
" Assalamualaikum !"
Endah kini berdiri tepat didepan pintu rumah kakaknya sambil menggendong bayinya .
"Waalaikumsallam !" terdengar balasan salam dari dalam .
Ceklek
Pintu terbuka , berdirilah tepat didepan Endah wanita cantik yang kini memakai kaos dan celana pendek diatas lutut . Kakak Endah memang hidup sendiri kakak Endah baru saja ditinggalkan suaminya akibat kecelakaan dua bulan lalu ,kakak Endah sangat menyibukkan dirinya dengan bekerja disalah satu restoran ternama yang ada didaerah tersebut .
" Endah ,ya Allah kamu sendiri kesini ,ayok masuk ?"
" Iya kak "
" Langsung tidurkan saja si baby dikamar biar dia nyenyak tidurnya "
Endah menuruti apa kata kakaknya membawanya kekamar kakaknya . Setelah dirasa nyenyak Endah dan Ema membiarkan baby tidur .
Kini Endah dan Ema sudah duduk diruang tamu .
" Ndah kamu kok tumben Dateng kesini sendiri biasanya kan Herman ikut kesini ?"
Endah bukanya menjawab malah diam dan meneteskan air matanya.
" Endah ,kamu kenapa Ndah stop - stop - stop jangan nangis ya disini ada kakak ,kamu tenang ya ? "
Ujar kakak Endah yang bernama Ema itu memeluk Endah dengan erat seraya.
" Endah ,mbak tahu pasti saat ini hatimu sangat terluka sekali ,mbak tahu mungkin kamu sulit untuk mengatakannya tapi ingat ndah hidup terus berjalan ,sehancur - hancurnya hatimu seremuk - remuknya jiwamu ,bahkan mungkin kamu berdiri pun susah ,kamu harus tetap bisa kuat Ndah karna sakit saat ini akan lebih sakit lagi jika gak kamu lalui .Dan jika kamu sanggup lalui yang ini mbak yakin kedepannya kamu akan semakin biasa dengan hal - hal yang mungkin itu terlihat sakit tapi menurutmu akan semakin biasa didirimu. Tenang ndah mbak akan selalu disampingmu"
__ADS_1
Endah semakin menumpahkan air matanya sejadi - jadinya .
" Mbak A - a - aku diceraikan mas Herman mbak " Ujar Endah dengan terbata .
" Astagfirullah , Udah - udah tenang dulu ya Ndah ,tenang nanti kita fikir sama - sama jalan keluarnya "
Ema tak berani bertanya banyak - banyak ke adiknya mengenai kenapa sebab Herman meminta cerai kepada adiknya , Ema tak mau Adiknya semakin terluka Ema menunggu waktu yang pas untuk mengetahuinya.
" Mbak , Endah gagal mbak Endah gagal !"
" Endah ,cukup sayang cukup ,mbak tahu ini pasti sakit mbak tahu .Cukup ya jangan pernah kamu salahin dirimu sendiri karna semua ini bukan semua salah ada dikamu "
Ema yang tahu rasanya bagaimana saat dirinya ditinggal sendiri oleh orang yang sangat dicintainya seperti yang dialami adiknya saat ini , membuat hati Ema merasa sakit .Ema tahu Endah sangat sayang ke pada Herman ,Ema juga tahu bagaimana adiknya berupaya mendapatkan Herman waktu itu sampai apapun yang diminta Herman dan mertuanya selalu Endah turuti.
Dulu memang Endah seorang pekerja disalah satu perusahaan ternama .Endah mempunyai kepintaran yang sangat baik ,oleh karna itu hasil dari kepintarannya itu Endah mampu menjadi staf meneger diperusahaan tersebut.
Endah yang sangat bucin sekali dengan Herman yang hanya pengangguran didesannya itu terjebak dengan gombalan - gombalan yang diucapkan Herman pada masa itu hingga Endah dan Herman menikah . Rumah tangga Endah sangat baik - baik saja dimana Herman selalu mengerti Endah . Ketika sudah menikah Endah tetap bekerja sedangkan Herman bekerja menjadi tukang ojek itupun kalau Herman merasa bosan dirumah .Semua urusan uang Endah yang penuhi mengingat Endah mampu membiayai semua . Hingga tiba Endah hamil Endah memutuskan berhenti dari kerjaannya dan berniat mengurus anaknya kelak.Namun keberhentian Endah dalam bekerja membuat sifat asli Herman dan mertuanya terbuka dimana dulu waktu Endah masih kerja Endah selalu dimanja dan disayang dengan mertua dan juga suaminya ,tapi setelah uang Endah habis kini Endah dibiarkan pergi begitu saja tanpa ada yang mau menerimanya kembali.
Endah mengangguk .
***
Pagi ini Amir ke toko ,rencana Amir tetap meninggali tempat itu lagi , sebenarnya Amir masih ada rasa sedikit takut kalau - kalau si pemabuk itu mengganggunya lagi tapi Amir mencoba menepis rasa takut itu dalam - dalam karna toko itu milik Amir satu - satunya .
" Mir , bersih - bersih !" Sapa pak Dar.
" Ya pak "
" Mir aku denger katanya pemabuk yang bakar tokomu sudah ketangkep semua jadi kalau kamu mau jualan lagi pasti dijamin aman " Ujar pak Dar.
__ADS_1
" Yang bener pak , Alhamdulillah ya pak ini rencananya memang saya mau perbaiki biar saya bisa jualan lagi"
Pak Dar mengangguk mantap.
" Bagus itu mir ,ya sudah saya kesana dulu ,Saya cuma kasih tahu kabar itu saja "
" Ya pak hati - hati "
" Ya "
Pak Dar pergi menjauh dari tempat Amir ,Amir yang mendapat kabar itu sangat senang dan bersemangat lagi untuk memulai bisnisnya dari nol kembali.
***
Dimebel milik Priyan kini sudah ada ibu Arum dan juga Hesti mereka kembali membujuk Priyan agar mau menuruti kemauan mereka berdua .
" Apa lagi buk ,hes kalian kesini sama - sama lagi ?" Tanya Priyan heran seraya menggeleng kepala .
" Hehe ,mas jadi kan tukar motor kita ke yang baru ?" rayu Hesti menggelayutkan tangannya ke tangan Priyan.
" Tau hes pusing aku " Priyan pasrah .
" Mas ,jangan gitu dong Hesti sama ibu sudah bela - belain kesini nih buat dapet itu masak mas cuekin "
" Betul itu Yan ibu sampai belum makan nih "
" lha siapa suruh buk kesini, kamu juga bukannya masak buat ibu sama mas malah kesini ? Enggar pikirin tuh jangan mikir gengsi saja " Gerutu Priyan kepada istrinya
Hesti yang mendengar itu hanya diam dengan memanyunkan bibirnya .
__ADS_1
" Buk ,Hesti mas bilang ya sekali lagi gak ada yang namanya tukar motor ,tukar perhiasan kalau mau pakai itu kalau gak mau mas jual semuanya titik "
" Apa ?"