
Sudah 1 Minggu ini Hesti dan Enggar tinggal seatap denganku ,kami mulai terbiasa dengan adanya Hesti dan enggar .
" Astri !" Teriak Hesti membuatku tersentak ,aku yang sedang berada didapur menggoreng ikan terpaksa aku matikan sejenak kompor itu dan berlalu menuju suara tersebut.
" Iya hes " Jawabku yang kini sudah berada dihadapan Hesti .
" Nanti tolong ,masakin air panas dong tri buat mandi ,badanku rasanya pegel semua " Hesti memijit - mijit bahunya sendiri sambil duduk di sofa ruang televisi .
" Iya hes ,tapi nanti ya habis masak buat makan malam nanti " Ujar ku .
Semenjak Hesti tinggal disini memang Hesti kerap kali meminta bantuan padaku dari bikinkan makanan , mijitin ,Bikinin masakan buat enggar dan masih banyak lagi . Dan mulai saat itulah badanku mulai sering sakit .
" Heeum , ya udah sana !" usir hesti .
Aku hanya mampu menggeleng kepada.kembali ke dapur meneruskan memasak yang tertunda .
" Air panasnya sudah siap hes ? tinggal kamu bawa sendiri dikamar mandi ya ?"Jelasku dari ambang pintu kamar Hesti.
" Duh ,tri ... sekalian dong bawakan kekamar mandi plis tolong ya ,tanggung nih luluranku kurang dikit selesai" Pinta Hesti yang kini sedang memakai lulur ditangannya.
" Iya ,udah kalau gitu aku siapin " Ucapku .
Kuangkat panci berisikan air panas dengan hati - hati .
Braakk ...
" Aaaahhkk ...Aduh ... Aaaak ...!" jeritku kala air itu jatuh kelantai ,sebagian airnya mengguyur kakiku .
" Kenapa Astri !" Hesti muncul tiba - tiba dari dalam kamarnya.
" Aaow, panas sekali ,ya Allah Astagfirullah " Keluhku yang cepat - cepat masuk kamar mandi, ku nyalakan keran air dan merendamkan kakiku kedalam air dingin tanpa menjawab pertanyaan Hesti.
__ADS_1
" Kok bisa ,sih tri jadi basah semua kan ini ! Masak bawa air panas gitu aja bisa jatuh !"Cerocos Hesti dibalik ambang pintu kamar mandi.
" Assalamualaikum " Terdengar salam dari luar .
Hesti yang ada diambang pintu pun langsung menoleh kearah ,suara .
" Mas Amir ,pulang ! Kamu disitu aja biar aku yang kedepan" Ucap Hesti yang langsung pergi begitu saja .
MasyaAllah rasanya sakit ,panas perih ada semua , ini baru kena air panas gak kebayang kalau dineraka kelak Nauzubillah. Untungnya tadi aku gak kepleset " Yang sehat nak ?" Gumamku seraya mengelus perutku sendiri.
"Iya mas Amir mbak Astri ngeyel sih dikasih tahunya " Terdengar samar - samar suara Hesti dari luar.
" Trus dimana sekarang mbakmu ?"
" Ada dikamar mandi mas ?"
" Astri sayang ,mana yang sakit ! " Mas Amir yang tiba - tiba datang langsung menghampiriku dan memeriksa keadaanku. "kata Hesti kamu habis ketumpahan air panas , padahal Hesti sudah bilang kalau nanti dia yang akan membawanya kekamar mandi ,tapi katanya kamu yang memaksa membawa sendiri air itu, Mana coba mas lihat ?" Ucap mas Amir yang begitu paniknya sampai gak sabar mau lihat kakiku.
" Gak papa mas ,cuma kena air panas sedikit " Ujarku seraya mengangkat kaki ku keluar dari air dingin.
" Ya Allah sampai melepuh begini ? kamu bilang sedikit ? Kita kedokter ya biar dikasih obat disana ?" Ajak mas Amir.
" Gak usah mas " Ucapku sesantai mungkin padahal memang sakit sekali . panasnya sampai ke ubun -ubun. Aku dibantu mas Amir keluar dari kamar mandi dan duduk dikursi yang tidak jauh dari kamar mandi.
" Besok ,lagi kalau mbak memang mau mandi pakai air hangat ,mbak gak usah sungkan minta tolong ke Hesti . Coba kalau mbak tadi dengerin omongan Hesti pasti gak akan seperti ini " Tutur Hesti dengan ramahnya.
" Tuh Astri sayang ,denger tuh Hesti bilang ,jangan suka ngeyel ya ,untungnya kamu gak kepleset tadi ?Anak pinter jaga mama ya ?" Mas Amir ikut mengiyakan omongan Hesti seraya mengelus perutku.
" Hes tolong ambilkan ,salep yang ada dikotak obat diujung sana ?" perintahku yang memang ku sengaja .
" Hah ,aku ,iya mbak " ucapnya sedikit kaget namun tetap pergi dengan malasnya.
__ADS_1
" Tadi gimana kok bisa sampai jatuh begitu air panasnya ? Apa lantainya licin ?" Tanya mas Amir .
" Gak licin mas , cuma aku saja tadi pegangnya kurang kuat terus kain lapnya kekecilan jadi tanganku gak sengaja kena yang panas sedikit dan alhasil kaget terus jatuh deh airnya " Jelasku yang terus menahan sakit.
" Ow ,begitu ... " Mas Amir terus mengipasi kakiku dengan tangan nya dan sesekali meniupnya .
Disisi lain Hesti yang mencari - cari obat untuk luka bakarnya Astri ,seakan tidak ikhlas .
" Si*l kalau ada mas Amir aja berani dia suruh - suruh aku ! , Mana ini obatnya kalau gak dicari aja nongol " Hesti mengomel sendiri .seraya mengobral - abrik lemari kecil tempat khusus menaruh obat .
Selang berapa menit kemudian Hesti membawa salep
BIOPLACENTON merupakan obat yang mengandung Placenta Extract dan Neomycin sulfate. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati luka bakar, luka dengan infeksi, serta luka kronik dan jenis luka yang lain. Ekstrak plasenta bekerja dengan memicu pembentukan jaringan baru dan untuk wound healing, sedangkan neomycin bekerja dengan mencegah atau mengatasi infeksi bakteri Gram negatif pada area luka. Dalam penggunaan obat ini harus SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.
" Ini kan ,salepnya mas Amir " Hesti memberikan salep itu kepada Amir dengan wajah yang berseri .
" Iya makasih hes " Mas Amir menerimanya dan tak lupa mengucapkan terimakasih begitu juga denganku.
***
" Bu ,ibu gak masak hari ini ?" Tanya Priyan saat membuka tudung saji yang ada dimeja makan .
Ibu Arum terlihat duduk santai dikursi sambil memainkan ponselnya.
" Enggak , uang ibu cuma cukup buat beli makan sendiri ,tuh bekas makan ibu ?" Ucap ibu dengan santainya.
" Terus buat Priyan mana Bu ?"
" Ya beli dong yan ? masak udah besar minta ibu lagi !" Tukas ibu .
" Huh, ibu ini !" keluh Priyan yang langsung pergi begitu saja .
__ADS_1
" Kalau minta uang Priyan aja gak sabaran ,ibu - ibu !, Jadi kangen Hesti " Gumam Priyan Yang kini sudah berada diatas motor metik nya.