Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Meminta tolong.


__ADS_3

" Heum , bagus mending mbak astri diam dari pada bikin orang tambah pusing " Komen Priyan .


Astri nak mas Amir menggeleng kepala secara bersamaan.


Tling ....


Ponsel Astri menerima pesan dari seseorang .


[ Assalamualaikum tri ini aku , Endah ]


Tling ...


Belum sempat Astri membalas pesan Endah , Endah sudah terlebih dulu mengirimkan sesuatu sebuah Vidio pendek .segera Astri membukanya dan ternyata.


" Astagfirullah " ucap Astri seraya menutup mulutnya kaget setelah melihat isi Vidio tersebut.


" Kenapa tri ? Amir yang ada disebelah Astri nampak ikut kaget .


Astri menyerahkan ponselnya tanpa menjawab pertanyaan Amir suaminya .Dengan cepat Amir ikut melihat Vidio yang baru saja dilihat Astri.Amirpun tak kalah kagetnya dengan Astri.


Dividio nampak perempuan dan laki - laki sedang dimandikan dengan air got berwarna hitam orang yang ada disana satu persatu mendapat giliran menyiramkan air itu ketubuh kedua orang yang ada dividio . Bukan itu saja kedua orang itu juga disuruh berjanji dan menandatangani surat penyataan maaf dan denda yang sudah disepakati bersama . Mata Amir jeli melihat siapa yang ada Vidio itu .


Tling pesan pun masuk .


[Itu hesti tri istri Priyan dia ketangkep warga karna ketahuan berbuat zin* didesa ini makannya mereka di bawa ke balai desa dan di hukum oleh warga sini ]


tlink pesan masuk kembali.


[ Kamu buruan kesini ya tri ini ,karna aku ada urusan jadi maaf aku gak bisa tolongin Hesti kamu cepat kesini ya alamatnya Jalan Mangu desa Turi ]


Amir yang membaca itu lantas menjadi diam seketika .Priyan yang dari tadi sangat penasaran dengan apa yang dilihat Amir dan juga Astri ,kini langsung mengambil ponsel yang ada ditangan Amir .Ibu Arum pun ikut melihat Vidio itu segera.


" Sial Hesti ... aaarrggh ... !" Priyan geram dengan hesti.


" Aduh,Priyan Hesti bikin malu ibu aja ,gimana nih kalau sampai warga tahu bisa habis ibu di gosipin satu kampung ?Tidak - tidak ibu tidak mau Priyan ,pokoknya kamu harus lakukan sesuatu yan?" perintah Bu Arum yang shock melihat menantu yang dibanggakan kini malah membuat malu.


Priyan yang mendengar itu terdiam sesaat memikirkan ucapan ibunya.


" Tenang Bu ,kita bisa selesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan baik - baik " Astri mencoba menenangkan.

__ADS_1


" Betul itu buk ,ibu tenang dulu ya kita jemput Hesti dulu " Ajak Amir .


Tanpa basa - basi Priyan langsung mengambil kunci mobil yang ada dinakas dekat televisi . Kemudian berlari menuju mobil diikuti Amir ,Astri dan ibunya .


perjalanan menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalanan sesampainya disana Hesti dan juga lelaki itu sudah menggunakan pakaian ganti sepertinya acara siraman air got sudah selesai.


" Hesti ayok kita pulang bikin malu saja !" Priyan langsung menarik tangan Hesti dengan kasar.


Kepala desa dan warga yang melihat itu, sontak melihat kedatangan keluarga Amir .Astri dan ibu Arum sengaja tidak turun karna ibu Arum sangat malu dan takut jika nanti akan kerekam kamera ponsel warga , jadi Bu Arum memilih menunggu dimobil .


" Mas ,dengerin dulu mas ,aku gak salah !" Hesti mencoba membela diri.


" Alaah ... terserah , pulang sekarang !" Teriaknya lagi.


" Sabar Priyan " Amir mencoba menenangkan.


" Maaf pak sebelumnya saya selaku kepala desa disini ingin memberitahukan kalau istri anda ini belum bisa pulang karna belum melengkapi perjanjian yang kami buat ?" Ucap pak kepala desa .


