
" Hanya kucing !"
" Iya bikin kaget aja , kalau begitu saya langsung pulang aja ya pak lurah ,makasih lho saya sangat senang bisa bekerja sama dengan pak lurah " pujinya .
" Iya sama - sama ,ingat ya jangan sampai pak Darmanto itu lepas !"
" Siap pak "
Oknum itu langsung pergi meninggalkan rumah pak lurah dengan menaiki motor besarnya.
Sedangkan pak lurah melihat itu dengan senyuman bangga . Karna pak lurah tahu dan yakin bahwa pak lurah tidak bisa dikalahkan apalagi sampai disaingi oleh rakyat kecil seperti pak Darmanto yang hanya pekerja security toko .
" Gimana pak kelanjutannya apa bapak yakin kita bisa Menang ?" Tanya ibu lurah yang tiba - tiba datang .
" Eh ,ibu ! Kamu tenang Bu semua pasti beres tidak ada yang bisa melawan lurah Wirjo " Ujar pak lurah dengan jumawanya.
Bu lurah hanya menganggukkan kepala.
***
" Mas Amir sudah belum mandinya ?" Ujar Astri didepan pintu kamar mandi yang ada dikamarnya .
" Iya bentar lagi ?"
" Mas ini handuknya ,Astri taruh di atas kursi ya ?"
" Iya sayang gak papa taruh situ aja "
" Ya mas "
Jam menunjukkan pukul 9 malam .Amir tadinya sebenarnya malas mandi lagi tapi karna keran air mati jadi mau tidak mau Amir yang harus turun tangan sendiri untuk memperbaiki keran tersebut . Karna dari itulah Amir harus mandi lagi.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka sedikit tangan Amir mencari - cari handuk yang ada dikursi.Astri yang mengetahui hal itu langsung bergegas membantu suaminya .
" Ini mas handuknya ?"
" Eh ,iya sayang makasih "Ucap Amir yang kini sudah memegang handuk yang ada ditangan Astri .
" Eh - eh jatuh yank ?" Ujar Amir lagi yang kini wajahnya mengintip dari balik pintu .
" Mas - mas ,ada - ada aja sih pakai dijatuhin segala gak tahu apa kalau perut Astri sudah besar kan susah ngambilnya ?" Keluh Astri yang hendak mengambil handuk tadi.
" Kamu itu kalau marah tambah cantik ?" Rayu Amir . " Yank kamu gak pengen ?"
__ADS_1
" Pengen apa ?" Astri mengeryitkan dahinya .
" Masak gak tahu ,masak perlu dijelasin lagi ?" Ucap Amir yang kini sudah memakai handuk.
" Maaf ya mas ,bukannya Astri nolak tapi Astri takut kan perut Astri sudah besar nanti kalau terjadi apa - apa bagaimana ? Apalagi ini sudah dekat dengan hati lahiran " Jelas Astri panjang lebar dengan nada serius .
Amir yang mendengar itu hanya mengangguk dan keluar dari kamar menatap lekat mata indah Astri . Amir semakin maju mendekati Astri .
" Mas - mas yakin ?Astri mohon jangan ya mas ,maaf kalau Astri menolak " Astri terus memohon .
Amir diam mulutnya seakan terkunci hanya matanya saja yang tetap fokus menatap Astri .Astri semakin terpojok kala langkahnya terhenti pada ranjang kasur Astri tak bisa berjalan mundur lagi . Dengan pasrah Astri hanya mampu menutup matanya.
Semakin menutup .
Semakin menutup .
Dan
"Anget gak ?" Ujar Amir seraya memeluk Astri dengan lembut.
" Mas Amir ! Bikin jantungan aja deh ,Astri pikir tadi ...?"
" Haha ... tadi apa hayo ? Sekarang kamu mikirnya sampai sana ya haha baru tahu mas ,padahal dulu kan kamu paling anti mikir sampai kesana " Ujar Amir dengan tertawa.
" Yee mas ini ,ya wajar lah mas kan Astri normal ?"
" Tuh kan mas "
" Hehe ...ya gak lah Astri sayang mana mungkin mas tega nglakuin itu apalagi kandunganmu sudah besar gini , mas juga mikir beberapa kali lah "
" Syukurlah mas juga normal "
" Lha kamu pikir selama ini mas gak normal ?"
" Normal sih ,tapi kalau yang ini normal banget gitu mas "
" Kalau gitu minta peluk lagi boleh ?"
