Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Ditegur.


__ADS_3

" Hey ka-kalian nga-nga- pain disini hah ?"


" Haha di - dia ma - ma - buk bos !"


Tegur 2 pemabuk kepada bapak yang sedang memakirkan sepeda motornya seraya membawa bensin 4 gen di depan motornya yang ditaruhnya dikarton dua didepan dan ditali gantung di belakang tepat didepan Toko baju Amir . Karna didalam toko Amir ada dua orang yang sedang mengantar barang nampak yang satunya berada diluar dan yang satu mengoper barang dari luar. Rencana Amir akan datang 10 menit lagi.


" Hey pak tua ,bayar uang parkir disini wilayah kami !" Bentak lagi pemabuk yang nampak jalan sentoyongan dan ngomong kurang jelas itu.


Bapak - bapak itu diam .


" Hey kalian berdua siapa yang suruh taruh barang disini hah ,bayar cepat uang parkir !" Tegur salah satu pemabuk ke 2 orang yang terlihat sibuk memasukkan barang .Tanpa basa - basi pemuda yang ada didalam memberi kode kepada pemuda yang ada diluar dengan menautkan alisnya.


" Ini " Ucap pemuda itu seraya memberikan uang sebesar 10 ribu .


" Apaan ini ! 10 ribu kamu pikir cukup untuk beli rokok ,mana ?" Pemabuk itu meminta lagi .


Kemudian pemuda itu mengambil uang lagi dari sakunya dan memberikannya 50 ribu .


" Apa ini 50 ribu kurang !" Bentaknya namun kali ini yang bersuara yang meminta ke bapak - bapak yang saat ini masih membetulkan bensin yang dibawanya tadi namun matanya seraya melirik pemabuk - pemabuk yang sedang memalak pemuda itu.


" Hud gimana ini ?"


" Udah kasih aja dari pada bikin runyam " ucap pemuda yang bernama Huda itu yang berhenti sejenak dari rutinitasnya .


" Mana ?" Bentak pemabuk itu.


Dengan terpaksa kali ini pemuda itu mengeluarkan dompetnya dari dalam sakunya .


" Aah, kelamaan sini semua !" Pembabuk itu mengambil dompet pemuda itu dengan cepat.


" Eh - eh , itu dompet saya om jangan diambil !" Belanya .


" Om , jangan begini dong kan tadi sudah dikasih !" Huda ikut membela sahabatnya.


" Kenapa kamu gak terima !" Bentak salah satu pemabuk .


" Kalian benar - benar ,sudah dikasih masih minta terus ? Bayar - bayar memang ini tempat punya kalian !" Tegur bapak - bapak itu kepada kedua pemabuk itu.


Dengan mata merah dan raut muka garang kedua pemabuk yang tadinya didepan kedua pemuda itu kini bergegas menghampiri si bapak itu .


" Apa kamu ikut campur ! Buuggg " Sebuah tonjokkan mengenai wajah bapak itu .


" Berani kamu !" Bapak itu pun tak mau kalah membalas pukulan dari pemabuk itu.


"Hay Joon bantu kami !" Teriak salah satu pemabuk memanggil temannya yang tak jauh dari tempat itu .selang beberapa menit teman - teman mereka sekitar orang 4 dan sama - sama mabuk datang dengan membawa senjata ada yang membawa kayu balok ,batu dan juga Sajam . Bapak itu masih melawan dengan kekuatan yang ia miliki .Sedangkan 2 pemuda itu hanya melihat dan akhirnya kabur .

__ADS_1


" Gimana ini hud ?"


" Gak tahu ,tuh temannya - temannya pada datang ,mending kita kabur aja aku gak mau mati sia - sia!" Teriak pemuda yang bernama Huda .


" Ya udah ayok buruan !"


Tanpa basa - basi 2 pemuda itu langsung tancap gas mengendarai mobilnya dengan kencang .


Suasana diluar semakin kacau Dimana bapak itu dikeroyok 6 orang . Tenaganya yang sudah hampir habis Bapak itu lantas lari kedalam toko Amir yang masih terbuka . Dan berniat meminta bantuan lewat telvon.


" Hey jangan lari kamu ! " Teriak pemabuk itu.


" Ayok kita kejar kalau perlu kita habisi !" Timpal yang lain.


" Ya cepat !"


Mereka berenam ikut memasuki toko Amir , dengan ganas dan keadaan emosi para pemabuk itu melampiaskan rasa kesalnya kepada barang - barang yang ada disana dari mulai meja kasir , komputer kasir dibawa dan baju - baju diporak - poranda kan patung - patung dirusak dengan diinjak ,dipatahkan .


" Kamu gak akan bisa lari dari kami pak !"


" Main - main dengan kita ,akan tahu akibatnya !"


Bapak - bapak itu kini bersembunyi di kamar mandi muka dan sekujur tubuhnya sudah lebam kebiru - biru an .


" Hay buka !"


" Duoorr ... ! Duor !"


Suara pintu digedor - gedor dari luar .


Braakk .... braakk ...


Pintu ditendang sekuat mungkin. Orang - orang pemabuk semakin ganas .


" Halo komandan tolong saya ada di dalam toko AA colection ,tolong saya saya lagi dekepung pemabuk" Ujar bapak di sambungan televon meminta bantuan.


Brak ...


pintu terbuka.


" Nah kamu gak bisa lari ,hajar !" Teriak pemabuk .


Dengan sigap bapak itu menutupi wajahnya dengan tangan.


Pyarr ...

__ADS_1


kaca yang ada di dalam kamar mandi pecah ,pecahan itu mengenai kepala bapak itu .


Wiu ... wiu ...


Suara polisi dan tentara memakai senjata lengkap datang menyelamatkan bapak .


" Sial ! ayok kita lari !" Pemabuk itu langsung kabur berhambur bapak yang ada dikamar mandi lemas dan tak sadarkan diri.


Sebelum pemabuk pergi salah satu pemabuk mengambil minyak tanah yang tergantung dimotor . melemparkan kedalam dan diluar toko dan langsung membakarnya kemudian lari begitu saja.


" Kebakaran - kebakaran ! " teriak salah satu pemabuk berpura - pura mencari bantuan seraya berlari.


Aparat mengejar pembuk dengan sekuat tenaga berhambur satu - persatu .


Sedangkan bapak itu yang tersadar langsung mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri.


***


Amir yang ada dijalan mengemudikan motornya dengan kencang . kabar itu sungguh membuat hatinya campur aduk. Bagaimana tidak toko itu adalah toko satu - satunya yang ia punya . Dan baru kemaren direnovasi dihalaman depan .


Tling ... tling ...


Suara notif pesan terdengar berulang kali . Namun Amir tetap menghiraukan yang terpenting sekarang ini ialah menyelamatkan barang - barang yang bisa diselamatkannya .


" Semoga bisa keburu dan bisa diselamatkan ,ya Allah jika itu masih rezeki hamba tolong selamatkan lah apa yang masih menjadi rezeki hamba."


Doa Amir yang kini masih berada diatas motornya.


***


Sedangkan Astri dirumah ,mengirim pesan kepada Amir berulang kali tak terhitung sudah pesan keberapa yang ia kirim ke Amir suaminya .


( Mas , gimana mas baik - baik saja kan !" )


( Mas yang sabar ya )


( Astri ,ikut kesana ya mas )


( Mas , ingat selalu istighfar dan ingat Masih ada Allah )


( Ini ibu sama Hesti sudah sampai kesini mas ,kata ibu ,ibu mau nyusul kesitu )


( Priyan menuju kesitu mas )


Pesan Astri ke Amir .

__ADS_1


__ADS_2