
Seperti biasa Bu sum dan yang lain sudah ngumpul dibawah pohon mangga tempat favorit bagi para ibu di komplek sini.
Di sana terlihat bu sum ,Bu Nani , Bu Een dan juga Endah yang sedang menggendong anaknya . sedang kan bapak - bapak terlihat kerja bakti membersihkan komplek ada yang membersihkan selokan ,potong rumput, menambal jalan yang berlubang dengan tanah dan batu ada juga yang potong pohon yang hampir menghalangi jalan.
" Ning Nang neng nong guuunggg ... Baa ...lucu sekali anakmu Ndah " Puji Bu Nani menggendong anak Endah sambil menimangnya pelan." Apa nak apa ha? Baa ... kamu mau apa maem iya uluh ... uluh ... uluh ..."Ucap Bu Nani lagi.
Kami yang ada disitu lantas tersenyum melihat pemandangan itu. Betapa indahnya punya anak ,hanya dengan memandangnya saja kita bisa tersenyum selebar itu , hanya dengan menggodanya saja sudah mengembalikan imun bahagia ,dengan melihatnya tertawa meruntuhkan segala beban yang ada . Rasanya ingin cepat - capat aku merasakan itu.
" Lucu sih anakmu Ndah tapi kok badannya kecil ,itu pasti kurang Asi mu ?" komen Bu sum.
" Gak kok Bu sum air susu ku melimpah kok ?
" Lha tapi kok kecil anak mu ini umur berapa?" Bu sum menyentuh tangan anak Endah yang masih di gendong Bu nani
" 5 bulan Bu sum " Jawab Endah.
" Lha itu , umur 5 bulan itu harusnya masa tumbuhnya baik gendut badannya keras ini tangannya anakmu lembek sekali ? Tau gak Ndah dulu saya itu punya anak banyak seperti itu badanya besar - besar ,gendut - gendut + lucu juga keras ,itu karna apa saya setiap hari minum jamu tradisional buatan emak saya belum lagi makanan yang sehat " Tutur Bu sum.
Endah terlihat matanya berkaca - kaca .
" Bu sum setiap anak kan beda - beda , gak semua anak itu harus gendut badannya keras yang penting sehat itu sudah alhamdulillah " Ucap ku .
" Alah , kamu Tri mana tahu kamu soal anak , kamu saja baru dikasih itupun belum keluar , jadi jangan sok ngomong begitu" Ucap Bu sum dengan nada tinggi.
" Tapi Bu sum memang ada betulnya itu kata Astri , anak saya dulu juga kecil pas kecilnya umur Setahun baru terlihat gendut . " Sahut Bu Een.
" Eleh , Bu Een ini gak perlu dibela Astri ini haha baru juga hamil sudah sok huh .."
Aku hanya menggeleng .
" Ndah makannya sering - sering tuh minum jamu sama makanan sehat jangan cuma makan tempe terus nanti anakmu makin kecil lagi itu saja sudah kecil aku yakin BB nya pasti belum mencapai standar ya kan ?"
" Sini Bu " Tiba - tiba Endah mengambil anaknya dari tangan Bu Nani seketika itu langsung melangkah pergi .
__ADS_1
" Lho - lho Ndah mau kemana ? " Bu Nani bingung tapi tetap menyerahkan anak Endah seraya berucap " sini aja Ndah ! "
" Ndah tunggu !" teriak.ku tapi Endah tetap pergi.
" Ndah !" panggil Bu Een.
Sedang bu sum hanya tersenyum .
Tanpa berkata apa - apa Endah langsung pergi meninggalkan kami yang masih duduk santai di bawah pohon mangga .
Ya Allah pasti sakit sekali hati Endah mendengar cacian Bu sum apalagi didepan banyak orang . Hati seorang ibu memang gampang rapuh apalagi ketika mendengar tentang anaknya yang dikata - Katai seperti itu .
" Biarkan saja Endah paling lagi buru - buru gak usah di pikir kan " Ucap Bu sum .
Kami melihat Bu sum secara bersamaan.
" Astagfirullah " Ucap kami bersamaan.
" Kenapa ? melihatku kok langsung bilang astagfirullah memangnya aku setan ?" Bu sum kesal.
