
Jantung Hesti dan Priyan seakan terhenti sejenak ,padahal Bu Wenda belum memberitahu maksud dan tujuannya datang kerumah Astri untuk menemui Hesti itu .
Hesti menelan Slavina yang seakan kering . Hesti bingung karna jujur dia sekarang belum memegang uang sepersenpun.
"Tujuan saya kemari untuk membahas tentang kelanjutan perhiasan saya yang ada di anda Hesti "
Filing Hesti dan Priyan benar kalau tujuan Bu Wenda yaitu untuk mengambil kembali perhiasan yang sudah hilang itu .Hesti mengela nafas panjang dia berniat akan jujur semua atas kejadian yang menimpa nya dan jika Hesti dihukum Hesti berniat akan pasrah Karna Hesti memang salah.
"Eum ..."
" Eum ..."
Hesti seakan berat berkata.
Bu Wenda menunggu Hesti bicara ,sedangkan Priyan nampak gusar dan bingung mau membantu tapi nyatanya memang gak bisa .
" Eum begini Tante Wenda ,sa - sa - sa -ya mau jujur kalau perhiasannya hilang gak sengaja jatuh digot " Ujar Hesti mempercepat nadanya diakhir kalimat .
"Hah, apa ?"
" Maafkan aku Tante Wenda aku siap dihukum apa saja karna aku memang salah ,kalaupun Tante Wenda minta ganti rugi percuma Tante karna aku sama sekali gak punya uang ." Jelas Hesti dengan memohon .
" Maaf ,Bu kalau saya ikut campur tapi saya sebagai suami Hesti yang masih sah ,saya akan menanggung semua hutang Hesti tapi saya minta waktu untuk melunasinya ,karna saya tahu pasti perhiasan itu sangat berharga untuk ibu "
Bu Wenda menyimak .
" Mas ,gak usah ! mas kan gak salah ,ini semua salah Hesti jadi Hesti yang harus tanggung jawab gak mas "
" Gak papa Hesti mas aja ? Kalau pun mas yang dipenjara mas ikhlas ,setidaknya Enggar masih punya kamu ,dan mas yakin kamu mampu mendidik Enggar lebih baik lagi "
" Mas ...!"
Suasana semakin dramatis ,Bu Wenda yang menyaksikan itu ,sampai ikut terharu dibuatnya .
" Coba ,mas Wawan bisa seperti suami Hesti yang mau memperbaiki sama - sama rumah tangganya tanpa ada kepura - puraan dan kepalsuan ,pasti aku mau .Sayangnya mas Wawan sudah menyakiti hati ku berkali - kali " Batin Bu Wenda.
" Lho ! ada tamu rupanya ? kenapa gak disuruh masuk dulu didalam Enggar ,Priyan Bu Wenda ,pak " Sapa Astri yang baru keluar dari dalam rumahnya .
Sontak membuat mereka membuyarkan drama dramatis dan lamunan Bu Wenda .
" Eh , iya mbak Astri " Ujar Priyan .
__ADS_1
Bu Wenda tersenyum simpul.
" Mari semua masuk kedalam "
" Iya makasih " ujar Bu Wenda .
Semua masuk kedalam rumah Astri dan duduk diruang tamu .Suasana masih hening Astri kebelakang dan membuatkan teh hangat untuk para tamu selang beberapa menit kemudian Astri keluar dan membawa teh itu ke para tamu .
" Silahkan diminum dulu Bu Wenda ,pak sopir ,Priyan ,Hesti " Astri mempersilahkan mereka , dan mereka pun meminumnya.
" Sebelumnya maaf kalau kedatang saya mengganggu ,saya kesini untuk membahas soal perhiasan saya yang ada di Hesti" ujar Bu Wenda kepada mereka yang ada diruang tamu.
Priyan dan Hesti terlihat cemas .
" Ow ,masalah itu Bu " Astri menimpali.
