Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Julid berlanjut membuat mental turun.


__ADS_3

" Mama dari mana aja sih kok lama banget ?" Enggar menghentakkan kakinya .


" Maaf sayang tadi jalanan macet makanya mama lama " Menggosok bahu anaknya " Eh ada Bu guru makasih lho Bu sudah temenin anak saya ?" Ujarnya berterimakasih.


" Iya Bu sama - sama ,saya harap ibu lebih awal lagi jemput Enggar karna jaman sekarang rawan sekali penculikan anak yang lagi marak akhir - akhir ini Jadi kita sebagai orang tua dan juga guru wajib memberi keamanan bagi anak " Tutur Bu guru itu.


" Iya Bu besok saya akan jemput lebih awal ,kalau begitu mari Bu ?" Ujar Hesti melangkah meninggalkan ibu guru yang masih berdiri didekat ayunan." Iya Bu ,Enggar hati - hati ya ?" Ujar Bu guru. " Da Bu guru " Balas Enggar yang kini sudah naik dijok motor belakang.


Dengan cepat motor itu melaju menerobos jalanan disiang itu .


" Mama habis jalan - jalan kemana ? Belanjaan banyak sekali ?" Tanya anak Hesti seraya menunjuk kearah barang bawaan yang ada tergantung tertata rapi dibawah Hesti.


" Oh ,ini ya mama habis ditlaktir temen ? Mama juga belikan kamu mainan ?Tapi ingat jangan bilang papamu nanti dikiranya mama boros lagi ya ?" Pinta Hesti .


" Yeeey ...mainan makasih mama ,mama baik deh . Iya Enggar janji gak akan bilang papa " Janjinya.


" Siip "


Sekitar 30 menitan Hesti sampai diRumah ,dengan wajah berseri Hesti masuk rumah bersama anaknya.


" Assalamualaikum " Ucap Hesti dan Enggar secara bersamaan.


" Waalaikumsallam " Jawab mertua Hesti atau nenek Enggar." Eh ... cucu ku yang paling ganteng dah pulang sini sayang peluk nenek dulu ?" Pintanya seraya membentangkan tangan selebar mungkin menyambut pelukkan hangat dari cucunya yang baru tiba. Enggar melangkah menuju neneknya dengan gembira "Nenek " Enggar memeluk neneknya dengan erat.


"Oh ... sayang kamu kelihatan capek sekali wajah cucu nenek kok terlihat lesu ,lelah gini tadi belajar apa disekolah heeummm"Mertua Hesti mengusap lembut rambut cucunya


" Tadi itu nek mama jemputnya lambat jadi Enggar capek nunggunya untung saja ada Bu guru yang temani Enggar " Keluhnya .


Hesti yang berdiri tidak jauh dari ibu mertua juga anaknya itu nampak kaget serta panik saat anaknya keceplosan perihal telat menjemput " Bodoh kenapa tadi aku gak ingatkan Enggar kalau jangan sampai ngomong tentang jemput sekolah juga duh ,bisa tanya kemana - kemana nih ibu mertua . Aku harus cari jawaban yang tepat biar ibu gak marah" Batin Hesti.

__ADS_1


"Hesti !" Suara ibu mertua sontak membuyarkan lamunanku.


" I- iya Bu ?" Ucapku terbata.


" Apa bener yang dikatakan Enggar ,kamu telat jemput? Tapi tadi kamu kan berangkat paling pagi ? lha itu juga belanjaan apa ditanganmu?" Cerca mertua Hesti .


" Eum ... ini Bu ,ini bukan barang Hesti ini barang milik teman Hesti dia titip gitu besok baru Hesti kembaliin kebetulan tadi waktu pas mau jemput Enggar kami gak sengaja ketemu terus sahabat Hesti kelihatan kesusahan bawa belanjaannya jadi ya Hesti bantu bawain gitu." Jelas Hesti.


" Memangnya temen kamu belanjaa satu toko di borong semua sampai - sampai gak bisa bawa hah ?" Ujar mertua Hesti lagi.


" I - iya Bu, memang suka begitu temen Hesti itu suka borong - borong gitu lho ?"


" Mama katanya tadi belanjaan itu ditlaktir temen mama ,Kata mama Enggar juga dibeliin mainan ? Berarti mama bohong dong Huhuuuhu ... " Enggar menangis .


Enggar anak Hesti memang terbiasa di manja dari kecil apapun yang diminta dan apapun yang orang tuanya janjikan harus ada saat itu juga .Jika tidak maka Enggar akan menangis tidak hanya itu saja bahkan bisa sampai panas tinggi .


