
" Endah jadi apa langkah yang mau kamu ambil ?"
" Aku tetap akan mengabulkan permintaan mas herman kak "
" Kamu yakin Ndah ? Kamu siap membesarkan anak mu tanpa seorang bapak ?"
" Aku yakin kak ,siap beribu siap.Aku akan menunjukkan kepada mas Herman kalau aku juga bisa berdiri sendiri tanpanya lagian selama ini bukan aku yang membutuhkan mas Herman tapi mas hermanlah yang membutuhkanku"
" Kalau kamu yakin kakak tetap mendukung keputusanmu "
" Makasih kak "
" Iya "
Endah yang kini sedang duduk dikursi bersama kakaknya mencoba merunding langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Kakaknya Endah tak bisa menghendaki apa yang di niatkan adiknya itu , Meski kakaknya sudah mengingatkan bahwa diagamanya sangat dilarang yang namanya perceraian ,namun Endah selalu menjawab bahwa sebagai seorang istri juga boleh meninggalkan suaminya ,apalagi jika dilihat Herman suami Endah tak bisa mencukupi nafkah istri juga nafkah batin .
***
" Sayang kamu masak apa ? Kayaknya enak "
" Baunya juga wangi ,bikin perut laper aja "
Puji Amir yang kini tengah berada dibelakang Astri memeluk tubuh Astri .
" Ini mas bikin capcay campur udang ada ayamnya juga "
" Mas mau coba ?" Tawar Astri
" Boleh tapi sekalian pakai nasi ya mas laper ?"
"Iya mas tunggu dimeja makan ya nanti Astri siapin buat mas "
" Ok sayang ditunggu ,eeemmmuuuaach "
Amir tiba - tiba mencium pipi Astri secara tiba - tiba membuat Astri sedikit kaget.
" Eh ,mas Amir bikin kaget aja ?"
" Tapi seneng kan ?"
" Hmm "
Amir lalu duduk dimeja makan yang tak jauh dari tempat Astri berdiri .
" Ini mas ,tapi masih panas "
__ADS_1
" Ok , Sayang kamu gak bosen dirumah terus kalau pengen jalan - jalan pergi aja mas gak nglarang kok apa mau mas Antar barang kali"
" Eits ,udah cukup nasinya segitu aja "
" Ok mas , eum Astri malas mas pergi - pergi maunya dirumah aja ,mungkin ini yang namanya bawaan bayi apa ya "
" Ini mas nasinya "
Astri menyodorkan nasi yang telah ditaruhnya dipiring didepan Amir suaminya .
" Makasih sayang "
Astri mengangguk ,seraya mengambil nasi dan ikut makan .
" Ya udah kalau kamu memang maunya dirumah aja ,mas cuma gak mau kalau kamu sampai stres atau jenuh dirumah ,nanti dikiranya mas gak mau ajak kamu jalan - jalan lagi "
" Ya gak lah mas , Astri tu gampang kalau memang Astri mau pergi pasti Astri sudah minta duluan "
Amir pun mengangguk tanda mengerti ,betapa bahagianya Amir mempunyai istri seperti Astri ,Istri yang gak pernah menuntut lebih dari suaminya ,istri yang tahu kondisi suaminya ,dan istri yang selalu membahagiakan suaminya dan juga istri yang paling sabar.
" Alhamdulillah ,aku gak salah pilih " Ujar Amir dalam hati .
Matanya memandang wajah istrinya yang cantik dan manis itu.
" Mas , Astri sudah siapin semua barang - barang untuk persiapan persalinan Astri nanti , insyaallah sudah cukup semua tinggal berangkat aja "
Astri terdiam sejenak .
" Kalau itu nanti kita pikir mas yang penting anak keluar dengan selamat tanpa kurang satu apapun " Jawab Astri mantap .
Amir hanya tersenyum mendengar jawaban istrinya itu . Ya bagi amin pun sama tak pernah permasalahkan mau lahiran seperti apa toh lahiran sesar atau normal itu sama saja semua sama - sama sakit dan sama - sama penuh perjuangan dan resiko tinggi.
" Mas , besok siang rencana aku mau kerumah Endah mau lihat si baby kangen soalnya "
" Iya yang penting kamu hati - hati ya ,kalau memang butuh teman nanti mas temani ?"
"Gak usah mas ,aku rencananya mau kesana sama Bu Nani ,biasa kami mau ngrujak sama - sama ,nomor Endah juga gak aktif dari kemaren makannya kami mau langsung kesana aja "
" Ya udah gak papa "
" Sudah agak dingin nih nasinya ayok makan dulu "
Ajak Amir dan memulai memakan nasi beserta lauk capcay udang ayam didepannya.
****
__ADS_1
" Mama ,kemana aja sih Enggar tunggu dari tadi juga !"
" Tuh ,acara sudah mulai ?" Tunjuk Enggar ke dalam kelasnya .
" Ih, belum juga telat Gar kamu sudah heboh duluan "
" Mama isi dulu ini ,nama sama tanda tangan disini "
Enggar mengarahkan mamanya untuk mengisi data orang tua murid yang hadir sebelum memasuki kelas dengan menuliskan nama dan juga tanda tangan .
" Ini udah "
" Sip ma "
Setelah menulis nama dan tanda tangan Hesti pun masuk kedalam kelas Enggar disana sudah ada beberapa orang tua dan wali murid yang lain. Hesti duduk di bangku depan .
" Bu Hesti ,apa kabar ?"
" Iya ,Bu Helen kabar baik Bu Helen gimana ?"
" Alhamdulillah ,baik juga ,duduk Bu Hesti "
" Ya makasih Bu Helen "
" Permisi buk "
Hesti duduk tak lupa menyapa dan tersenyum ke ibu - ibu yang lain.
"TOTAL UNTUK PENGAMBILAN SERAGAM YAITU 2JUTA 300 RIBU ,ITU BELUM TERMASUK ONGKOS JAHITNYA YA IBU - IBU DAN BAPAK - BAPAK "
" Hah, 2juta 300 ! Itu gak salah Bu guru "
" Iya ,masak sampai mahal begitu ,itu belum termasuk ongkos jahitnya "
" Gimana ini "
" Uang seragam apa uang gaji itu !"
Semua merasa keberatan dengan keputusan yang diberlakukan disekolah tersebut.
Mereka saling tatap dan juga berkomentar satu sama lain , mereka merasa uang seragam itu terlalu berlebihan apalagi dikalangan desa yang kebanyakan berprofesi sebagai petani dan pedangan yang hasilnya tak menentu .
" TENANG IBU - IBU ,BAPAK - BAPAK KITA BISA BICARAKAN INI LAGI NANTI DIGRUP SEKOLAH KARNA INI KEBIJAKAN DARI KEPALA SEKOLAH KAMI HANYA MENYAMPAIKAN SAJA "
" Gila apaan itu baru seragamnya saja udah mahal, Belum bulanannya ? "
__ADS_1
" Bisa lebih - lebih dan lebih lagi dong !"