagi ,jika memang mas Salah mas minta maaf tapi mas mohon kamu jangan begini "
" Maaf mas gak bisa , mas lebih baik cari yang lain aku gak pantas buat mas , maafkan aku mas jika aku harus melukai hati mas ,tapi dengan jujurnya aku ke mas ,aku harap mas bisa mengerti dengan alasanku ini . Aku doakan mas dapat yang lebih baik dari aku dan lebih mengerti mas juga lebih dari segalanya , Aku pergi mas "
" Mel ... Mel ...! "
Amir menahan langkah Melia yang hendak pergi . Namun Melia melepas tangan Amir dengan perlahan kemudian pergi .
Melia adalah cinta pertama Amir . Melia gadis kota yang tinggal untuk beberapa tahun didesanya . Orang Tua Melia seorang kepala sekolah didesanya dan Melia sendiri baru lulus sekolah menengah keatas .Melia gadis berkulit putih .Melia
Amir yang dulunya bekerja membantu bibinya yang jualan makanan dikantin sekolah tak sengaja berkenalan dengan Melia. Selama 2 tahun Amir menjalani hubungan dengan Melia .
Hingga suatu saat Melia dan keluarganya pindah rumah menyebabkan Amir harus merelakan Melia .
Namun ternyata setelah sebulan perpisahan Amir dengan Melia . Amir mendapat kabar bahwa Melia ternyata menikah .Yang lebih parahnya lagi lelaki itu pilihan melia sendiri .
Hati Amir saat mengetahui kenyataan itu menjadi hancur seketika . Bagaimana tidak Amir menjalin hubungan sudah 2 tahun dan kalau dirasa - rasa hubungan mereka baik - baik saja ,sampai akhirnya Melia memutuskan hubungan sepihak .
Untungnya Amir bertemu dengan Astri wanita yang sampai detik ini masih setia menemani Amir .
Wanita yang mampu membuat Amir tertawa dan bahagia .
__ADS_1
Meski rumah tangga Amir penuh dengan rintangan dan penuh dengan ujian.
Ujian dimana Amir harus tetap berdiri dan kuat kala harus menanti seorang anak . Hina an demi hinaan kerap kali terdengar dari mulut tetangga dan juga orang tua Amir . Tapi sebagai kepala rumah tangga amir mencoba tenang menyikapi hal itu .
" Mas !" panggil Astri
Lamunan Amir buyar seketika kenangan masa lalu pun hilang sirna .
" Mas Amir masih ingat saya kan ?"
Amir memandang wanita itu dengan seksama .
Wanita yang pernah mengisi hidupnya dulu . Wanita yang membuat hari - harinya bahagia .Wanita yang selalu melemparkan senyum indah nya kala membeli jajanan dikantin sekolah bahkan tertawanya sampai saat ini pun masih terngiang dikepalanya. Bukan itu saja wanita yang ada dihadapannya ini juga yang menghancurkan hati Amir saat itu .
" Mas Amir !" Panggil Astri kembali .
Astri agak bingung melihat suaminya yang kini tengah memikirkan sesuatu .
" Eum ,mbaknya siapa ya ?" Tanya Astri .
"Oh , kenalkan nama saya Melia saya "
" Teman aku dulu tri " Sahut Amir memotong pembicaraan Melia .
" Hah " Melia kaget alisnya bertaut.
" Oh , saya astri istri mas Amir "
" Iya salam kenal ya tri "
" Tinggal dimana ? Kayaknya anda ini orang baru ya ?"
__ADS_1
" Gak juga dulu aku dan keluarga juga pernah tinggal disini tapi setelah papa dipindah tugaskan kami jadi gak disini lagi dan baru kemaren kami kesini lagi karna papa saya dipanggil lagi mengajar ke desa ini, rumah saya digang ujung sana "
" Ow begitu pantas baru lihat , oh ya rumah kami ada disebelah sana deretan paling terakhir kalau sempat boleh mampir " Astri menawari .
" Iya makasih "
" Mas Amir kok gak pernah. Cerita punya teman secantik ini "
Amir hanya senyum sedikit .
" Buat apa cerita tri kalau cerita tetangmu saja lebih seru dan membuat ku bahagia "
"Hah " lagi - lagi Melia menautkan alisnya .
"Mas Amir nih bisa aja ? Gak dirumah gak diumum suka sekali gombalin Astri "
" Ini bukan gombalan tri tapi ini sebuah pengakuan kalau memang aku telah mendapatkan orang yang tepat baik dan sempurna " ucap Amir dengan penuh penekanan.
Melia merasa tersindir dengan ucapan Amir.
" Eum ... lagi hamil kamu ya ,sudah berapa bulan ?" Melia mengalihkan pembicaraan .
" Alhamdulillah tinggal nunggu lahiran "
" Ow , Mm kamu sendiri sudah punya anak berapa ?"
"Oh ,aku .... Aku belum punya dan baru sebulan kemaren aku resmi cerai. "
" Ya ,Allah ,maaf ya saya gak tahu " Astri minta maaf dengan pertanyaannya tadi.
" Iya gak papa "
__ADS_1
Amir pun ikut kaget mendengar hal itu .