" Aduh ,dasar anak bocor ?" Batin Hesti bergejolak bingung.


" Huh , gini Bu ini memang punya temen Hesti tapi tadi Hesti dikasih juga beberapa dan ada mainan juga gitu " ujar Hesti sok biasa. " Enggar sayang jangan nangis dulu dong ini ada kok mainannya ?" Rayu Hesti kepada anaknya.


" Beneran ma ? "


" Iya ada "


"Yeeaayy ..." Enggar bersorak gembira air matanya dihapus dengan cepatnya.


***


" Eh, Ndah kamu kenapa kemaren langsung pulang ?" Tanya Bu sum saat melihat Endah ,Bu Nani dan Astri berada di bawah pohon sedang makan cemilan.

__ADS_1


" Gak papa Bu sum ?" Ujar Endah sekenanya.


" Ini apa Tri kayaknya enak ?" Bu sum langsung menarik makanan yang ada didepan Astri kemudian memakannya.


Semua melihat tingkah Bu sum seraya tersenyum dan menggeleng kepala.


" Itu kue buatan ku Bu sum enak tidak ?" Tanya Astri dengan ramah.


" Kurang asin sedikit ?"Jawab Bu sum dengan terus mengunyah makanan tersebut.


" Oek ...oeeekk " Bayi Endah terbangun dari tidurnya langsung menangis.


" Cup ...cup sayang tidur lagi ya ?" Ujar Endah menenangkan bayinya yang berada di pangkuannya saat ini.


" Kasih nen*n dulu Ndah biar lebih tenang lagian kan kamu pakai jilbab jadi gak akan kelihatan juga ?" Usul Bu Nani .


" Iya dah lagian disini kan cuma ibu - ibu aja jalanan juga sepi gak ada yang lewat satu orang pun " Tambah Astri.


" Iya " Ujar Endah dan langsung menuruti perkataan Bu Nani dan Astri. Dan benar saja bayi Endah langsung tidur lagi dipangkuan ibunya.


" Ndah bayi kamu tuh kurang makan ? Makannya nangis terus lagian kan bayimu udah umur 5 bulan setengah harusnya sudah diberi makan sudah bisa tuh , dulu saja anak - anak saya baru lahir sudah saya kasih makan pisang caranya pisang Masak dari pohon itu dikerok pakai sendok hemmz dijamin lahap gak pernah rewel ,nangisan badan juga besar " Ujarnya.


Endah hanya diam saja .


" Bu sum jaman sekarang sama jaman dulu tuh beda jadi jangan lah disama - sama kan ,dulu itu belum ada pendidikan yang memadai juga pengetahuan tentang ibu hamil ,ibu habis melahirkan cara memberi makan bayi dengan baik lha bagaimana dulu kita - kita lahiran aja dibantu sama dukun bayi di desa ,Beda dengan sekarang dunia sudah maju ada bidan dan dokter yang ahli .Sekarang kok disamakan kayak dulu ya beda jauh lah Bu Sum - Bu sum" Ujar Bu Nani .


" Alah bedanya lho apa ? menurutku sama saja? Lagian kalau bayi itu mau dimakamin apa saja gak akan nolak asal ibunya mau telaten itu pasti mau ?" Jawab Bu sum.


" Ya memang Bu sum semua bayi itu gak akan menolak diberi apapun bahkan diberi racunpun dia gak menolak tapi sebagai orang tua apa salah jika ingin memberikan apa - apa yang terbaik untuk anaknya . Apalagi ini masalah makanan orang tua jaman sekarang tuh sudah tahu Bu sum makanan yang terbaik untuk anak - anaknya , Mereka sudah tahu kapan dan seharusnya anak itu diberi makan ? lagian setiap ibu muda pasti sudah belajar dari dokter spesialis kandungan , anak bahkan lihat dari Youtube guna melihat apa - apa saja yang terbaik untuk anaknya . Beda kalau jaman dulu kita minim pengetahuan apalagi tentang mengurus anak kalau sekarang lewat ponsel aja kita bisa menambah wawasan apapun " Ucap Astri .

__ADS_1


" Astri - Astri sok pinter kamu tuh , Hehe ... eh kamu tuh baru anak kemaren sore beda dengan saya,pengalaman saya merawat bayi lebih banyak dibanding kamu yang belum pernah sama sekali ? "


" Hehe ,iya Bu saya tahu ibu sudah berpengalaman tapi apa ibu tahu setiap anak itu beda - beda ?"


__ADS_2