Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Selamat


__ADS_3

" Siiaall ... Si Hesti beneran udah gak mau lagi denganku ! Awas saja kalau nanti suatu saat ngemis - ngemis minta balikan gak akan terima kamu Hesti "


" Huh ,padahal aku baru saja mau pinjam uang ke Hesti Ini malah udah main dimatiin aja ,gagal deh " Gerutu om Wawan sembari memandangi luar dari balik jendela .


" Kenapa om kayaknya lagi sebel banget gitu ? "


" Eh gak papa kok "


" Oh ,kirain ada apa om "


" Iya gak papa "


" Kalau begitu Nina pamit dulu om mau cari makan lapar ,om mau nitip apa biar sekalian Nina belikan ?"


"Boleh juga ,om pesan nasi Padang aja pakai lauk telur sama minumannya es teh"


" Ok ,om kalau gitu pergi dulu ya om Nina "


Wawan mengangguk dengan senyum penuh arti .


" Untungnya ada kamu nin , kalau tidak pasti om sudah jadi gelandangan dijalan "


Flas back.


" Maafkan aku Wenda ,izinkan aku memperbaiki ini ,izinkan aku untuk kembali dan berkumpul lagi dengan mu dan juga anak kita "


" Aku sudah memaafkan mu tapi kalau untuk bersatu maaf aku belum bisa menerimamu "


Dan dari saat itulah aku tak punya apa - apa lagi , ada rasa menyesal kala itu tapi mau diapa semua sudah terlanjur , dan gak bisa diulang lagi . Jika saja ada remidi mungkin aku akan bersungguh - sungguh untuk mendapatkan yang lebih bagus dan tak akan aku berbuat kesalahan .


Untungnya aku bertemu dengan Nina keponakan Wenda yang tinggal jauh dari Wenda ,hubungan Nina dan Wenda memang sedikit renggang karna ada masalah keluarga , dan itu sangat menguntungkan bagiku karna dengan begitu aku bisa puas tinggal dirumah Nina tanpa ada yang mengganggu .


Meski jujur ada rasa kangen yang sangat dalam dimana rindu itu terus meluap dihati ingin segera dimuntahkan tapi aku merasa gengsi juga merasa tersakiti , mengingat perkataan Wenda yang selalu terngiang dikepala bagaikan alarm jam yang setiap saat mengingatkan .


Nina sementara ini tinggal sendiri ,diperumahan elit , Nina masih sibuk dengan kuliahnya , sehingga rumah ini sering kosong Nina lebih nyaman menyewa kos , didekat kampusnya .


Dan lagi - lagi ini sangat menguntungkan ku .


***


" Aaaahh ....AAAAKK .... huhf ... huh ... Huft ..."


" Sedikit lagi ibu ,Lebih rileks lagi setelah itu mengedam yang kuat " Dokter memberi instruksi ke Astri .


Astri mengangguk dengan keringat yang sudah membasahi badan , sedangkan Amir berada disamping Astri megenggam tangan Astri kuat.


" Huh ... huh ... Huftt ..."


Deru nafas Astri semakin memburu , tak lupa Astri terus berdoa dalam sakitnya .Memuji kebesaran sang pencinta dan meminta agar dipermudahkan dalam lahirannya .


" Sayang yang kuat ya sebentar lagi kita bertemu dengan kita "

__ADS_1


" Aku yakin kamu bisa , mas akan temani kamu disini dan selamanya "


Amir meneteskan air mata, Amir sangat hari melihat perjuangan istrinya yang harus berusaha payah menaruhkan jiwa dan raganya demi si buah hati .


Amir semakin teriris saat Astri meringis kesakitan dan menggenggam erat tangan Amir dengan kuat .


" Ayok ,buk pintar dikit lagi buk ,dorong ! Buk dorong "


" Aaa ... Ya Allah sakit sekali , mudahkanlah ya Allah " Rintih Astri , matanya pun berlinang air mata .


" Sedikit lagi sayang yang kuat ya sebentar lagi " Amir berusaha tenang meski hatinya sangat kacau .


Astri mengangguk dengan terus berusaha mengeluarkan bayi yang ada diperutnya .


