Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Ungkapan bahagia yang kedua kalinya.


__ADS_3

" Pak maaf ya disini itu tempat kerja bukan tempat mintak BPJS " jawab Hesti kala mendengar permintaan karyawan Priyan.


" Tapi Bu say benar- benar butuh gaji saya saat ini,untuk kali ini saja saya mintak bantuan bapak dan ibu untuk memberikan dulu gaji saya bulan ini dan bulan depan"


" Pak Amat , tapi maaf juga saya belum ada uang buat menggaji bapak untuk hari ini karna uang baru saja saya setor ke pengepul kayu.Jadi maaf ya pak ?"


" Pak saya mohon pak bantu saya kalau memang gak ada untuk 2 bulan 1 bulan dulu juga gak papa pak yang penting saya bisa berobat."


" Maaf pak tapi gak ada ini sama sekali saya tidak pegang uang"


" Tapi pak?"


" Bapak ini sudah dikasih tahu masih juga gak percaya apa kurang jelas omongan suami saya apa masih perlu say perjelas lagi ,kalau memang dikasih tahu sekali itu ya sudah cukup sekali saja gak perlu ada kata ulang - ulang " ujar hersti dengan ketus.


" Sudah pak amat mending bapak kerja lagi sana saya masih ada urusan "


" Baik pak" ujar pak Amat dengan kecewa.


melangkahkan kaki dengan gontai menutup pintu dengan perlahan.


" Mas mending pak Amat dipecat aja dari pada nyusahin ?"


" Gak segampang itu Hesti mecat orang tanpa sebab"


" Habis ngrepotin gitu ?"


" Udah itu urusan mas ,mending kamu pulang sana ibu kan tadi suruh kamu nyuci?"


" Ngusir nih "


" Ya gak sih mas cuma ingetin kamu aja ? "


" Ya udah deh Hesti pulang dulu , Assalamualaikum"


" waalaikumsallam "


***

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul empat sore Amir dan juga Astri baru selesai membagikan uang.mengendarai sepeda motor dengan pelan.


" Seneng tidak Astri sayang hari ini bisa berbagi ke orang- orang?" tanya Amir menoleh belakang sambil nyetir.


" Seneng lah mas ,makasih banyak mas sudah mendukung Astri dan menyenangkan Astri "


" Iya sama- sama Astri ku sayang"


" Awaas ...mas awasss....."


sseeettttt..


Amir mengerem motornya dengan cepat.


" Alhamdulillah , maaf - maaf pak maaf saya gak sengaja ? ucap Amir yang langsung turun dari motor begitupun juga Astri .


" Iya pak maafkan kami ? apa ada yang luka pak ,mari kami antar ke rumah sakit?" Astri ikut menimpali.


" Gak - gak papa ,bukan kamu yang salah tapi saya sendiri tadi jalannya sambil ngelamun" ucap pa Amat yang membersihkan celananya yang kotor akibat terkena ban motor Amir.


" Bapak memang dari mana atau mau kemana?" tanya Amir seraya memparkir motornya .


" Ow begitu memang bapak kerja dimana kok saya baru lihat.Duduk dulu pak kalau begitu"


Amir dan pak amat kemudian duduk di pos penjagaan yang kebetulan kosong. Memang didesa Amir ini banyak sekali pos - pos ronda yang sengaja dibuat digang- gang selain untuk berjaga- jaga jika malam hari terkadang banyak juga para ibu- ibu memanfaatkannya untuk menunggu sayur serta berbincang- bincang jika urusan rumah sudah selesai.


" Ini pak diminum kebetulan kami tadi bawa air minum " Astri memberikan air minum ke pak amat.


" Makasih " ucap pak amat seraya menerimanya.


" Oh ya kenalkan saya Amir pak rumah saya di ujung sana ?" tunjuk Amir .


" Saya Amat , saya memang baru pindahan dari kampung sebelah dan baru diterima kerja 4 bulan lalu disini"


" Ow..tapi maaf pak beneran ini bapak gak ada yang sakit ?kalau memang ada mari saya antar ke rumah sakit " ajak Amir.


