Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Ancaman.


__ADS_3

" Yang sabar pak Amir , Insyaallah setelah ini pak Amir dapat gantinya yang lebih baik lagi " Ucap pak RT.


Lagi - lagi Amir hanya diam ,matanya kosong melihat toko yang saat ini sudah penuh dengan asap tebal membumbung tinggi dengan pemadam kebakaran dan warga yang mondar - mandir saling membantu memadamkan api sisa - sisa.


" Toko ku " Gumam Amir .


Amir masih tak percaya dengan ujian yang dialaminya sekarang .


Drrtt ... drrtt ... drrtt ...


Ponsel Amir , berdering .Namun Amir tak mengangkatnya sama sekali . Amir masih enggan berbicara dadanya sesak dan hatinya perih .


" Apa mas habis semua ? kok bisa mas terus bagaimana dengan kelahiran anak kita nanti bagaimana dengan masa depannya nanti kalau toko mas habis "


" Maafkan mas ,tri "


" Maaf gak bisa selesaikan masalah mas ,ini masalahnya uang ,bukan maaf ,coba mas fikir sebentar lagi Astri melahirkan anak mas untuk pertama kalinya bukannya membahagiakan Astri ini malah bikin susah ngerti begini kita tunda saja punya anaknya "


" Aku mohon tri maafkan mas "


" Pak Amir !"


" Hah .. Iya " Ucap Amir yang tersentak karna kaget dengan suara panggilan didekatnya serta tepukkan tangan dipundaknya membuat lamunannya buyar seketika.


" Ini pak Amir ,barang yang bisa kami selamatkan tadi sisanya ada disebelah sana " Ujar Pak kin yang kini membawa baju.


" Terima kasih pak kin "


" Iya sama - sama "


Barang - barang Amir hanya bisa diselamatkan pak kin beberapa saja . Yang lain sudah terbakar habis .

__ADS_1


" Mas Amir ,mas gak papa kan ?"


Priyan datang menghampiri Amir .


Amir hanya mengangguk.


"Ini dibawa semua mas ?"


" Iya itu bawa semua yang lain mas bawa "


Priyan dan Amir pun membawa sisa - sisa barang untuk dibawanya kerumah.


***


" Tri kamu makan dulu dari tadi kamu kan belum makan ?" ujar Hesti.


" Iya hes nanti "


Mengingat itu Astri tersadar bahwa Astri tidak boleh egois .Astri yang sebenarnya malas makan bahkan perutnya tidak merasa lapar sama sekali kini memaksakan diri untuk menyuapkan nasi yang kini sudah ada didepannya.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsallam " jawab serempak ibu Arum ,Astri dan juga Hesti.


Amir yang baru datang langsung duduk dikursi kosong begitupun juga Priyan.


" Gimana mir ada yang bisa diselamatkan ? kok bisa kebakaran api dari mana ?" Ibu Arum tak sabar dengan cerita Amir anaknya.


Amir yang nampak sedih menceritakan semua asal - muasal kejadian yang menimpa tokonya .


" Terus bagaimana apa oknum itu mau tanggung jawab dengan rusaknya tokomu mir ?" Hardik Bu Arum .

__ADS_1


Amir menggeleng " Tidak Bu ,orangnya hanya bisa membantu mencari dan menghukum para pemabuk itu saja"


" Bagaimana bisa ,dia yang berbuat kita yang rugi . Dasar sok - sok an membantu tapi malah gak ngebantu "


" Iya ,enak bener jadi bapak itu setelah menghancurkan toko orang lari begitu saja dengan alasan akan menghukum para pemabuk itu ,ihh kalau saya yang ada disana sudah ku tuntut itu bapak - bapak " Hesti ikut menimpali dengan nada kesalnya .


" Sabar mas , mungkin ini sudah takdir kita kalau kita harus lebih bersabar dalam menerima semua cobaan yang datang darinya " Ujar Astri seraya mengusap punggung suaminya.


" Kamu gak marah tri ?" Ucap Amir yang memandang lekat istrinya itu yang kini sudah ada berdiri disamping Amir .


Astri menggeleng .


" Gak bisa begitu mir harusnya kamu tegas kamu harus mintak ganti rugi ke bapak itu karna kesalahan dia toko kamu jadi kena imbasnya , coba kalau bapak - bapak itu gak masuk toko kamu mungkin ini gak akan terjadi dan tokomu akan selamat " Ibu Arum berucap dengan nada tak kalah kesalnya dengan Hesti .


Amir hanya menggeleng. Itu tandanya Amir sudah gak bisa berbuat apa - apa .


***


Pagi tiba Amir kini berangkat lebih awal ketoko berniat membersihkan puing - puing akibat kebakaran .


Amir agak lama berdiri memandangi toko yang kini sudah setengah terbakar .


" Hay kenapa kamu pakai lapor pol*** !" Tanya salah satu preman yang tiba - tiba datang .


" Maksud kamu apa ?"


" Halah kamu kan yang menelvon polisi untuk mengejar kami ya kan ?"


" Tidak saya sama sekali tidak menelvon siapa - siapa !"


" Awas ya ingat kamu tidak boleh berjualan disini lagi kalau kamu masih nekat akan ku buat tokomu dan juga kamu menghilang !"

__ADS_1


__ADS_2