" Aaa ... Huufft "


CCTiiikk ...


Dokter menggunting sedikit untuk membuka jalannya bayi .


Dimedia biasa disebut dengan Episiotomy .


Episiotomy adalah sebuah irisan bedah melalui perineum yang dilakukan unuk memperlebar ****** dengan maksud untuk membantu proses kelahiran bayi. Perlebaran ini dapat dilakukan di garis tengah atau dari sebuah sudut dari ujung belakang dari vulva, dilakukan di bawah bius lokal dan dijahit kembali setelah melahirkan.


" Naah , pintar buk , terus Ayok buk kepalanya sudah keluar , dorong pelan - pelan buk "


" Aaaggrrh ... Eeeggghh .... "


Suara tangisan bayi itu pun mencaikan suasana .


" Alhamdulillah ,kamu hebat sayang " puji Amir seraya mencium kening Astri .


" Alhamdulillah ,anak ibu dan bapak perempuan "


"Alhamdulillah " Ucap Astri dengan senyuman bahagia .


" Suster tolong bersihkan dulu bayinya "


" Baik dok "


Seorang perawat cantik menerima bayi Astri untuk segera dibersihkan .


" Ibu Astri , hebat dengan instruksi yang saya berikan ibu Astri langsung bisa mengerti " Puji dokter wanita yang seumuran mertuanya itu .


" Makasih ,dok "


Dokter itu tersenyum , setelah mengganti kain bekas persalinan dokter mulai memeriksa dan menjahit sobekan pada va**** Astri .


Tanpa obat bius .


Rasa nyeri ,sakit dirasakan Astri , tapi Astri tetap tahan ,Baginya sakit itu tak Ada apa - apanya dibanding sakit yang dirasakannya saat melahirkan .

__ADS_1


" Jahitannya gak banyak kok bu Astri , hanya sedikit jadi aman " Ucap dokter yang masih menusuk jarum dan benang pada kulit Astri


" Dok bayi saya sehat kan ?"


" Alhamdulillah ,buk Astri bayi anda sangat sehat ,berat badannya pun sangat bagus ,satu lagi bayi ibu sangat cantik " ucap Bu dokter dengan senyumnya .


" Nah , sudah selesai , Bu Astri setelah ini istirahat dulu ya untuk pemulihan tenaga tapi sebelum itu ibu makan dulu ya"


" Iya dok sekali lagi makasih "


" Iya sama -sama "


" Kalau begitu saya keluar dulu "


Astri melempar senyum .


" Sudah selesai dok ?" Tanya Amir yang berpapasan dengan Bu dokter.


" Sudah , em pak Amir ,tolong berikan ibu Astri makan dulu ya setelah itu biarkan Bu Astri istirahat sebentar ,untuk mengembalikan tenaganya "


" Iya dok , makasih banyak Bu dokter sudah membantu istri dan anak saya "


" Iya sama - sama pak ,Amir itu sudah tugas kami memberikan pelayanan yang terbaik , untuk semua pasien yang datang dirumah sakit ini "


"Iya dok "


" Kalau begitu saya tinggal dulu pak Amir "


" Iya dok ,mari "


Dokter melangkah pergi meninggalkan kamar persalinan .


Amir pun mendekati Astri yang masih berbaring diranjang .


"Mas dari mana ?"


" Ini tadi ibu telvon katanya gak bisa datang kesini soalnya Enggar tiba - tiba panas "


" Astagfirullah , terus sudah dibawa kerumah sakit mas "


" Belum , katanya sudah diberi obat turun panas ,tapi kamu gak papa kan ibu gak kesini ."


" Gak papa mas , lagian kita kan nanti pulang juga "


" Alhamdulillah,makasih ya sayang kamu sudah mengerti ,oh ya mas suapin ya tadi dapat bubur ayam "


Astri mengangguk .


Mata Astri memandang Amir dengan lekat .


" Alhamdulillah mas Amir kita sekarang sudah punya anak ,anak yang sehat . Dan sekarang aku gak akan lagi ditanya kapan hamil ? Sama orang - orang "

__ADS_1


__ADS_2