
" Astri kamu yakin mintak pulang hari ini ? Takutnya kondisimu masih kurang stabil "
" Yakin mas , Insyaallah Astri kuat . Astri gak mau disini lama - lama enakkan juga dirumah ya seenggak - enggaknya ada hiburan televisi sama tetangga lha disini hiburannya lihat orang sakit jadi merinding sendiri mas "
" Ya juga sih ,tapi mas kawatir lho tri apalagi anak kita mau lahiran tinggal nunggu hari aja ?"
" Sudah mas gak usah berfikir begitu Astri bisa jaga diri "
" Bisa jaga diri yang kayak gimana maksudnya tri , orang kemaren aja kalau gak ada Nani sama Endah yang cepet - cepet bawa kamu kerumah sakit ini mungkin kamu gak tahu jadinya gimana ? Begitu masih bilang bisa jaga diri " Sahut Bu Arum yang tiba - tiba masuk kedalam ruangan Astri dan Amir .
Astri dan Amir menoleh ke arah ibunya .
" Ibu kan Astri gak tahu kalau akan terjadi pertengkaran ,Astri juga cuma ingin membantu "
" Lha makannya begitu kok bilang mau jaga diri yang ada dirinya yang butuh dijaga kita - kita "
" Tri ,Pokoknya kamu harus ingat sementara ini gak usah lah kamu pergi - pergi tunggu sampai anak kamu lahir , memangnya kamu mau ditanya orang terus kapan hamil ?"
Astri hanya mengangguk .
" Ya bagus kalau mengerti , Mir kalau begitu kamu urus administrasi dulu sana biar ibu sama Astri tunggu disini "
" Baik Bu "
Amir keluar dari dalam ruangan meninggalkan ibu Arum dan juga Astri .
__ADS_1
Suasana menjadi hening dengan pikiran masing - masing .
" Kamu yang pinter ya nak ,ibu gak mau kamu terjadi apa - apa sama kamu ,ibu juga gak mau akibat dari kesalahan ibu ,ibu jadi menyandang status yang tidak enak ,ibu juga gak mau pertanyaan itu selalu diucap setiap kali ibu keluar rumah ,pertanyaan yang sampai sekarang dan sampai kapan pun akan ibu ingat pertanyaan yang selalu membuat hati ibu sakit dan runtuh pertanyaan kapan Hamil ? Itu bahkan selalu terngiang ditelinga ibu , Tetap sehat nak , ibu sayang kamu nak "
Astri mengelus putraNya sedang kan ibu Arum terlihat sibuk dengan gajetnya.
***
Beberapa bulan kemudian Endah sudah resmi cerai dengan Herman ,sedangkan hak asuh dimenangkan Endah .
"Alhamdulillah Ndah , akhirnya kamu terbebas dari pernikahan ini "
" Ya mbak ini juga berkat mbak ,Endah sangat bahagia banget mbak punya kakak seperti mbak dalam keadaan seperti ini mbak masih merangkul aku , dan juga menerima anak aku ,makasih mbak ,maafkan adikmu ini jika masih membuat mbak susah "
" Makasih mbak "
Endah memeluk kakaknya yang saat ini berada disampingnya .
Mereka baru saja selesai sidang perceraian . Dan saat ini Endah dan kakaknya masih berada diteras gedung .
Endah sangat bahagia karna perceraian nya cepat selesai dari pada yang lain itu semua karna kakaknya ,kakaknya yang pekerja dikantor punya banyak kenalan. Jadi bagi kakak Endah ini hal mudah untuk mengurus perceraian karna salah satu teman kakak Endah ada juga yang bekerja dikantor ini dan tentunya itu sangat menguntungkan bagi pihak Endah .
" Ayok kita pulang kasian si baby pasti sudah menunggu kamu ?"
" Ya mbak ayok "
__ADS_1
Semenjak Endah tinggal dirumah kakaknya ,Endah memang tak begitu capek karena kakaknya memperkerjakan tetangga yang biasa mengurus anak untuk membantu mengurus anak Endah .
" Endah tunggu !"
Langkah kaki Endah dan kakaknya terhenti kala mendengar suara Herman dan segera membalikkan badan.
" Ada apa lagi kamu her ? panggil - panggil adik saya "
". Heh kamu , jangan sok ya mentang - mentang sudah bawa Endah dan biayayai hidupnya ? "
" Maaf ya buk ,kayaknya saya lagi gak mood buat bicara dengan anda "
" Hey !" Teriak ibu Herman .
" Sudah buk - sudah " Herman menenangkan"
" Ada apa lagi mas ,apa masih ada hal penting ?"
" Iya ini sangat penting " Herman mengambil sesuatu dari dalam tasnya .
" Ini , jangan lupa datang ke pernikahan ku Minggu depan , semoga kamu kuat !"
" Apa ?"
Selanjutnya ....
__ADS_1