Priyan yang tadinya menarik hesti dengan kasar kini berbalik menatap wajah pak kepala desa . Menghentikan langkahnya sesaat.


" Perjanjian ! Apa ?" Tanya Priyan dengan marah.


" Hukuman sudah mereka terima sekarang tinggal membayar denda sebesar lima ratus ribu perorang ,maka setelah itu istri anda boleh pulang " Jelas pak kepala desa .


Masalah uang selesai kini Hesti kembali ditarik dengan kasar oleh Priyan dan dimasukkannya kedalam mobil .Duduk didekat mertua dan juga Astri


" Dasar menantu menyusahkan ,bikin malu keluarga , Beg* banget sih jadi istri hah ! Sudah gak bisa urus suami , gak bisa urus anak , gak bisa urus rumah ini malah bikin ulah !" Maki ibu Arum mengeluarkan uneg - uneg kekesalannya pada Hesti yang kini duduk terdiam disebelahnya.


" Awas nanti sampai rumah !" Tekan Priyan .


Disepanjang perjalanan ibu dan juga Priyan tak henti - henti mengintimidasi Hesti , Sedang Amir dan juga Astri hanya bisa menenangkan.


Brak !


pintu mobil ditutup dengan keras . Priyan menarik Hesti dari dalam mobil .


" Aaa ... mas sakit mas ampun " teriak Hesti kala tangannya ditarik Priyan sekuat tenaga .


" aaarrggh ... diam kamu istri ,bikin malu !" teriaknya menghempaskan tubuh Hesti yang langsung tersungkur dilantai .

__ADS_1


" Hesti !" Astri langsung sigap menolong Hesti . membantunya untuk duduk .


" Priyan ! Semarah apapun kamu gak boleh menyakiti istrimu ? Apa pernah aku sebagai abangmu memberi contoh seperti itu !" Bentak Amir ." Priyan bukannya Abang ikut campur dengan rumah tanggamu bukan ? Abang cuma ingin kamu lebih bersikap dewasa dalam menghadapi semua masalah yang ada " Pesannya .


Priyan sedikit tenang meski amarahnya masih bergejolak . Tanpa menjawab nasehat Amir Priyan langsung masuk kedalam kamarnya .


" Huhu .... heuumm ... heemm .. " Hesti terisak.


" Gak usah nangis - nangis begitu , bikin malu .Nyesel aku punya mantu kayak kamu ! Harusnya kamu jadi menantu itu setidaknya berguna sedikit bukan malah menyusahkan , kamu itu udah enak saya kasih tempat tinggal belum lagi makan dan segalanya masih ditanggung Priyan bukannya terimakasih ini malah ... heeem bikin tambah pusing aja ?" Cerocos ibu Arum.


" sabar Bu ini ujian " Ucap Astri .


Tanpa menjawab ibu Arum pun sama pergi begitu saja meninggalkan Hesti ,Astri dan Amir .


setelah keadaan sudah agak tenang Amir dan Astri berpamitan pulang .


***


Pyar ....


vas bunga jatuh akibat dilempar Priyan.


" Istri kurang *j** Beraninya kamu main dibelakang haah ... "


" Ampun mas ... ampun Hesti gak akan begitu lagi mas Aakk ...!" Teriak Hesti .


Priyan memukul dan menendang Hesti beberapa kali ,hingga Hesti tak bisa berbuat apa - apa .Ibu Arum dan Enggar sedang keluar mencari makan .


" Mulai sekarang ,aku talak kamu . Aku pastikan Enggar memilihku "


" Mas jangan bicara begitu mas aku gak mau pisah dengan mu mas " Hesti memohon.


"CK ! Apa kamu bilang gak mau ? Katakan. sekali lagi ! " Priyan berdecak kesal nafasnya naik turun .


" I- iya mas a- ku gak mau pisah " Ucap Hesti terbata - bata.


"AKU SUDAH TIDAK PEDULI !" Teriak Priyan seraya kembali melayangkan pukulan ketubuh Hesti .


" Ampun mas ampun ..!" Hesti memohon.

__ADS_1


Darah mengalir deras dari sudut bibir Hesti ,Sakit bukan main Hesti meringis kesakitan badannya rasanya remuk seketika .


Mengambil ponsel dan mengetik kata TOLONG ....!


__ADS_2