
" Jadi ini foto - foto perempuan yang sekarang dekat dengan suamiku ?" Ujar wanita dengan berpakaian modis jaman sekarang mengenakan kaca mata hitam .
" Iya bos , informasi yang saya dapat dia adalah istri pemilik mebel didaerah sini " Tutur si lelaki berbadan kurus berambut panjang diikat belakang.
" Heeummm ,lihat saja nanti akan kubuat mereka menyesal karna sudah berani menyenggol keluargaku" ujarnya dengan mantap.
" Jadi bagaimana bos ,kita eksekusi sekarang ?"
" Jangan ,kita lihat dulu aja sampai mana papa berani mengambil uang papaku untuk wanita murah*n itu "
Namanya nyonya Wenda dia adalah istri dari om Wawan om yang selama ini berkencan dengan Hesti di tempat sepi itu . Om Wawan adalah pewaris tunggal dari keluarga Wenda darma agung . Namun pewarisan itu belum sepenuhnya menjadi milik Wawan karna salah satu cara untuk memiliki hak waris itu yaitu Wenda dan Wawan harus memiliki keturunan laki - laki ,tapi sayangnya Wenda dan Wawan dikaruniai putri semata wayangnya yang bernama prysilla Naumi darma yang kini sudah kelas 3 SMA . Otomatis hak waris itu belum jatuh kesiapapun masih atas nama papa dari ibu Wenda.
Ibu Wenda dan keluarga memang saat ini sedang memulai bisnis baru didesa ini,rencananya Bu Wenda akan membuka sebuah restoran yang memiliki nuansa pedesaan .Tanah yang dibeli oleh Bu Wenda sudah berhektar - hektar pembangunan pun sudah mulai di buat .
Disisi lain Hesti dan om Wawan dengan gembiranya bersemangat bercinta didalam mobil karna jalanan sepi jadi mereka leluasa melakukan itu .
" Makasih om , Hesti puas sekali hari ini " ujar Hesti seraya menutup lagi kancing baju yang lepas .
Om wawan hanya mampu mengangguk dan tersenyum puas.
Tok ...
tok ...
Tok ...
Hesti dan Om Wawan kaget bukan kepalang kala mendengar kaca mobil diketuk dari luar .
" Om gimana ini om ?" Hesti panik .
Om Wawan pun tak kalah panik ,namun om Wawan mencoba tenang sambil berfikir.
" Kamu pura - pura sakit aja oke " Ujar om Wawan.
__ADS_1
Hesti mengangguk cepat .
Om Wawan menghela nafas panjang membuka kaca spion dengan perlahan.
" Iya pak ada apa ya ?" Tanya om Wawan.
Terlihat 2 orang laki - laki paruh baya itu melihat kedalam isi mobil dengan raut muka curiga .
" Apa mobil bapak sedang mogok ? Karna kami tidak sengaja lewat makannya kami turun siapa tahu ada yang bisa kami bantu ?" jelasnya .
" Ow makasih tidak perlu saya hanya berhenti saja cari obat soalnya ini istri saya sedang pusing kepalanya ?ya kan ma ?" Om Wawan beralih pandang ke Hesti kemudian ke lelaki lagi.
" Iya ini kepala ku pusing banget ayo om kita cari obat ?" ujar Hesti .
" Ehem " Om Wawan berdehem seraya meremas paha Hesti .
Sedang kedua laki - laki itu nampak saling pandang ke temannya . Seakan ada yang dicurigai.
" Eh ,maksud saya papa ?" Hesti menjawab dengan gerogi.
" Ya gakpapa kalau gitu kita juga mau permisi dulu karna istri saya juga sudah minum obatnya " Om Wawan menjawab seraya memutar kunci mobilnya .
" Iya pak ,buk mari " Ucap salah satu lelaki tadi dibarengi dengan menundukkan kepala. Juga yang satunya.
Perasaan om Wawan dan Hesti sangat lega mana kala sudah agak jauh dari kedua lelaki itu . Om Wawan mencari tempat belokkan yang pas untuk putar balik karna jalan didepan memang buntu jalan ke arah makam yang konon katanya angker itu , jadi mau tak mau om Wawan dan Hesti harus melewati 2 lelaki tadi yang kini sedang menaiki motornya tapi dalam keadaan mesin belum dihidupkannya.
Tin ...
Om Wawan mengklakson kedua lelaki itu .
" Aneh sekali ya mat itu orang masak iya cari obat kok turunnya di tempat sepi begini apalagi jalan ini jarang dilewatin orang ,kok aku curiga ya ?"Ucap lelaki yang bernama Tohir itu kepada temannya yang bernama Mamat .
" Iya , aku malah curiga mereka melakukan sesuatu disini ?" Ucap Mamat .
__ADS_1
" Kalau memang iya begitu kita harus bertindak dan terus mengawasi gerak gerik mobil tadi " ujarnya lagi .
" Iya saya setuju lihat aja nanti kalau gak kapok tuh mereka berdua, gak tahu sangsinya kalau berani berbuat tidak sopan didaerah sini!" Tegas Mamat.
***
" Eh ,Bu Nani kamu tahu gak gosip baru " Ujar Bu sum pada Bu Nani .
" Ada apaan ,Bu sum ?" Bu Nani penasaran.
" Eh , Aku denger - denger nih ya , Hesti menantu Bu Arum ibunya
Amir itu sekarang lagi selingkuh ?" Bu sum cerita dengan semangatnya.
" Astagfirullah ,Bu sum jangan suka bikin cerita yang mengada - ada ?" Bu Haya menimpali .
Bu Haya yang baru saja ikut kumpul lagi karna beberapa bulan balik kampung karna ada urusan .Masih tak percaya dengan berita yang baru didengarnya dari mulut Bu sum .
" Eh - eh ,eh siapa juga yang mengada - ada ini reel benar - benar terjadi ,no tipu - tipu no hoax tahu gak ,saya dapet info ini dari temen ku rumahnya itu Deket sekali sama rumah Hesti menantunya ibu Amir ,katanya nih ya Hesti sering tuh pergi dengan om - om ,pakaiannya itu heumz seksi sekali , pokoknya dan yang lebih parahnya lagi setiap pulang Hesti itu selalu bawa belanjaan banyak sekali ber tas - tas " Bu sum semakin menggebu - gebu.
" Masak sih Bu sum ?" Bu Nani masih gak percaya.
" Masih gak percaya nih ,kemaren baru saja temenku itu kasih foto si Hesti di turunin dari mobil si om - om itu " Bu sum memperlihatkan foto yang ada di ponselnya . Foto wanita yang lain dan tak bukan ialah Hesti hendak turun dari mobil sedan yang ia tumpangi sedangkan om - om itu membukakan pintu dengan senyuman yang manis karna foto diambil dari samping jadi si lelaki gak begitu jelas karna om - om itu menundukkan kepala .
Bu Haya dan Bu Nani melihat itu dengan semakin mendekatkan matanya pada gambar secara bergantian.
" Iya bener ini Hesti ini " Ujar Bu Haya sambil menunjuk ponsel Bu sum.
" Heum ,gak nyangka ya Hesti bisa begitu " Bu Nani menimpali .
" Assalamualaikum "
"Waalaikumsallam " Mereka menjawab salam dari Astri yang baru saja datang . Seketika wajah Bu sum , Bu Haya dan Bu Nani berubah tegang.
__ADS_1
" Astri " Jawab mereka serempak .