Kapan Hamil ?

Kapan Hamil ?
Niat membantu tapi tak membantu .


__ADS_3

" Cepat ambil air !"


" Ya sebelah sana !"


" Cepat - cepat ! "


" Pemadam kebakaran ,tolong cepat dihubungi !"


" Pemadam - pemadam "


"Hey ,jangan sebelah sana sini dulu biar api gak semakin membesar. "


" Hey cepat !"


Teriakan para warga yang ada disekitar toko ikut serta membantu memadamkan api . Mereka semua berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya.


Api semakin membesar membakar baju yang ada ditoko Amir . Sedangkan bapak - bapak itu kini duduk didepan toko seraya memegangi pipinya yang kini membiru akibat tonjokkan dari para pemabuk.


" Tadi sebenarnya kejadiannya bagaimana pak kok bisa jadi seperti ini ?bapak ini siapa karna kami baru lihat bapak ada dilingkungan kami pertama kali ?" Tanya salah satu lelaki yang membawakan sebotol air untuk diberikan kepada bapak - bapak itu


" Makasih ,aduuh ... eemm kenalkan nama saya Bahas saya memang baru warga baru karna saya memang baru ditugaskan disini baru 3 hari saya tinggal diujung sana ?" Jawabnya seraya menahan sakit.


" Oh , jadi bapak Aparat p***** yang baru datang dari jak**** itu ? kenalkan Saya Sholeh RT disini ." Pak Soleh mengulurkan tangannya menjabat tangan pak Bagas .


Pak Bagas menerima uluran tersebut seraya mengangguk .

__ADS_1


" Salam kenal pak RT , saya selaku pendatang hanya bisa meminta maaf dan saya janji akan menertibkan para pemabuk disini"


" Toko ku ya Allah ! " Teriak Amir yang langsung turun dari motornya begitu saja.


Amir sangat shock melihat apa yang ada didepan matanya itu.


Tanpa fikir panjang Amir berlari ,mengambil tempat mengambil air dan segera mengambil air untuk ikut memadamkan api.


" Ya Allah ,padamkan lah api ini ! pemadam mana ! pemadam tolong saya !" Gumam Amir dengan kepanikan yang luar biasa .


" Mir sebelah sana !" Teriak pak Dar yang juga ikut membantu memadamkan api.


Byurr ... byurr ... byurr ...


Amir dan semua warga ikut membantu memadamkan . Sedangkan para pemabuk terus dikejar para aparat .


Duoorr ... duoor ... duoor ...


Suara tembakan peringatan melayang keudara menggema ke seluruh desa.


Para pemabuk ada yang terus berlari dan ada juga yang bersembunyi .


***


Dirumah Astri semakin tambah panik dan bingung karna fikiran yang terlalu berat perut Astri sampai sakit dan keram secara tiba - tiba .

__ADS_1


" Aduuh ... aaaggrrh ... " Astri meraung kesakitan memegangi perutnya.


" Tri kamu jangan ikut mikirin ini terlalu berat ,ingat kamu sedang mengandung kasian anak kamu yang ada didalam " Ujar Hesti yang langsung memapah Astri untuk berbaring di sofa .


" Iya Tri tenang kan Amir sudah ada disana ? Priyan juga sudah menyusul " Tambah ibu Arum ikut menenangkan.


" Bu ,hes , Astri pengen lihat mas Amir ,Astri pengen ikut ke toko ?kasian mas Amir pasti,Astri mau ikut Bu ,hes !" Bujuk Astri .


" Tri Amir kan sudah bilang kalau kita cukup tunggu dirumah aja lagian kalau kamu tetep kekeuh kesana yang ada nanti malah bikin ribut aja ,sudah kita nurut aja apa kata Amir " Tegas ibu Arum.


" Bener itu tri ,sudah kita berdoa saja semoga toko mas Amir gak kenapa - Napa " Hesti ikut menimpali.


" Tapi Bu,hes perasaanku gak enak aku pengen sekali ada disisi mas Amir saat ini !"


" Iya ibu ,tahu tapi ini sangat bahaya bagi kandunganmu kalau kamu kesana nanti Amir malah bingung lihat kamu dan pastinya malah menambah beban bagi Amir , Sudah kita cukup tunggu Amir dan Priyan pulang selebihnya kita fikir nanti " Tutur ibu Arum.


***


" Maaf kan saya pak Amir ,saya hanya ingin menolong kedua pemuda yang tadi tengah dipalak pemabuk , saya minta maaf kalau tindakkan saya bukan malah membantu tapi malah merugikan anda " Ujar pak Bagas yang kini sudah didudukkan bersama Amir oleh pak RT setempat.


Amir hanya mampu mengangguk , hatinya kini seakan runtuh dan porak - poranda seperti tokonya .


Hanya mampu menahan sakit yang tak bisa diungkapkan.


Wiuu ... wiuu ... wiuu ...

__ADS_1


Suara pemadam datang .


__ADS_2