Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Yang ditunggu .


__ADS_3

Malam menunjukkan pukul 7 ,Astri menunggu kepulangan suaminya . Astri duduk di depan televisi yang menyala .


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsallam "


" Maaf ya sayang ,lama "


" Iya gak papa mas "


" Ya udah mas mandi dulu ya habis itu baru makan "


Astri mengangguk .


Setelah beberapa menit kemudian Amir yang sudah selesai mandi langsung menuju dimeja makan.


Tanpa basa - basi Astri langsung mengambilkan nasi untuk suaminya .


" Makasih sayang " ucap Amir saat nasi beserta lauknya sudah tersaji didepannya .


" Iya mas "


" Lho kamu gak ikut makan tri ?"


" Gak mas masih kenyang tadi sore ada bakso lewat jadi makan bakso "


" Ow "


 Dengan lahapnya Amir menyantap makanan yang ada didepannya .


Sementara Astri terus memandang wajah Amir ,seraya berfikir .

__ADS_1


Amir yang merasa diperhatikan astri ikut menatap Astri balik sontak Astri langsung mengalihkan pandangan ke arah lain .


" Alhamdulillah selesai " ucap Amir .


Astri pun segera berdiri dan hendak membereskan piring bekas makan suaminya .


Namun saat Astri hendak mengambil piring didepan suaminya ,Amir memegang tangan Astri dengan lembut.


" Astri ,semenjak kemaren dan sampai hari ini mas merasa ,kalau kamu gak seperti biasanya, apa ada yang kamu sembunyikan dari mas ? " Ujar Amir tiba - tiba yang membuat Astri langsung kaget .


" Harusnya aku mas yang bertanya seperti itu ? " Batin Astri.


" Eum gak mas " Jawab Astri menggeleng.


" Astri ,duduk dulu mas serius ?"


Astri pun langsung duduk pada kursi yang kosong.


" Tri , mas gak mau kalau kamu sampai memikirkan hal yang gak penting ,mas takut itu nantinya akan berimbas pada anak yang ada dikandungan mu , jujur saja tri apa yang sebenarnya terjadi ? Apa kamu mau jalan - jalan kemana ? Atau mau apa ? "


" Mas,apa boleh Astri bertanya ?"


" Tanya apa Astri ?"


" Tapi janji mas gak bakal marah kalau Astri tanya tentang ini ?"


Amir mengangguk .


"Mmm ... Apa bener mas Melia itu mantan mas ?"


Deg

__ADS_1


Jantung Amir berdesir kuat .


" Dari mana Astri tahu ? Apa mungkin Astri mengajak Melia ketemuan ? Atau Melia yang cerita sendiri ?"


" Eum "


" Mas Astri hanya pengen mendengar dari mulut mas sendiri ?" Tegas Astri.


" Jujur mas ,Astri merasa sedikit cemburu" Tambah Astri lagi .


" Astagfirullah , Astri mas gak ada hubungan apa - apa dengan Melia iya memang dulu Melia mantan mas tapi itu dulu tri ,sekarang " Ucapan Amir terhenti .


Jujur Amir pun merasa aneh dengan pertemuannya kembali dengan Melia dan perasaan itu membuatnya pusing akhir - akhir ini .


" Sekarang ? Apa iya mas masih suka ? " Tegas Astri kembali.


" Emm ... Gak Astri - gak ,Sudahlah Astri jangan kamu fikirkan lagi hal ini ,ini masa lalu mas . Astri sayang masa lalu biarlah masa lalu tak perlu kamu tahu . Mas mohon kamu bisa menghargai alasan mas "


Amir memohon . Matanya memandang lekat mata Astri yang kini memang menatap mata Amir .


" Mas tapi Astri belum puas dengan jawaban mas Amir ,jujur saja mas kalau memang mas masih suka dengan Melia "


" Mas sudah bilang kan mas gak ada hubungan apa - apa dan mas pun sudah gak suka ,harus dengan apa lagi mas jelasin ke kamu Astri "


" Baiklah Astri percaya , kuharap mas akan selalu jujur dengan Astri "


Astri pun pergi menaruh piring bekas makan di tempat cucian piring dan langsung pergi kearah kamar .


Sedangkan Amir masih duduk ditempat yang sama seraya memandangi Astri yang semakin tak terlihat dari pandangan .


" Aku pun bingung tri dengan perasaan ini bahkan sampai saat ini" gumam Amir sendirian .

__ADS_1


Didalam kamar Astri berbaring dengan posisi miring . Matanya yang mengalirkan air bening mengalir dengan derasnya .Astri merasa kalau Amir tidak jujur ,hati Astri seakan berteriak seperti itu membuat Astri merasakan sakit .


Astri mencoba menetralkan suasana hatinya yang kini sedang tidak baik - baik saja . Astri terus berfikir kalau ini mungkin saja bawaan si jabang bayi yang ada di perut Astri.


__ADS_2