" Boleh mas "
Akhirnya mereka berdua berpelukkan dengan hangatnya .
****
Persidangan terakhir dibuka . Masih seperti suasana yang lalu ,semua yang hadir disini sudah hampir memenuhi kursi persidangan . Kali ini Astri memaksakan ikut untuk melihat langsung proses persidangan berlangsung .
__ADS_1
" Tuh - tuh hakim sudah datang !" Bisik salah satu pengunjung yang terdengar ditelinga Astri sontak Mata Astri tertuju pada hakim yang berjalan dari pintu masuk dan langsung duduk dikursi teratas.
Suasana diruang sidang makin panas saat para saksi dibantah dan tak diberi ruang untuk membela , seakan masalah ini memang disengaja dan difaktori pembunuhan berencana .
" Itu saksi palsu ,sejak kapan ada saksi itu ! jangan percaya itu semua bohong ,itu fitnah pak Dar tidak pernah ada dendam dengan korban !" Teriak Amir
" Iya fitnah !"
" Fitnah !"
" Disogok berapa anda hah ! Mau - maunya membela orang salah !" Teriak pak Sugi.
Ruangan sidang makin tak kondusif ,pada penjaga disana berusaha menghentikan itu ,namun tetap kalah dengan sorak ,riuh para tamu.
Mereka tidak terima karna sidang kali ini pihak pak lurah membawa seseorang saksi dan itu adalah saksi palsu ,namun dengan gampangnya hakim percaya dengan saksi itu .
" Maaf pak hakim izin saya bicara !" Teriak seseorang anak kecil yang entah dari mana munculnya tiba - tiba muncul dan membuat semua terdiam.
" Citra !"
" Heh ,anak kecil dilarang ikut campur masalah orang dewasa , pergi !" Teriak pak lurah dengan emosi .
" Pak hakim ,saya kesini hanya ingin menuntun keadilan untuk bapak saya ,pak hakim saya tahu kami hanya rakyat kecil tapi pak hakim apa anda tahu kalau rakyat kecil juga butuh yang namanya keadilan ,pembelaan dan juga punya tempat aman untuk mencari perlindungan . Selama saya belajar disekolah ,Bu guru saya selalu bertanya kalau besar jadi apa anak - anak ?dan murid kebanyakan memilih jadi polis* ,kata buguru hebat jadi polis* dan juga pemimpin dimana pun berada seperti lur** ,cam*t dan sebagainya itu bagus karna bisa membantu rakyat kecil,bisa menangkap pencuri juga bisa mengayomi masyarakat . Tapi nyatanya apa ? Kenapa ? bapakku gak bersalah malah disalah kan ? kenapa bapak bicara jujur tapi dianggap bohong ? Apa didunia ini sudah gak ada harapan lagi untuk orang - orang jujur seperti bapak saya ? apa didunia ini yang diterima hanya para pembohong ?" Tutur citra dengan berani menghadap hakim .
" Ini pak saya punya bukti , semoga bukti ini bisa menjadi sebuah pembuktian bahwa bapak saya tidak bersalah ! Saya sudah upload di Y**Tub* Dan sudah banyak yang menonton karna kemaren saya melakukan siaran langsung " ujar citra lagi.
Pak hakim menerima ponsel yang dibawa citra sebelumnya dan melihat isi Vidio yang sudah tayang dan mendapat subscribe dan komentar yang sangat banyak .
pak lurah terlihat ketar - ketir.
Semua mata tertuju pada pak lurah .
" Dasar lic** ,lihat saja setelah ini gak ada lur** seperti dia lagi !"
" Iya betul "
Ujar para tamu yang kesal.
Setelah hakim berdiskusi Akhirnya hakim memutuskan pak Darmanto bebas .
Pak hakim turun dan memeluk citra juga bapaknya . Sedangkan semua para tamu bersorak gembira dan mengucap syukur .
" Saya bangga dengan kamu nak !" Ucap pak hakim kepada citra.
"Tidak ! Tidak saya tak terima kalau Darmanto bebas ! Dia sudah menghilangkan nyawa anak saya !" Teriak pak lur* H yang kini dibawa keluar oleh petugas penjaga.
__ADS_1
" Semoga kamu nanti bisa kayak kak citra nak , meski masih SD kak citra mampu menolong bapaknya dan mau memperjuangkan hak bapaknya , Semoga kamu suatu saat nanti mampu menjadi seseorang yang selalu ada untuk ibu dan ayah nak "Batin astri