
( Bu kami gak mau ya bayar kalau masih harga 2 juta 300 itu terlalu mahal )
( Iya ,Bu saya juga gak setuju !)
( Yang lain komen dong ,yang tidak setuju )
( Saya juga gak setuju )
( Betul ,uang bulanan saja gak sampai segitu apa mungkin yang lain nanti juga akan dinaikkan )
( Tenang Bu ,kami sedang mengupayakan agar harga turun. )
Hesti membaca grup sek*** lewat aplikasi hijaunya .
" Malas , banget aku ikut komen bikin darah tinggi naik aja !Tapi kalau gak ikut komen nanti dikiranya setuju lagi ? Tapi kalau komen nanti dikiranya seorang Hesti istri pemilik mebel tak mampu bayar , ah ... Gak usah lah cukup baca aja " Gumam Hesti .
" Lagi apa sih hes serius banget sampai - sampai suami pulang dicuekin ?"
" Eh ,mas Priyan waalaikumsallam mas "
Hesti yang tadinya berbaring diranjang kasurnya kini cepat - cepat duduk dan mencium punggung tangan suaminya yang baru datang .
" Ini mas ,biasa lihat grup sek*** pada rame "
"Memangnya rame kenapa ? Dangdutan ?"
" Lebih dari itu mas ?"
" Wah ,seru tuh kayaknya kenapa kamu gak ikut ?"
" Malas mas "
" Lho aneh biasanya kan kamu super heboh sama dangdutan "
" Heeumm, ini bukan dangdutan itu mas ,ini itu lagi bahas soal uang sek*** yang sangat mengerikan harganya , Mas tahu gak sekarang harganya 2juta 3ratus ribu mas "
" Apa ?" Mata Priyan membulat sempurna tangannya mengurut dadanya berkali - kali.
" Gak usah ,kaget gitu deh biasa aja kali mas ?Kaya lihat setan aja "
" Ini sih gak setan lagi hes tapi bapaknya setan " lagi lagi Priyan mengurut dadanya " mahal sekali" Amir geleng - geleng.
" Ya makannya ini digrup pada heboh semua ?"
" Mas ,mandi dulu sana bau juga ,ini malah nempel - nempel kepo ya ?"
Priyan mengangguk dengan senyuman anehnya.
" Ih ,mas nih ...jujur amat "
__ADS_1
" Ya memang "
***
" Lho ,Astri ku sayang ,katanya mau pergi kerumah Endah ?"
" Ya mas nanti agak siangan , kan kita mau ngrujak masak iya ngrujak pagi - pagi kan aneh "
" Lha kan namanya ngidam bisa pagi siang bahkan malam "
"Iya tapi Alhamdulillah ,anak kita ngidamnya selalu pas dengan kondisi dan cuaca "
" Alhamdulillah,berarti anak ayah pinter " pujinya seraya mengelus perut Astri .
Astri menatap wajah Amir dengan memberi senyum terindahnya .Amirpun membalas senyuman itu. Senyuman yang bagaikan es batu dikutup Utara yang meleleh ,dingin dan sejuk bila dirasa.
" Mas mau berangkat sekarang ?"
" Iya soalnya mas sudah janji sama pak tukang buat pasang papan seadanya dulu buat jualan sementara ya buat kumpul - kumpul kembalikan modal "
" Mas kalau memang uang mas gak ada lebih baik jual aja cincin Astri ini mas ,gak papa kok "
" Jangan tri itu cicin pernikahan kita dan hanya tinggal itu saja , mas gak mau kalau sampai cincin yang sudah melingkar dijari cantikmu itu sampai terjual ,cukup cincin mas aja yang hilang " Tegas Amir .
Cincin Amir memang terjual , saat itu Amir dan Astri yang baru membuat rumah dengan bajet yang sudah diperkirakan cukup . Ternyata kurang dan saat itu Amir hanya memiliki cincin pernikahan dan dari situlah Amir terpaksa menjual cincin pernikahan itu untuk menutup kekurangan.