Agak hening sejenak .Beberapa saat kemudian Bu sum seperti sedang mencari - cari sesuatu diantara para bapak - bapak yang sedang kerja bakti . Matanya jeli melihat kesana kemari.
" Cari siapa Bu ?" Bu Een curiga .
" Gak siapa - siapa?"
" Gak siapa - siapa tapi kok matanya seperti mencari sesuatu gitu , Apa Bu sum lagi nyari suami Bu sum ? Bukannya tadi katanya suami Bu sum gak bisa ikut karna kepentingan keluarga ? Terus ibu cari siapa ?" Desak Bu Een
aku dan Bu Nani hanya mengangguk mendengar perkataan Bu Een.
" Tri Amir mana kok gak ada ? gak ikut kerja bakti ?" Bukannya menjawab pertanyaan Bu Een , ini malah menanyakan suamiku.
" Mas lagi di toko Bu sum ,katanya tadi sih siang baru ikut kerja bakti tapi ya gak tahu jadi apa tidak ?"
__ADS_1
" Ow begitu kamu jadi istrinya harus bisa bilangin ke Amir suruh kerja bakti begitu , suamiku saja rajin cuma karna ada keperluan penting jadi cuma ikut sebentar ,yang penting kelihatan " Ujar Bu sum.
" Iya Bu sum nanti saya beri tahu mas Amir "
" Kalian tahu gak Sumbangan paling banyak itu dari pak Rahmat kios besar yang ada diujung sana lho "Ucap Bu sum dengan bangga .
" Ow , orang kaya ya iyalah sumbangan banyak kalau kita ya seadaanya yang penting ikhlas " Ucap Bu Nani .
" Iya makannya kalau gak bisa sumbang uang yang sumbang tenaga jangan kok gak sumbang uang gak sumbang tenaga pula ? Kayak pak Rahmat tuh udah sumbang uang banyak masih ikut kerja bakti lagi " Ucap Bu sum lagi .
" Heeemm ... kalau menurut saya sih mending sumbang sedikit tapi ikhlas dari pada banyak tapi pengen terlihat wah,cari pujian buat apa? nanti ujung - ujungnya diakhirat dapat karma" Tambah Bu Een.
Bu sum memang sangat menyanjung pak Rahmat karna beliaulah yang membantu Bu sum saat membutuhkan bantuan . Contohnya kemaren saat keluarga Bu sum kekurangan uang buat biaya sekolah pak Rahmat dengan senang hati membantu keluarga Bu sum , keluarga Bu sum memang terkenal sangat dekat dengan keluarga pak Rahmat . Selain dekat mereka juga sangat akrab.
Lagi - lagi Bu sum cuek dengan Bu Een .
" Ingat Tri Amir dikasih tahu biar ikut kerja bakti" Bu sum mengingatkan lagi.
" Ya Bu " Ucapku .
" Tri gimana rasanya hamil anak pertama ?"
"Biasa aja sih Bu Nani , Alhamdulillah bayinya anteng gak bikin susah mamanya?"
" Tri - Tri tinggal didesa aja kok panggilnya mama ? Haha udah kayak orang kota aja " Ejek Bu sum .
Kali ini Bu Een hanya diam tapi matanya melirikku seakan memberi kode agar aku menjawabnya.
" Jadi kalau orang desa gak boleh Bu sum pakai panggilan mama gitu ? " ucapku.
" Bukannya gak boleh tri tapi kan ya harus lihat dulu tow , orang yang pakai panggilan mama itu orang kaya rumah gedong itu baru pas " Tambahnya.
" Bu sum , kalau pemikiran Bu sum begitu menurutku kurang efektif karna sebutan atau panggilan itu merupakan wujud rasa bangga kita menjadi seorang wanita yang tadinya lajang menjadi seorang istri kemudian menjadi seorang ibu dan dengan kita mengajarkan anak kita untuk menyebut panggilan yang baik tentunya dan nyaman untuk didengar , memang panggilan itu tidak begitu penting tapi jika kita melihat sisi perempuan apalagi jaman sekarang panggilan itu sangat berpengaruh."
__ADS_1
Bu sum terdiam saat mendengar penjelasan ku . Mungkin penjelasan ku kurang begitu baik tapi itulah menurutku dan pandanganku.