
" Pak Dar ! pak Dar gak papa " ucap Amir yang membantunya berdiri .
" Inalillahi wainailaihi rojiun !" Ujar Pak Sugi dan pak Dirman serempak kala mengecek denyut nadi di lengan maling tersebut.
" Saya ,gak sengaja membunuhnya ,saya hanya ingin melindungi diri karna maling itu menyerang saya menggunakan pisa* " Ujar pak Dar yang masih syok dengan kejadian yang ada didepannya .
" Ya pak ,tenang pak bapak memang gak salah itu bentuk pembelaan diri ,bapak gak salah " Amir menyakinkan .
" Ya pak Dar ,bapak tenang kami yang akan siap menjadi saksi " Pak Sugi menimpali.
" He.em pak Dar saya juga siap menjadi saksi ,maling ini memang pantas mat* Sudah maling kena apes nya sendiri lagi ,syukuri kamu uuhgh .." Imbuh pak dirman dengan menendang kaki si maling yang kini sudah tergeletak di tanah dengan berlumuran darah.
Beberapa saat kemudian polisi dan warga sekitar berkumpul ditempat kejadian pak Dar yang masih terduduk lemas bersusah payah menceritakan kronologi kejadian kepada polisi guna mendapat informasi yang akurat .
Sedangkan jenazah masih berada di TKP karna masih di periksa petugas polisi . Semua yang ada disana menunggu pembukaan wajah maling yang memang dari tadi memakai penutup kepala berwarna hitam dan yang terlihat hanya mata dan mulutnya itu .
Polisi mulai membuka perlahan penutup kepala itu dan ternyata dibalik penutup kepala itu adalah anak pak lurah yang bernama Tohir anak pak lurah yang terkenal bandel dan suka kaluyuran itu . Pak lurah yang juga berada disitu sangat kaget melihat maling yang ada didepannya itu adalah anaknya.
" Tidak itu - itu ,itu bukan anak ku kan ! bukan !" Teriak histeris pak lurah disana .
Sementara warga mulai berbisik - bisik dengan yang lain .
" Astaga ,ternyata anak pak lurah ,padahal udah kaya ,kok bisa masih mencuri"
" Iya - iya kurang apa coba " Sahut yang lain .
" Heum , saya saja yang hidup pas - Pasan anak - anak saya saya didik yang baik ,ini bergelimang harta malah maling "
__ADS_1
" Duh , pasti dia itu penuh tekanan dari orang tua , kan kayak ditivi - tivi begitu kaya tapi gak bahagia akhirnya cari kesenangan diluar"
Warga dan yang lain bergemuruh bergosip sana - sini . Sedangkan Amir pak dirman dan pak Sugi ikut di priksa untuk menikdak lanjuti proses dan menjadi saksi .
***
Dirumah Astri nampak bingung dan khawatir karna suaminya tidak pernah pulang lewat dari jam Setengah 6 . Astri menengok kejalanan rumahnya sembari melihat jam tangan yang terpasang cantik ditangan putihnya .
" Mas mana sih sudah hampir Isyak juga belum pulang ,nomor gak aktif lagi , mas - mas kamu kemana sih bikin orang khawatir aja " Keluh Astri yang masih berdiri ditepi jalan.
" Astri - Astri !" Teriak Bu sum yang lari tergopoh - gopoh menghampiri Astri .
Tak seperti biasanya Bu sum mencari Astri ,apalagi ini dengan raut yang sangat panik dan tegang.Astri berfikir dengan fikiran yang tak tentu arah.
" Bu sum ,kenapa lari - lari begitu kenapa ?" Tanya Astri yang juga ikut panik.
" Itu ,Astri itu !" Bu sum terengah - engah karna kecapean lari .
" Huft ... huft ..., begini tri dipasar sana ada kejadian ?" Bu sum menghela nafas berat .
" Kejadian apa ? Apa ini tentang mas Amir ? Ya Allah mas Amir gak papa kan Bu sum ?"
Astri mulai tambah panik.
" Iya ini memang ada Amir juga ,tapi gini tadi pak Dar si penjaga toko tas depan toko Amir suamimu baru saja Bun*h maling dan kamu tahu malingnya itu adalah anak pak lurah dan Amir dan juga teman - temannya lagi dibawa ke kantor polisi katanya untuk menjadi saksi " jelas Bu sum .
" Astagfirullah , inalillahi wainailaihi rojiun . Bu sum apa bisa Bu sum antar aku kekantor polisi untuk melihat mas Amir "
__ADS_1
" Gak usah - gak usah ,tadi suamimu berpesan kalau kamu disuruh dirumah aja ,suruh jaga kandungan mu itu ,suamimu juga bilang kalau selesai pemeriksaan nanti langsung pulang "
" Ya Allah , tapi aku khawatir sekali Bu sum , makasih ya Bu sum infonya "
" Iya ,sama - sama ,saya juga mau kerumah Bu Nar istri pak dirman dan juga Bu sud istri pak Sugi buat kasih tahu juga masalah ini "
" Kalau begitu hati - hati ya Bu " ujarnya .
***
" Heh, pak Dar kamu itu hanya rakyat kecil kenapa kamu sampai tega membun*h anak saya hah !" Teriak pak lurah .
" Huhuhu ....hemm ..hmmm ...huuummm , dasar kamu pak Dar ,kamu kan punya anak apa kamu gak punya rasa kasihan " Bu lurah menangis sejadi - jadinya .
Pak lurah dan lurah merasa tak terima dengan kejadian ini ,padahal pak Dar sudah menjelaskan kronologi yang sebenarnya dan Amir juga yang lainya sudah menjelaskan dengan detail .
" Saya akan tetap memenjarakan kamu pak Dar dengan penjara seumur hidup ,saya berjanji karna saya tidak ikhlas anak saya kamu Bun*h begitu saja tanpa kamu bertanya dulu "
" Saya mohon pak jangan hukum saya ,anak saya masih kecil pak ,saya mohon.
" Aaaggrrh ... saya tidak peduli !" Teriak pak lurah dengan mendorong tubuh pak Dar dengan keras .Dan pergi begitu saja meninggalkan ruangan introgasi diikuti istrinya dari belakang.
" Pak saya mohon pak polisi saya tidak salah ,saya hanya membela diri ,saya juga tidak tahu kalau maling itu adalah anak pak lurah ,saya hanya membela diri pak karna anak pak lurah lah yang pertama menyerang saya dan mengajak saya duel "
" Iya pak semua akan kami tindak lanjuti nanti"
***
__ADS_1
" Saya gak mau tahu orang yang ada didalam harus membayar sesuai dengan apa yang dia perbuat dengan anak saya . Saya akan membayar berapapun yang anda minta asal anda bisa memenjarakan orang yang ada didalam sana " Bisik pak lurah dengan oknum yang berpapasan hendak masuk keruangan introgasi .
" Beres bisa diatur ,nanti saya akan hubungi lagi perkembangan lebih lanjut"