" Ya udah kalau memang mas gak mau jual cincin ini ,Astri gak maksa tapi ingat mas kalau mas memang butuh mas boleh kok pakai cincin ini "
" Ya udah mas pergi dulu ya , jangan lupa nanti kalau ke rumah Endah hati - hati "
" Ya mas ,mas juga hati - hati ya "
" Iya ,da anakku didalam perut kamu baik - baik ya jaga mama " Amir mengelus perut Astri dan menempelkan pipinya ke perut Astri .
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsallam mas "
Astri mengantar suaminya sampai diteras rumah ,memandangi punggung Amir yang semakin menjauh ,dibarengi suara motor yang semakin pelan dan tak bersuara lagi .
" Istirahat dulu ah , beres - beres udah , sarapan sudah mandi udah ,aah ... Alhamdulillah nikmat mana yang kau dustakan , Alhamdulillah sekali " Gumam Astri yang kini berbaring di kursi,pelan - pelan Astri berbaring di sofa ,seraya memegangi perutnya yang sudah besar dan tinggal menunggu hari untuk lahiran .
Astri menunggu sembari melihat ponselnya . Mendengarkan lantunan ayat Al-Qur'an .
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsallam "
Astri yang tadinya tiduran kini perlahan bangun kala mendengar suara dari luar. Didesa Astri Alhamdulillah sangat aman dan kebiasaan orang didaerah ini termasuk dirumah Astri selalu membuka pintunya ditutup jika memang orangnya sedang berpergian jauh .
__ADS_1
" Astagfirullah, aku ketiduran tadi " gumam Astri sendiri .
" Eh Bu Nani ,maaf Astri tadi ketiduran "
" Ya gak papa ,tri aku juga baru datang kok , eh ... Gimana jadi ngrujak gak nih"
Bu Nani terlihat membawa kantong hitam ditangannya .Mungkin itu buah
" Jadi dong buk ,tadi malam Astri sudah siapin apa saja yang mau dibawa kesana " Astri antusias.
" Siipp ... Kamu bawa apa aja nih tri ,soalnya aku udah bawa gula sama timun "
" Kalau Astri sudah beli buah buk,ntar Astri ambil , masuk dulu Bu Nani "
" Udah disini aja ,kan kita langsung mau cabut"
" Ok Bu ,tunggu ya "
Astri masuk kedalam rumah ,mengambil apa saja yang ia hendak bawa ada buah dan juga krupuk . Selang beberapa menit Astri keluar .
" Ayok buk Nani langsung berangkat "
" Ok tri "
Astri tak lupa bergegas mengunci pintu karna pasti akan lama nantinya .
" Bismillah " Ucap mereka bersamaan .
Tak butuh waktu lama Astri dan Bu Nani pun sampai didepan rumah Endah.
" Assalamualaikum "
" Kok sepi ya tri ?"
" mungkin Endah ada dikamar Bu ,kasih tidur sibaby , kita coba beri salam lagi aja "
Bu Nani mengangguk " Assalamualaikum "
" Waalaikumsallam , eh kalian cari siapa ?" Tanya mertua Endah.
" Hehe , biasa Bu Endah ada ,kami mau ngrujak lagi nih " Jawab Bu Nani tutup poin.
Astri mengangguk seraya senyum.
" Endah sudah gak tinggal disini lagi , Endah sudah pergi gak tahu kemana dia pergi sama selingkuhannya " Tutur mertua Endah .
" Apa selingkuh ?" Ucap Astri dan Bu Nani secara bersamaan .kantong yang dibawa Bu Nani jatuh tepat di bawah Astri yang kini sedang berdiri disamping Bu Nani.
" Masak sih Bu ?" Bu Nani tidak percaya .
__ADS_1
Begitu juga Astri.