
" Enggar ! Kenapa sih bikin marah mama , disuruh sarapan aja susah amat !" Marah Hesti pagi - pagi seraya menyuapkan nasi yang ada didepannya untuk anaknya tercinta Enggar .
" Mama ,Enggar lagi gak pengen sarapan kenapa sih maksa !" tolak Enggar dengan menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.
" Enggar, kamu itu ya nglawan terus kalau dibilangin ,tinggal makan aja susahnya minta ampun ,nanti kalau badan kamu turun terus kurus gimana ? ujung- ujungnya mama lagi yang disalahin , cepat buka mulutmu sini aak ...! " Bujuk Hesti .
" Gak mau mama !"
" Kenapa Enggar ?" Hesti menghampiri Enggar dengan tersenyum .
" Tante - Tante itu mama tuh , masak Enggar gak makan dipaksa ?" Enggar mengadu .
" Enggar,mama gak maksa , mamamu cuma kawatir ,kawatir kalau Enggar gak makan nanti sakit , Enggar gak mau kan dibawa kerumah sakit kayak dulu ?" Ujar Astri .
" Gak mau Tante Enggar mau dibawa kerumah sakit ,disana gak enak tangan Enggar bergerak sedikit aja sakit karna ada selang itu ,obatnya juga gak enak ,pokok enggar gak suka " Cerita Enggar .
" Nah ,tuh ,makannya mamamu mintak Enggar buat makan biar gak sakit lagi ,biar gak minum obat lagi , jadi sekarang makan dulu ya sama mama ,bentar lagi baru berangkat sama om Amir "
" Ok Tante "
***
" Bu ,Priyan mau susul Hesti sama Enggar buat tinggal disini lagi ?" Priyan meminta izin.
" Apa kamu bilang ajak istri mu yang doyan selingk*h itu !, Ibu gak setuju ! Menantu sudah bikin malu , gara - gara istrimu itu ,ibu sampai digosipin dari ujung sana .Sakit rasanya yan ,jadi ibu !" Cerocos ibu.
" Terus gimana Bu ? Priyan gak tega lihat Enggar .Bagaimana pun juga Enggar itu anak Priyan Bu "
__ADS_1
" Anak ? bukannya kemaren kamu sendiri yang gak percaya kalau itu anak mu ?sekarang kamu bilang gitu !" Cerca ibu Arum lagi.
" Kemaren Priyan kebawa emosi Bu ,mana sadar sudah ngomong gitu , gimana Bu boleh kan Hesti sama Enggar balik sini lagi ? "
" Terserah Priyan !" Ucap ibu Arum dan berlalu dari tempat duduknya .
" Bu - Bu " Priyan menggelengkan kepala.
***
Jam 2 siang Astri berbaring - baring dikamarnya . Memandangi langit - langit kamarnya .
" Astri !" Panggil Hesti dari luar .
Astri yang mendengar panggilan itu segera turun dari kamarnya .
pintu kamar terbuka .
" Iya Hesti ,ada apa ?"
" Astri aku mau makan ? Tapi gak ada makanan didapur bisa tolongkan bikin mie goreng ?"
" Iya "
" Ok ,aku tunggu dikamar ya ?" Hesti tersenyum simpul dan berlalu pergi .
Astri segera ke dapur membuat mie .
__ADS_1
Astri dari Dulu memang selalu suka tidak enak kan kalau menolak . Selama dia bisa pasti dia akan melakukannya tanpa pamrih.
Setelah beberapa menit kemudian mie pun jadi dan kini telah siap di meja ruang tamu .
" Makasih ya tri kamu memang baik " puji Hesti.
" Ya sama - sama "
Hesti melahap mie itu dengan semangatnya.
" Hes gimana ? kamu sudah naikkan sama Priyan ?"
" Kenapa tri kamu tanya - tanya begitu , apa kamu merasa keberatan dengan adanya aku dan Enggar ?"
" Gak - gak ,gak gitu hes ,aku cuma tanya aja kalau memang sudah baikan kan Alhamdulillah"
" Ah, jadi malas aku gak nafsu makan ? Sudah makan aja sendiri tuh " Hesti beranjak dari tempat duduknya dan pergi begitu saja ,meninggalkan Astri disana .
" Lho ! ,hes - hes kamu marah ?"
Braaaakk ...
Suara pintu kamar Hesti ditutup dengan kerasnya .Astri yang mendengar itu sampai terperanjat.
"
.
__ADS_1