" Gak usah gak ada yang sakit beneran ,cuma jujur saya lagi butuh bantuan cari pinjaman uang buat anak saya yang lagi sakit tipes sudah 2 hari ini tipesnya kambuh dan gak ada perubahan sama sekali , saya bingung mau cari pinjaman kemana lagi buat bawa anak saya kerumah sakit,tadi saya coba mintak uang gaji saya selama 2 bulan dibos saya, tapi bos saya malah tidak mau ngasih jangankan 2 ,1 bulan pinjam 100 pun bos tidak mau memberi alasan uang sudah disetorkan kepengepul kayu saya bingung , Maaf pak Bu malah jadi curhat sayanya"

__ADS_1


" Astagfirullah, sabar pak?" ucap Astri.


Astri dan Amir saling pandang . kemudian saling memberi isyarat ya .


" Pak Amat gak perlu cemas lagi sekarang ,kami mau bantu pak amat,kalau boleh diizinkan kami akan membawa anak bapak kerumah sakit hari ini juga dan masalah biayaya kami tanggung."


" Yang benar pak ,Bu?"


" Iya pak "


Akhirnya hari itu juga Amir dan Astri langsung kerumah pak Amat. Bertemu dengan istri pak amat dan juga anaknya yang sakit.


Pak Amat dan istri tinggal dirumah berukuran 3 x 4.Rumah ini peninggalan bapak pak amat. disini kamar mandi berada diluar bersebelahan dengan dapur .Tidak ada mesin cuci ,kursi dan juga televisi ataupun barang berharga yang ada Hanya banyak buku - buku yang tersusun rapi dirak samping pintu.


Setelah berdiskusi bersama kemudian Astri dan juga Amir membawa Putri pak amat langsung kerumah sakit menggunakan 2 ojek .


" Makasih pak ,buk sudah membantu kami ,saya sangat berhutang Budi kepada bapak dan ibu ,kami gak tahu lagi kalau gak ada ibu dan bapak mungkin anak kami masih kesakitan dirumah" ucap istri pak amat memegang kedua tangan Astri dengan erat.


" Sama- sama ibu,jangan berterimakasih kepada saya berterimakasihlah pada Allah karna pentunjuknya lah kami bisa dipertemukan bapak dijalan"


" Ya Bu "


" Kalau begitu kami pamit dulu ya pak buk ,eemm..ini ada sedikit uang untuk beli keperluan selama disini untuk bapak dan ibu satu lagi masalah biaya rumah sakit sudah saya bayar untuk 3 hari kedepan jadi bapak dan ibu gak usah khawatir ibu dan bapak cukup doakan sama putri bapak dan ibu cepat sehat dan cepat berkumpul lagi "ujar Amir seraya memberikan sejumlah uang kepada pa amat.


" Terimakasih ,pak semoga bapak dan ibu selalu diberikan kesehatan dan segera diberi momongan "


" Amin- amin ya roball alamin makasih doanya juga pak ,kami pulang dulu assalamuaikum "


" Waalaikumsallam "


Amir dan Astri meninggalkan rumah sakit. Mengemudikan motornya dengan pelan.


" Mas rasanya bahagia bwanget lihat pak amat dan istrinya bisa tersenyum lagi. gak kayak tadi pas waktu kita pertama datang dirumahnya wajahnya murung semua"


" Iya - iya ,kasihan juga pak amat .Apalagi waktu pak amat cerita soal bosnya,rasanya ...Kok tega bwanget gitu ya bosnya padahal kan pak amat lagi butuh banget buat berobat,ini malah tidak dikasih sama sekali padahal kan itu haknya pak amat Nauzubillah... jangan sampai saya begitu Ya Allah " ujar Amir seraya mengelus dada.


" Ya mas Amit- amit jangan sampai" Astri menimpali.

__ADS_1


" Mas - mas ternyata membahagiakan orang lain itu mudah ya? Semoga setelah ini kita dibahagiakan Allah untuk kedua kalinya?"


" Amiinn"


__ADS_2