Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Marahnya mas Amir.


__ADS_3

" Enggar maafin mama ya mama telat lagi tadi ban motor mama bocor " Hesti memandang wajah anaknya yang nampak kesal.


" Mama Enggar kan takut kalau disuruh tunggu sendirian begini "


" Iya - iya mama janji besok gak telat lagi ,Enggar mama punya hadiah lho buat Enggar mama yakin pasti Enggar suka ?" Rayunya .


" Hadiah apa ma ?" Enggar penasaran.


" Ada deh , Ayok naik dulu dong ? Nanti sampai rumah mama kasih tahu oke ?"


" Oke ma "


Hesti akhirnya bisa membujuk Enggar anaknya ,kini mereka pun langsung tancap gas menuju pulang.


Beberapa hari ini Hesti memang kerap kali bertemu dengan Om - om kenalannya lewat FB dan juga Om - om dari temannya .


Jalan ini ditempuh Hesti lagi - lagi dengan alasan untuk menyenangkan diri sendiri.


" Yeee ... horee ... mainan baru ... " Sorak Enggar kala melihat mainan yang baru didapatnya dari mamanya.


Hesti tampak senang melihat anaknya seceria itu.


" Mainan terus Hesti , keuangan Priyan kan lagi menurun ngapain kamu menghabiskan uang begitu ?" Cemooh mertua Hesti yang tak sengaja lewat di depan kamar Hesti.


" Ini dikasih temen kok Bu gak pakai uang mas Priyan " Sahutnya.

__ADS_1


" Temen yang mana ngasih mainan baru kayak gitu ?" Tanyanya seraya langsung masuk kamar Hesti .


" Enggar kamu main diluar sana dulu sana ?" Usir Hesti .


" Oke ma ... " Enggar langsung berlari keluar.


Sekarang tinggal Hesti dan ibu mertuanya .


" Temen Hesti Bu yang ngasih ini memang mainan baru karna anaknya gak suka jadi dari pada dibuang aku minta aja ?" Jawabnya dengan santai.


" Memangnya teman yang mana kok ibu gak tahu ?"


" Ya gak tahu lah Bu , orangnya tuh gak pernah Hesti bawa kesini mas Priyan juga gak kenal "


" Mana ada Bu Hesti kan ibu tahu sendiri usaha mas Priyan lagi sepi ?"


" Masak gak ada sih hesti 200 saja ?"


" Gak ada Bu , sudah Hesti mau mandi dulu Bu "


Hesti cepat - cepat memasuki kamar mandi .Dikamar mandi Hesti tidak langsung mandi mengambil air dan membuangnya ke lantai sehingga mengeluarkan suara .


" Ya sudah ibu pergi dulu " ujarnya.


Hesti yang mendengar ucapan itu ,lekas memastikan lagi .

__ADS_1


" Urung sudah pergi "


Hesti merebahkan beban tubuhnya di kasur, memejamkan mata sejenak .


***


" Astri ... Astri ! " teriak mas Amir .


" Ya mas ,ada apa ?"


" Kamu ,tega ya tri sama ibu ? Kamu tahu kan sangkar burung itu peninggalan bapak kenapa kamu malah suruh ibu buat jual ha ...!" Teriak mas Amir kepadaku.


" Sangkar apa mas aku gak ngerti apa yang mas maksud?"


" Alah kamu jangan pura - pura gak tahu tri aku lebih percaya omongan ibu dari pada kamu ngerti ! Mana uang dari ibu tadi ... mana ! " Masih dengan suara tinggi.


Dengan cepat Astri mengeluarkan uang yang baru saja ia terima dari mertuanya.


" Sini ...cepat " Mas Amir merebutnya dengan kasar . "kamu tahu uang segini ini tidak ada artinya dari pada sangkar burung peninggalan bapak ,anak - anak bapak aja gak ada yang berani jual peninggalan bapak itu kamu hanya menantu disini berani suruh - suruh ibu buat jual sangkar itu demi uang ini "


" Mas salah faham Astri gak pernah suruh - suruh ibu mas "


" Alaahh kamu gak usah menyangkal lagi Astri cukup !" Bentak mas Amir.


?

__ADS_1


__ADS_2