
" Yah buk gimana nih kita gak dapet apa - apa dong gagal kita mau pamer ke musuh " Hesti kesal.
" Ya nih ,si Priyan ih ... coba saja Amir masih punya toko pasti ibu minta si Amir "
" Ya juga buk "
Ibu Arum dan Hesti kini duduk diteras rumah dengan keadaan kesal karna keinginan mereka berdua tidak ada yang terlaksana .
" Mama ! Enggar laper ma !" Ucap Enggar yang baru selesai ganti baju ,menghampiri Hesti diteras untuk meminta makan.
" Duh ,Enggar bisa gak cari makan sendiri gitu sekali - kali jangan apa - apa mama dikit - dikit mama pusing nih " Keluh Hesti seraya memegangi kepalanya .
" Mama mana bisa Enggar masak ,dirumah juga gak ada apa - apa ? " Jawab Enggar.
"Hes ,sudah dong sama bikinkan makan Enggar sekalian ibu ya bikin mie - mie rebus kek atau apa gitu buat ganjel perut nih "
Hesti langsung melirik mertuanya .
" Ibu Hesti capek nih "
"Lha terus kalau capek harus ibu gitu yang bikin makan kalian begitu ? " Ujar ibu Arum dengan mata melotot.
" Hehe ya gak lah buk ya udah Hesti bikin ibu mau mie apa ?"
" Mie goreng kayaknya enak hes tambah telur ceplok sama kasih cabe rawit dikit "
" Iya buk ,kamu Enggar mau dibikinkan mie apa sayang ?"
" Mie goreng juga ma tapi gak usah pakai cabe "
" Iya tunggu ya ?"
__ADS_1
Hesti dengan terpaksa berjalan masuk kedalam rumah dan bersiap menyiapkan makanan untuk mertua dan anaknya .
" Huft ,gini nih paling sebel deh udah gak dapet yang diinginin ini malah masih disuruh masak nasib - nasib." Keluh Hesti yang saat ini sudah berada didapur.
***
Dikantor polisi kini sudah berjejer 5 pelaku pembakaran toko Amir mereka siap - siap diintrogasi oleh petugas polisi dan akan dijatuhi hukuman sesuai dengan tindakan yang telah mereka lakukan.
" Ampun pak ampun !" Teriak salah satu pelaku .
" Kamu itu ampun - ampun kemaren saja kamu membakar toko orang dengan bangganya !" Ujar petugas yang kini berada didepan pelaku .
" Ampun pak saya janji tidak akan mengulanginya lagi janji pak ?"
" Iya pak janji !"
" Saya hilaf pak "
" Iya pak betul - betul "
Ucap mereka memberi pembelaan agar segera dibebaskan.
" Enak saja kalian bilang hilaf minta maaf apa kalian tahu berapa kerugian yang harus dibayar si pemilik toko untuk mengganti semua barang yang sudah kalian bakar dan kalian rusak ? Apa kalian sebelumnya mikir sebelum kalian membakar toko itu hah "
Mereka semua terdiam .
" Kalian akan menerima hukuman sesuai dengan tindakkan kalian yang sudah merugikan orang lain mengerti ! Tunggu kalian nanti akan diintrogasi satu persatu sesuai dengan urutan " Tambahnya lagi .
Mereka pun mengikuti prosedur yang telah ditentukan berurutan masuk diruang introgasi .
" Aku menyesal sekali gara - gara mabuk aku jadi masuk disini !" ujar pemabuk yang sempat berniat untuk balas dendam ke Amir dan kini pun sadar .
__ADS_1
Pemabuk itu sadar dengan apa yang telah ia lakukan itu membuat dirinya rugi . Namun nasi sudah menjadi bubur kini pemabuk itu harus menerima balasan atas perbuatannya dan mendekam untuk sementara waktu disel penjara demi menebus kesalahannya .
***
" Bu , Enggar, sudah jadi nih makan yuk !" Panggil Hesti kepada mertua dan anaknya.
Semua makanan pun sudah tersedia dimeja makan Hesti masak nasi goreng telur ceplok ada juga mie kuah untuknya sendiri .
" Yee ... Makan ! " Enggar bersemangat langsung duduk dikursi makan .
" Wah enak nih ,ibu udah laper banget nih !" Cakap ibu .
" Iya Bu ,Enggar ,makan dijamin enak " Hesti menimpali.
Mereka semua pun menikmati makanan yang tersaji dengan lahapnya .
" Ma ,kata Bu guru besok disuruh ambil seragam sekolah jam 9 pagi harus sudah sampai disekolah yang Dateng bisa siapa saja mama ,papa atau nenek juga bisa " Ujar Enggar seraya mengunyah makanannya .
" Iya besok mama aja yang Dateng papamu pasti sibuk , Terus mana undangannya biasanya kan dapet undangan dari sekolah ?"
" Oh ,iya ma ada - ada undangannya ada diatas enggar ,Enggar ambilkan ya ma "
" Eh , makan dulu gak boleh makan ditinggal - tinggal gak baik " Ujar nenek menarik tangan Enggar yang hendak turun dari kursinya menuju kamarnya .
Enggar mengangguk dan kembali ke posisi semula.
" Betul tuh kata nenek ,udah makan dulu kasih habis , mama kan cuma tanya aja "
Enggar mengangguk lagi .
" Uang lagi - uang lagi harus berapa lagi besok yang mesti dikeluarkan buat bayar seragam ?" Batin Hesti seraya memandangi Enggar yang sedang makan .
__ADS_1