" Iya ,tapi tadi saya sudah mendapat penjelasan dari Hesti dan saya sangat salut dengan keberanian Hesti untuk mengakui semua kesalahannya ,Mau jujur soal perhiasan yang hilang juga berniat melakukan apa saja untuk menggantinya. Dan untuk pak Priyan saya juga bangga kepada bapak ,menurut saya bapak contoh suami yang baik karna bapak masih mau bertanggung jawab atas kesalahan istri bapak padahal bapak tahu kalau Hesti sudah menyakiti bapak ,tapi bapak masih rela menggantikan posisi istri anda yang memang salah ini .Jujur Jarang sekali saya lihat orang seperti anda - anda .Yang saya tahu kalau jaman sekarang orang itu gak mau mengakui kesalahannya yang ada malah melempar kesalahan itu ke orang lain ,saya sangat salut kepada keluarga ini."
" Tante Wenda ,jangan bicara begitu saya malah merasa semakin kecil Dimata anda ,jujur saya malah kagum kepada Tante ,Tante orang baik tapi karna ulah saya keluarga anda jadi retak dan rusak seperti ini saya jadi malu ,maafkan saya Tante " Ucap Hesti seraya berlinang air mata.
" Hesti kamu gak perlu minta maaf ,keluarga saya memang sudah hancur dari sebelum kamu ada ,asal kamu tahu aja suamiku itu memang suka Gonta - ganti perempuan apalagi semenjak mendapat kepercayaan besar untuk mengelola perusahaan keluarga saya " Jelas Bu Wenda.
" Astagfirullah, yang sabar ya Bu insyaallah akan diganti yang lebih baik lagi dihari esok " Ujar Astri menenangkan Bu Wenda.
" Jadi begini ,karna keluarga ini sudah menolong anak saya putri , saya berniat untuk mengikhlaskan perhiasan itu untuk Hesti dan keluarga ini , karna menurut saya perhiasan itu tidaklah terlalu penting ketimbang anak saya yang sudah kalian selamatkan waktu itu"
" Jadi maksud Bu Wenda saya gak punya hutang di Bu Wenda ?" Ujar Hesti dengan penuh penekanan.
" Iya Hesti "
" Alhamdulillah " Ucap Hesti , Priyan dan Astri serempak .
" Makasih Bu Wenda ,makasih " ucap Hesti dengan bahagia .
Bu Wenda mengangguk ." Semoga ini menjadi pelajaran yang sangat berharga dihidup kamu hes ,selalu ingat bersyukur dengan apa yang kamu punya jangan melihat Kilauan diluar sana yang mungkin bisa menipu mata " ujar Bu Wenda .
" Iya Bu ,iya "
" Makasih Bu Wenda , atas kebaikannya " Ujar Astri .
" Sama - sama ,semoga dengan ini kita bisa menjalin silaturahmi yang baik "
__ADS_1
Semua mengangguk .
***
" Hey ,maling !" Teriak satpam di depan toko baju Amir .
" Maling ! "
"Maling !"
Amir yang mendengar itu langsung keluar dari tokonya .
" Pak Dar ! ada apa ?" Teriak Amir melihat pak Dar yang lari .
" Ada maling pak Amir ,saya kejar dulu tolong cari bantuan !" Teriaknya .
" Ya pak !" ujar Amir yang bergegas mencari bantuan. Karna ini sudah pukul 6 sore ,semua toko dan kios disamping - samping sudah tutup dan disini tinggal Amir dan pak Dar penjaga toko tas yang berada tepat didepan toko baju Amir . Toko tas itu memang baru didirikan sebulan lalu dan sangat ramai dan hari ini pemilik toko sudah pulang duluan beserta karyawan yang bekerja disana tinggal pak Dar yang masih belum pulang karna ada urusan .
Amir mencari orang - orang yang masih ada dipasar kemudian mengajak mereka untuk mengejar maling yang sekarang dikejar pak Dar .
" Dimana malingnya pak Amir !" Teriak salah satu pekerja dipasar .
" Kearah jalan sana pak !" tunjuk Amir .
" Ya sudah ayok kita kejar !"
" Iya ayok "
Amir dan dua orang mengejar kearah pak Dar lari .
Sampai ditempat kejadian pak Dar sudah berduel dengan maling itu dan ...
" Pak darrr !" Teriak Amir dan kedua temannya yang menyaksikan itu serempak .
" Aaaaakkk ..... aaaakkk ......! "
" paakk Dar ! "
Mereka menghampiri pak Dar dengan buru - buru .
" Pak Dar ... pak dar ... ! "
__ADS_1
" Tolong !"